<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191</id><updated>2011-04-21T14:52:36.196-07:00</updated><title type='text'>" KAMPUANG NAN JAUH DI MATO"</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-5162401420346748747</id><published>2009-01-02T05:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T05:23:05.711-08:00</updated><title type='text'>Surau</title><content type='html'>Suatu bangunan kecil tempat shalat yang dipergunakan juga sebagai tempat mengaji Alquran bagi anak-anak dan tempat belajar agama bagi orang dewasa. Kata surau berasal dari istilah Melayu Indonesia dan penggunaannya meluas di Asia Tenggara. Pengertian surau ini dalam penggunaannya hampir sama dengan istilah langgar atau musala.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Menurut pengertian asalnya, surau adalah bangunan kecil yang terletak di puncak bukit atau di tempat lebih tinggi dibandingkan lingkungannya, dipergunakan untuk penyembahan arwah nenek moyang. Dalam sejarah Minangkabau, diduga bahwa surau itu didirikan pada masa Raja Adityawarman pada tahun 1356 di kawasan Bukit Gombak. Surau tersebut, di samping berfungsi sebagai tempat berkumpul anak-anak muda mempelajari berbagai ilmu pengetahuan serta ketrampilan dan tempat berkumpulnya para lelaki dewasa.&lt;br /&gt;Dengan datangnya Islam ke Sumatera Barat, surau juga mengalami proses islamisasi, walaupun sisa-sisa kesakralan surau di sana masih terlihat jelas, seperti adanya puncak (gonjong) yang merefleksikan kepercayaan mistis dan sekaligus sebagai simbol adat. Namun fungsi surau di sana tetaplah sama hanya saja fungsi keagamaannya menjadi semakin penting.&lt;br /&gt;Di samping dipergunakan sebagai tempat ibadah, surau juga menjadi lembaga pendidikan dan pengajaran serta kegiatan sosial budaya. Dalam perkembangan selanjutnya fungsi surau di Minangkabau lebih menyerupai pesantren di Pulau Jawa atau pondok di Malaysia. Perkembangan tersebut dimulai sejak Syekh Burhanuddin mendirikan surau di Ulakan, Pariaman, pada abad ke-17 setelah dia kembali dari belajar agama dari Syekh Abdul Rauf Singkel, seorang ulama besar Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, surau dalam pengertian pesantren di Sumatera Barat dimiliki dan dikelola oleh syekh secara turun temurun. Surau-surau tersebut biasanya mempunyai banyak bangunan. Bahkan surau besar bisa mempunyai bangunan sampai dua puluh buah atau lebih. Ada bangunan utama, bangunan untuk tamu, tempat suluk, tempat tinggal para murid serta tempat tinggal syekh. Sedangkan penyelenggaraan pendidikannya biasanya tidak mempunyai tingkatan kelas, walau terkadang ada semacam pembagian kelompok murid. Pengelompokannya biasanya berdasarkan kelompok ilmu yang dipelajari oleh murid. Metode pengajaran yang dipakai adalah ceramah, pembacaan dan hafalan yang biasanya dikenal dengan nama halaqah (belajar secara melingkar sekitar guru). Bahkan ada surau-surau yang khusus mengajarkan ilmu-ilmu tertentu saja, seperti bahasa Arab, ilmu fikih, ilmu mantik dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasawarsa kedua abad 20, setelah kelompok Muslim modernis mulai memperkenalkan sistem pendidikan klasikal ala Belanda dan juga bentuk madrasah, popularitas surau di kalangan masyarakat Sumatera Barat mulai menurun. Sebenarnya peranan surau sebagai lembaga pendidikan mulai disaingi, sejak pertengahan abad 19, saat pemerintah Belanda mendirikan sekolah di kota-kota yang merupakan benteng-benteng. Sejak tahun 1933 jumlah surau di Sumatera Barat terus menurun. Adapun setelah zaman kemerdekaan, hanya beberapa surau dengan sistem pesantren saja yang masih bertahan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-5162401420346748747?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/5162401420346748747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=5162401420346748747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/5162401420346748747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/5162401420346748747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/surau.html' title='Surau'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-3862641252206616465</id><published>2009-01-02T05:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T05:06:30.719-08:00</updated><title type='text'>Pokok-pokok Pikiran Islam &amp; Intelektual Minangkabau</title><content type='html'>Belakangan ini keberadaan intelektual atau secara khusus ulama Minangkabau sering diperkatakan orang Minangkabau sendiri maupun oleh orang luar Minangkabau.&lt;br /&gt; &lt;p&gt;Pembicaraan ini muncul karena selama ini Minangkabau dikenal orang sebagai gudangnya ulama dan pemasok ulama terbesar untuk daerah daerah lainnya. Suara ulama Minangkabau bersipongang ke seantero tanah air kita.&lt;br /&gt;Sipongang seperti pada waktu ini dirasakan tidak begitu lagi. Sebenarnya membicara "Ulama Minangkabau" pada waktu ini tidak relevan lagi, karena telah begitu meluasnya wawasan kita. Batas antara Minang dengan yang bukan Minang sudah mulai kabur, setidaknya dalam pembicaraan.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini perlu juga diperkatakan keberadaan intelektual Minangkabau sekedar untuk memberikan kepuasan perasaan kita bahwa keberadaan ulama dan intelektual Minang tidak perlu lagi diperkatakan, bahasan dibawah ini mengarah kepada perkembangan lembaga pendidikan agama yang merupakan lembaga penghasil ulama.&lt;br /&gt;Bahasan berupa garis besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;TRADISI KEILMUAN DI LINGKUNGAN MINANGKABAU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menuntut ilmu merupakan kewajiban agama dalam Islam, sebagaimana dapat dirujuk dari sumber  pokok ajarannya yaitu Qur'an dan Sunnah Nabi. Oleh karena itulah adanya lembaga-lembaga pendidikan Islam di lingkungan adat Minangkabau hampir sama tuanya dengan masuk dan tersiarnya Islam diwilayah Minangkabau.&lt;br /&gt;Walaupun pada masa perkembangan ilmu pengetahuan Islam abad III dan IV Hijriyah ilmu agama mencakup ilmu-ilmu uluhiyah (atau disebut waktu ini dengan ilmu agama) dan ilmu kauniyah (disebut sekarang dengan ilmu umum), namun yang masuk dan berkembang di wilayah Minangkabau untuk abad pertama hanyalah ilmu uluhiyah.&lt;br /&gt;Mungkin disebabkan pada waktu masuknya Islam di Minangkabau ilmu-ilmu uluhiyah itulah yang amat dipentingkan orang.&lt;br /&gt;Lembaga pendidikan agama pertama diwilayah adat Minangkabau adalah  "Surau".&lt;br /&gt;Karakteristik dari surau adalah suatu tempat pendidikan dan sekaligus tempat tinggal murid dan guru, sehingga memungkinkan keberadaan murid bersama guru dalam waktu relatif lebih panjang, dalam waktu masa terjadi transfer ilmu dan pengalaman guru kepada murid. Dengan cara ini regenerasi ulama berlangsung secara alamiyah.&lt;br /&gt;Surau dikenal sebagai lembaga pendidikan agama pertama diwilayah Minangkabau adalah surau Syekh Burhanuddin di Ulakan Pariaman didirikan sekitar abad ke 17.&lt;br /&gt;Surau ini didatangi oleh murid-murid dari berbagai pelosok Minangkabau, yang pada gilirannya setelah murid itu kembali ke negerinya juga mendirikan surau pula.&lt;br /&gt;Selanjutnya bermunculan surau-surau di wilayah ini nama surau ini menggunakan nama ulama yang mengasuhnya antara lain :&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku Mansiangan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; Tuo di Paninjauan&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku Rao&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku Kecil di Koto Gadang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku di Talang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku di Sumanik&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku di Koto Baru&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku Nan Tuo di Ampek Angkek&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku di Kamang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Tuanku Pakih Sagir&lt;br /&gt;Pada dasarnya di surau surau dipelajari menulis dan membaca Al Qur'an dan ilmu ilmu agama yang secara garis besarnya terdiri ilmu akidah, ilmu syari'ah, dan ilmu akhlak.&lt;br /&gt;Karena menurut adat Minangkabau anak-anak muda menjelang kawin tinggal disurau, dengan sendirinya semua orang Minangkabau masa itu telah pandai membaca al Qur'an berikut menulisnya dan secara dasar mengetahui ilmu agama dalam bentuk alamiyah dan pengetahuan.&lt;br /&gt;Dengan demikian lembaga surau telah membebaskan orang Minangkabau dari buta aksara dan telah berhasil mencetak ulama.&lt;br /&gt;Tiga orang tokoh ulama yang menyiarkan agama di Sulawesi Selatan dan popular dikalangan umat Islam Sulawesi Selatan sampai waktu ini yaitu :&lt;br /&gt;Ã‚Â· &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('datuk, penghulu adat', CAPTION, 'datuak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;datuak&lt;/a&gt; Ribandang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Datuak Patimang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Datuak Ritiro&lt;br /&gt;Adalah ulama yang dihasilkan oleh pendidikan surau di Minangkabau.&lt;br /&gt;Akhir abad ke 18 surau surau mendapat perkembangan baru dengan kembalinya tiga orang ulama Minangkabau dari Timur Tengah yaitu :&lt;br /&gt;Ã‚Â· Haji Miskin&lt;br /&gt;Ã‚Â· Haji Piobang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Haji Sumanik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengajian surau yang sebelumnya lebih banyak mengarah kepada tasawuf mengarah akidah dan syari'ah yang lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran Hambali.&lt;br /&gt;Kelompok ini dengan ajaran barunya disebut golongan muda sedangkan kelompok ulama sebelumnya disebut golongan tua.&lt;br /&gt;Pada masa berikutnya surau berkembang pesat dimana pada akhir abad ke 19 terkenal nama beberapa surau di pelosok Minangkabau.&lt;br /&gt;Pengasuh yang selama ini disebut tuanku , pada waktu belakangan bernama "Syekh" dan nama suraupun dinisbahkan kepada nama pengasuhnya, antara lain yaitu :&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Syekh Abdulah Khatib Ladang laweh&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Syekh Muhammad Jamil Tungkar&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Syekh Tuanku Kolok M.Ali Di Sungayang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Syekh Abdul Manan Padang Gantiang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Syekh Muhammad Soleh Padang Kandis&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Syekh Abdulah Padang Japang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau Syekh Ahmad &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('elang', CAPTION, 'alang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;alang&lt;/a&gt; Laweh&lt;br /&gt;Ã‚Â· Surau syekh Amarullah Maninjau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disamping pendidikan agama berkembang di Minangkabau, Pemerintah Belanda memasukkan pendidikan barat diwilayah ini pertengahan abad ke !9.&lt;br /&gt;Materi dari pendidikan ini sebenarnya adalah salah satu sisi pendidikan yang berkembang pada mulanya dengan nama ilmu kauniyah, yang tidak ikut masuk dalam penyiaran ilmu diwilayah Minangkabau.&lt;br /&gt;Pendidikan barat itu diikuti secara terbatas oleh beberapa orang yang duduk di kota dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Motivasi dari pemerintahan Belanda mendirikan sekolah-sekolah umum pada mulanya adalah untuk menghasilkan pegawai pegawai dikantor kantor Belanda dengan gaji murah dan diarahkan untuk kepentingan Belanda.&lt;br /&gt;Materi dari pelajaran sedapat mungkin menghindarkan murid-murid berfikir bebas yang akan membahayakan kedudukan penjajahannya. Sebaliknya disurau-surau diberikan kebebasan beberapa materi ilmu untuk mendidik murid berpikir nasional dan menumbuhkan sikap perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap membatasi gerakannya.&lt;br /&gt;Dari dua tipe lembaga Pendidikan yang berkembang diwilayah Minangkabau itu dalam hubungannya dengan kekuasaan penjajahan, pada waktu itu alumni surau lebih militan.&lt;br /&gt;Keduanya berjalan dengan kompetisi yang sehat dan keduanya terdiri dari dari orang Minang yang taat beragama.&lt;br /&gt;Memasuki abad yang ke 20 Minangkabau menghasilkan "ulama" yang memiliki keahlian ilmu agama dan cendikiawan Muslim yaitu orang islam yang mempunyai keahlian ilmu umum dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan waktunya.&lt;br /&gt;Kedua kelompok ini merupakan cikal bakal bagi intelektual Minangkabau, meskipun pemerintahan Belanda memisahkan intelektual minangkabau  secara dikotomis menjadi ulama dan intelektual umum.&lt;br /&gt;Awal abad 20 beberapa orang ulama Minangkabau kembali dari Mekkah setelah menamatkan pendidikan Syekh Ahmad Khatib yang juga putra Minang. Setelah menetap dikampung masing-masing mendirikan surau surau dengan paham barunya yang popular diantaranya adalah :&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Muhammad Taib Umar, Sungayang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Abdullah Ahmad, Padang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Abdul Karim Amrullah, Maninjau kemudian di Padang Panjang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Muhammad Jamil Jambek, Bukittinggi&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Sulaiman Ar Rasuli, Canduang Agam&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Ibrahim Musa, Parabek Agam&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Muhammad Jami Jao, Padang Panjang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Abbas Abdullah, Padang Japang Payakumbuah&lt;br /&gt;Ã‚Â· Syekh Abdul Wahid, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('empang', CAPTION, 'tabek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;tabek&lt;/a&gt; Gadang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian terjadi pembaharuan pendidikan agama di Minangkabau. Ada dua bentuk pembaharuan yang berlaku dalam pendidikan agama, pertama memasuki materi pelajaran yang biasa disebut ilmu umum kedalam pendidikan agama, kedua merobah system pendidikan surau jadi madrasah atau sekolah yang mempunyai kelas dan bertingkat.&lt;br /&gt;Diantara tokoh pembaharu itu muncul nama Dr. H. Abdullah Ahmad dengan "Adabiyah"nya dan El Yunusy bersaudara dengan "Diniyah"nya.&lt;br /&gt;Pembaharuan menjadi madrasah ini disatu pihak mempercepat pencapaian suatu tingkat ilmu pengetahuan dan memperjelas batasan batasannya.&lt;br /&gt;Dari segi lain memasukkan pelajaran umum kedalam kurikulum pendidikan agama berarti mengurangi volume pelajaran agama.&lt;br /&gt;Meskipun terjadi pengurangan, tetapi karena masa itu madrasah masih berada dalam wilayah dan lingkungan surau, kekurangan pelajaran agama masih dapat disempurnakan diluar kelas, sehingga secara global materi pelajaran agama tidak berkurang dari masa lalu.&lt;br /&gt;Suatu kemajuan pada masa pembaharuan ini adalah munculnya media publikasi di madrasah-madrasah dalam bentuk majalah yang mempublikasikan karya ilmiah dan pendapat yang dimunculkan oleh ulama yang ada pada waktu itu.&lt;br /&gt;Diantara majalah yang popular diwaktu itu adalah :&lt;br /&gt;Ã‚Â· Al-Munir di Padang Panjang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Al-Basyir di Sungayang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Al-Bayan di Parabek&lt;br /&gt;Ã‚Â· Al-Iman di Padang Panjang&lt;br /&gt;Ã‚Â· Al-Ittiqan di Maninjau&lt;br /&gt;Ã‚Â· Nurul Yaqin di Batusangkar&lt;br /&gt;Ã‚Â· Al-Mizan diterbitkan Tarbiyah Islamiyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Majalah-majalah itu kelihatannya dijiwai oleh majalah Al-Manar yang popular di Mesir pada waktu itu.&lt;br /&gt;Dengan adanya publikasi itu tokoh ulama yang ada di madrasah yang menerbitkan majalah itu dan dimadrasah sekitarnya diketahui oleh orang banyak dan tersebar di Minangkabau, yang menyebabkan berdatangannya murid-murid dari luar daerah untuk belajar di madrasah-madrasah yang ada di wilayah Minangkabau.&lt;br /&gt;Pada waktu bersamaan ketokohan ulama semakin menonjol dengan tampilnya ulama itu sebagai tokoh politik yang membimbing umat Islam dalam menghadapi penjajahan Belanda.&lt;br /&gt;Kalau kita gunakan istilah "pemimpin formal" dan "pemimpin non formal" yang berlaku sekarang, umat pada masa itu tidak dapat menggantungkan harapannya kepada pemimpin formal, karena jabatan pemimpin formal pada waktu itu diduduki oleh orang Belanda dan melayu yang berjiwa Belanda yang jelas jelas berhadap hadapan dengan umat pada waktu itu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu tumpuan umat terarah kepada ulama sebagai pemimpin non formal yang membimbing kehidupan keagamaannya dan kehidupan dunianya.&lt;br /&gt;Suatu keuntungan masuknya pelajaran umum ke madrasah adalah semakin mengecilnya arti perbedaan dikotomis antara ulama atau cendikiawan agama dengan cendikiawan umum, bahkan dalam diri seorang dapat bertemu dua bidang yang kelihatannya berbeda itu, umpamanya pada diri Haji Agus Salim dan M. Natsir.&lt;br /&gt;Sesudah perang dunia II perubahan nilai nilai dalam kehidupan adat semakin terasa. Diantaranya anak muda tidak terbiasa lagi tidur di surau. Fungsi surau sebagai lembaga agama semakin berkurang. Surau hanya tempat ibadah dan pendidikan agama secara formal hanya ada dimadrasah.&lt;br /&gt;Dengan madrasah dalam fungsinya sudah keluar dari lingkungan surau. Kalau dahulu surau dapat disamakan dengan pesantren yang terdapat di Jawa dengan beberapa perbedaannya, maka sesudah perang dunia II tidak ada lagi yang menjalankan fungsi pesantren di Minangkabau.&lt;br /&gt;Sebenarnya perubahan nilai-nilai dan perubahan system pendidikan agama juga berlaku di Jawa dengan bermunculnya madrasah. Tetapi madrasah tidak menggantikan pesantren, bahkan pesantren di Jawa bermunculan dan berkembang dengan pesat sebagaimana berkembangnya madrasah.&lt;br /&gt;Berkembangnya pesantren di Jawa dan tidak berkembangnya pesantren di Minangkabau, mungkin ada hubungannya dengan perbedaan budaya Minang dengan budaya Jawa.&lt;br /&gt;Dengan keluarnya madrasah dari lingkungan surau berarti waktu belajar agama semakin sedikit dan waktu kesempatan tatap muka murid dan guru serta pembimbing agamanya semakin berkurang pula.&lt;br /&gt;Pada periode surau taraf kealiman dapat diperoleh dengan selalu mengikuti pendidikan surau kemana saja pelajaran itu yang diajarkan semata-mata pelajaran agama.&lt;br /&gt;Pada masa yang kedua yaitu madrasah dan surau, tingkat kealiman juga diperoleh dengan tamatnya pendidikan di madrasah, karena meskipun pelajaran agama semakin mengecil di madrasah tetapi masih punya kesempatan menyempurnakan di lingkungan surau, kekurangan dapat dilengkapi.&lt;br /&gt;Bila kita ukur tingkat pendidikan dan madrasah masa pertama dengan tingkat pendidikan waktu itu, pendidikan surau dan madrasah paling tinggi dapat ditempatkan pada tingkat "Aliyah" mengingat jarak waktu belajarnya.&lt;br /&gt;Meskipun demikian dalam tingkat ini derajat kealiman sudah dapat diperoleh dan sudah berhak menggunakan sebutan "ulama".&lt;br /&gt;Pada waktu belakangan ketika madrasah sudah keluar dari lingkungan pendidikan surau, kadar ilmu yang dicapai dengan sendirinya tidak sempurna ilmu yang dicapai pada periode tingkat pertama dan kedua meskipun sudah dinamakan tingkat aliyah. Hal ini berarti tamatan aliyah waktu ini belum memperoleh derajat kealiman sebagaimana diperoleh oleh tingkat yang sama sebelumnya.&lt;br /&gt;Syukur Alhamdulillah belakangan muncul lembaga pendidikan agama sebagai lanjutan dari tingkat aliyah yang pada waktu ini, yaitu perguruan tinggi agama baik negri maupun swasta yang bertebaran diseluruh pelosok wilayah Minangkabau atau Sumatera Barat. Bila tamatan aliyah belum mencapai derajat kealiman, maka dengan adanya perguruan tinggi derajat kealiman dapat diperoleh.&lt;br /&gt;Dengan demikian pencapaian kealiman dalam agama dapat berlangsung sebagaimana berlaku sebelumnya, meskipun waktu yang digunankan untuk pencapaiannya lebih panjang dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Bila kita bandingkan orang orang ynag telah mendapat derajat kealiman yang dihasilkan pendidikan surau dan derajat kealiman yang dihasilkan oleh madrasah sebelum perang dunia ke II, perguruan tinggi agama, kemudian dihubungkan pula dengan jumlah umat Islam pada waktunya, maka secara prosentase kuantitas yang mencapai derajat kealiman waktu ini,  kalau tidak dikatakan lebih, setidaknya tidak akan berkurang dari waktu sebelumnya.&lt;br /&gt;Kalau yang dinamakan "ulama" adalah orang yang telah mencapai derajat kealiman dalam ilmu agama, maka tidak tepat kalau dikatakan ulama di wilayah Minangkabau berkurang apalagi dikatakan "langka".&lt;br /&gt;Tetapi kalau kita menggunakan kriteria lama dalam menamakan ulama yaitu tokoh agama yang popular ditengah masyarakat sebagaimana kita kenal selama ini, memang dirasakan kuantitasnya berkurang.&lt;br /&gt;Selanjutnya timbul pertanyaan apakah memang jumlahnya berkurang secara kenyataan atau kita tidak menerima informasi tentang jumlahnya. Dan kemungkinan itu lihat dibawah ini:&lt;br /&gt;Pertama kemungkinan kurang jumlahnya. Kalau kita sepakati arti ulama(sebagai yang dipahami selama ini) memenuhi tiga persyaratan, yaitu keilmuan, pengamalan dan kepribadian, maka orang secara kumulatif memiliki tiga criteria itu memang tidak banyak lagi jumlahnya.&lt;br /&gt;Rata-rata setiap tamatan perguruan tinggi agama telah memenuhi syarat keilmuan. Tentang syarat pengamalan tergantung kepada pribadi dan tidak selalu menjadi tanggung jawab perguruan tinggi dan juga tidak oleh lingkungan masyarakatnya, juga ditentukan oleh keadaan masyarakat yang mendambakan kepribadiannya.&lt;br /&gt;Rasanya ketergantungan umat akan keberadaan ulama sebagai tokoh pada waktu ini, tidak sebesar ketergantungan umat akan ketokohon ulama pada waktu dulu, dengan telah tampilnya pimpinan formal pada kalangan mereka sendiri yang akan membimbing kehidupan kemasyarakatannya.&lt;br /&gt;Hal ini ketokohan ulama mulai berubah dengan terjadinya perubahan perubahan nilai. Usaha mengembalikan ketokohan ulama waktu dulu untuk masa sekarang ini dan disini ini tidak relevan lagi.&lt;br /&gt;Kedua yaitu kurangnya informasi tentang keberadaan ulama itu, kemungkinan kedua ini tidak tertutup adanya, mungkin disebabkan kurangnya publikasi, mungkin kurang penampilan ulama di forum forum yang lebih luas dan mungkin pula karena keengganan ulama untuk menampilkan diri dan beberapa kemungkinan lain.&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan dua kemungkinan itu, rasanya pada waktu ini tidak perlu kita terlalu mengharapkan keberadaan tokoh ulama dengan kriteria yang utuh sebagaimana yang berlaku sebelumnya.&lt;br /&gt;Dengan telah terjadinya perubahan nilai kriteria ulamapun tidak perlu sama dengan yang dulu. Kita perlu bersyukur bahwa pada waktu ini ilmuan agama yang telah mencapai derajat kealiman itu sudah cukup banyak, mutunyapun semakin meningkat, karenanya tidak perlu kita kawatirkan akan habis.&lt;br /&gt;Dari mereka kita harapkan usaha peningkatan pribadi untuk memenuhi kriteria lainnya sebagai syarat keutamaan.&lt;br /&gt;Disamping itu wilayah Minangkabau terdapat pula sejumlah ilmuan non keislaman yang mempunyai perhatian terhadap Islam dan penyebarannya, serta tertarik untuk mendalaminya, disebut juga cendikiawan muslim.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-3862641252206616465?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/3862641252206616465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=3862641252206616465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/3862641252206616465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/3862641252206616465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/pokok-pokok-pikiran-islam-intelektual.html' title='Pokok-pokok Pikiran Islam &amp; Intelektual Minangkabau'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-5842894724122296229</id><published>2009-01-02T04:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T04:55:58.479-08:00</updated><title type='text'>Menata Rumah Tangga Sakinah, Di Dalam Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah</title><content type='html'>UCAPAN SELAMAT sangat pantas kita sampaikan kepada kedua orang tua ayah &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dan/dengan', CAPTION, 'jo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;jo&lt;/a&gt; bundo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; berbahagia, yang telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab ibu-bapak di dalam tatanan adat basandi syarak-syarak basandi Kitabullah, yaitu mengazankan dan memberi nama yang baik di kala si anak lahir, kemudian memberi makanan, pakaian dan pelajaran/pendidikan secara cukup, baik dan halal, kemudian yang terakhir mengantarkan anaknya sampai ketangga pelaminan  Demikian pula kepada Engku-engku, ninik mamak pangulu andiko nan gadang basa batuah, alim ulama cadiak pandai suluah bendang di nagari, bundo kanduang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('tiang tengah', CAPTION, 'limpapeh',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;limpapeh&lt;/a&gt; rumah nan gadang, rang mudo parik paga di nagari yang di dalam kehidupan sehari-hari telah menyumbangkan contoh tuladan yang baik sehingga tumbuh dengan itu generasi yang baik dan teguh memegang adatnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, baru saja kita saksikan pelaksanaan satu acara ibadah, yang disunnahkan Rasulullah SAW, "an- nikahu sunnati, man raghiba 'an sunnati falaisa minni", artinya, " nikah itu sunnahku, dan yang tidak mau mengikuti sunnahku, maka tidaklah termasuk umatku",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita bersama telah menjadi saksi atas aqad nikah dari pasangan anak kemenakan dan menantu kita tercinta, sebagai suatu ibadah mengikuti sunnah sangat sacral di dalam tatanan adat kita - adat nan basandi syarak, syarak nan basandi kitabullah", Syarak nan mangato, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('adat, kebiasaan', CAPTION, 'adaik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;adaik&lt;/a&gt; nan mamakai ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita simak lafaz Ijab Kabul mereka sepatah demi sepatah dengan khidmat, kiranya mendapatkan berkah dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semuanya berharap kiranya rumah tangga mereka menjadi penghimpun yang terserak di antara keduanya, pembuka pintu hikmah dan ilmu, menjadi jembatan&lt;br /&gt;rasa mawaddah wa rahmah, yang memberikan rasa aman bagi umat serta kesejahteraan di tengah kampung halaman. Amin Ya Mujibas Sailina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai detik itu, Anakdaro Putri telah menjadi seorang istri, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt; rumah, induak bareh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah tidak lama lagi akan menjadi seorang IBU artinya Ikutan Bagi Umat, menjadi pemayung kasih sayang anak turunan, sesuai pesan Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;an nisak 'imadul bilaad, idza shaluhat shaluhal bilaad kulluhu, wa idza fa sadat, fa-sadatil bilaad kulluhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya kaum ibu itu adalah tiang utama dalam nagari, kalau mereka baik akan baiklah seluruh nagari, dan kalau mereka rusak maka binasalah seluruh nagari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas seorang ibu rumah tangga tidak sekedar menyiapkan makanan dan minuman.&lt;br /&gt;Akan tetapi menjadi sumber dari sakinah yakni bahagia dan ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu sangat dituntut bersifat kreatif, ulet, tabah, sabar dan mampu menghidangkan keindahan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah pesan Nabi SAW,&lt;br /&gt;"Innallaha Ta'alaa jamiilun, yuhibbul jamaala", artinya Allah itu indah dan sangat menyenangi keindahan (HR.Muslim dan Turmudzi) Hati-hatilah selalu, karena setiap langkah selalu di intai kerikil-kerikil tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila bertemu yang pahit, jangan cepat-cepat dimuntahkan, dan tidak selamanya pula yang manis mesti segera di telan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangkali ananda tidak menyukai sesuatu, padahal sebenarnya dibalik itu ada baiknya untukmu. Dan mungkin saja di balik yang ananda sukai ada kerugian untukmu. Allah semata yang tahu, dan kamu tidak mengetahui rahasia sesungguhnya - di sebalik satu kejadian--." Begitu satu kearifan syara' mangato dalam Kitabullah (QS.2, al Baqarah : 216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifan akan melahirkan kewaspadaan dalam bertindak dan berperangai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam awa akie mambayang,&lt;br /&gt;Dalam baiak kanalah buruak,&lt;br /&gt;Dalam &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ketawa', CAPTION, 'galak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;galak&lt;/a&gt; tangih kok tibo,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati gadang utang kok tumbuah.&lt;br /&gt;Artinya, sejak awal harus sudah diperhitungkan apa kiranya akibat akhir dari suatu perbuatan. Dikala melakukan kebaikan perlu dijaga kehati-hatian agar yang baik itu tetap terlaksana dengan baik. Karena hanya kelalaian jua yang akan membawa kepada keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebalik itu tidak segera berbesar hati tatkala menerima kebaikan dengan tertawa, kalau-kalau nanti di belakang kegembiraan tersebut masih tersimpan kedukaan yang membawa tangis.&lt;br /&gt;Sekali-kali jangan pula terlampau memperturutkan hati gadang, karena kesia-siaan seringkali menimbulkan hutang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu di ingat, jangan cepat berputus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riak jo galombang adolah permainan lauik.&lt;br /&gt;Bagisia sampan jo pandayuang adaik nan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sudah', CAPTION, 'alah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;alah&lt;/a&gt; biaso.&lt;br /&gt;Usah rusuah jo putuih &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('esa, satu (\'aso hilang duo tabilang\', esa hilang dua terbilang)', CAPTION, 'aso',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;aso&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Kandalikan kamudi elok-elok,&lt;br /&gt;nak ja-an ma-antak karang.&lt;br /&gt;Kok itu nan sampai ta jadi,&lt;br /&gt;karam sampan karam nakodo,&lt;br /&gt;karamlah rumah tanggo ananda baduo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang paling baik dilakukan, adalah selalu meminta pertolongan kepada Allah dengan shabar dan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai pesan Rasulullah SAW, "Apabila dikau memerlukan sesuatu mintalah kepada Allah. Dan bila engkau memerlukan pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan meminta kepada segala yang di keramatkan, seumpama kepada kuburan ataupun jimat, apalagi kepada paranormal yang kadangkala banyak pula yang tidak&lt;br /&gt;normal. Akibatnya ananda berdua bisa terseret kepada mensyarikatkan Allah, satu dosa besar, ujung-ujungnya doamu tidak akan di kabulkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Rasulullah sangatlah jelas, .... yang lima waktu jangan engkau lalaikan apalagi&lt;br /&gt;di tinggalkan. Doamu akan di nilai dari sini !!!. Allah tidak akan memperhatikan permintaan seorang hamba jika hamba itu tidak mau memenuhi kehendak tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW meningatkan perkataan dari Allah SWT, "Aku tidak akan memperhatikan apa yang menjadi hak hamba-Ku, sebelum ia memenuhi kewajibannya&lt;br /&gt;kepada Ku". (Hadist Qudsi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri, di dalam adat nan basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, diminta untuk selalu mernjaga diri dan muruah-nya ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Hendaklah pakaianmu menutup aurat bila keluar rumah dan bepergian sesuai adat mamakai raso jo pareso, mampunyai malu dengan sopan. Kitabullah menyebutkan perintah Allah, "Wahai Nabi, sampaikan kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu serta istri orang yang beriman, hendaklah bila mereka&lt;br /&gt;berpakaian menutupi seluruh tubuh mereka"( QS. Al Ahzab, ayat 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Jangan berkata keras, apalagi bersikap kasar membangga diri, bagaikan di kacak batih bak batih, di kacak langan bak langan yang di arahkan kepada suami&lt;br /&gt;junjungan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Apabila ingin menyampaikan sesuatu kepada suami, carilah waktu dan saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Jangan menolak panggilan atau suruhan suami kepada yang baik. Bahkan jangan berpuasa sunat tanpa seizing suami (kecuali puasa yang wajib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Jangan berpergian meninggalkan rumah tanpa seizing suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6). Jangan berhias berlebih-lebihan hanya untuk di lihat orang lain, lupa berbenah diri bila suami pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7). Jangan menerima tamu laki-laki kalau bukan keluarga sendiri (muhrim) di saat suami tidak di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8). Simpanlah rahasia rumah tangga ananda berdua dengan baik. Karena menceritakan rahasia rumah tangga, sungguh satu aib besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan-larangan ini, pertanda kuatnya budi dan malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa adat kita di Ranah Minang menyebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dek ribuik rabahlah padi,&lt;br /&gt;di cupak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('datuk, penghulu adat', CAPTION, 'datuak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;datuak&lt;/a&gt; Tumangguang.&lt;br /&gt;Hiduik kalau indak ba budi,&lt;br /&gt;duduak tagak kumari tangguang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rarak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('pepaya logat pariaman', CAPTION, 'Kalikih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;Kalikih&lt;/a&gt; dek mandalu,&lt;br /&gt;tumbuah sa rumpun di tapi &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('empang', CAPTION, 'tabek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;tabek&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;Kok hilang raso jo malu,&lt;br /&gt;bak umpamo kayu lungga pangabek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innama umamul akhlaqu maa baqiyat,&lt;br /&gt;Wa inhumuu dzahabat akhlaquhum dzahabuu.&lt;br /&gt;Kuaik rumah karano sandi,&lt;br /&gt;rusak sandi rumah binaso,&lt;br /&gt;Kuaik bangso karano budi,&lt;br /&gt;rusak budi hancua-lah bangso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya, budi dan malu itulah pakaian bundo kanduang di ranah bundo.&lt;br /&gt;Bundo kanduang adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;limpapeh rumah nan gadang,&lt;br /&gt;umbun puro pegangan kunci,&lt;br /&gt;hiasan di dalam kampuang,&lt;br /&gt;sumarak dalam nagari,&lt;br /&gt;nan gadang basa batauah,&lt;br /&gt;kok hiduik tampek ba nasa,&lt;br /&gt;jikok mati tampek ba niaik,&lt;br /&gt;ka unduang-unduang ka tanah suci,&lt;br /&gt;ka payuang panji ka sarugo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah mulia dan besarnya tanggung jawab bundo kanduang itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya menjadi tiang rumah yang besar, menjadi umbun puro pegangan kunci, menjadi perhiasan kampung dan sumarak nagari, menjadi ikutan yang bertuah, tempat&lt;br /&gt;bernazar bagi anak turunan di masa hidup, menjadi tempat berniat di kala mati telah menjemput, menjadi teman ke tanah suci dan pengganti payung ke sorga, al jannatu tahta aqdamil ummahaat, sorga terletak di bawah telapak kaki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah bersabda,&lt;br /&gt;"Seorang istri yang taat melakukan shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga diri (kehormatan faraj-nya), setia kepada suaminya, -- dia akan di&lt;br /&gt;masukkan ke dalam sorga dari pointu mana saja yang dia ingini" Hadist dari Anas bin Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah mulia dan tingginya penghargaan Allah SWT&lt;br /&gt;bagi seorang istri, bila ia dapat melakukan empat&lt;br /&gt;macam ibadah di tambah dengan ibadah-ibadah lainnya&lt;br /&gt;yang cukup banyak. Bila mau mengamalkannya.&lt;strong&gt;II). Nasehat Petaruh untuk seorang suami.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi ananda mengucapkan Ijab Kabul, artinya ikrar&lt;br /&gt;timbang terima tanggung jawab antara ayah bunda dari istri dengan diri ananda (suami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik ini, ananda marakpulai telah menjadi suami putri dan keluarga di rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nan ka di-bao jadi kawan sa-iriang, tagak ka di-bao ba-iyo, duduak ka di-bao ba-rundiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut ananda ketahui, bahwa si Putri adalah, urang gadih nan jolong gadang, umua nan balun sa tahun jaguang, darah nan balun sa tampuak pinang, pangatahuan nan balun sa &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('koyak/sobek', CAPTION, 'cabiak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;cabiak&lt;/a&gt; daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi Hukum Allah bahwa perempuan di ciptakan sebagai makhluk lemah fisik dan sifatnya. Bila terbentur masalah sulit, pertahanan terakhirnya mudah runtuh. Air mata penyudahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Allah perintahkan kepada setiap suami, wa '&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('apa', CAPTION, 'a',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;a&lt;/a&gt;-syiruu-hunna bil ma'ruf,&lt;br /&gt;artinya pergaulilah istrimu dengan dengan ma'ruf, lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang ananda baca dalam sighat talak ta'lik tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, "khaiyru-kum bi-ahlihi"&lt;br /&gt;artinya sebaik-baik kamu adalah yang paling baik dengan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Rasulullah SAW menasehatkan, "Ar Rahimuuna yarhamuhum ur-Rahmanu, Irhamuu man fil-ardhi yarhamkumullahu man fissama.", artinya "Orang-orang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang, maka sayangilah penduduk bumi agar yang di langit ikut pula menyayangimu." (HR.Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa perempuan itu lebih banyak berbicara dengan perasaannya ketimbang fikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban setiap suami, laki-laki adalah pelindung terhadap perempuan, karena Allah telah memberikan kelebihan kepada kaum lelaki (suami) membelanjakan hartanya untuk membahagiakan perempuan (istrinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab RA, pernah menceritakan tentang bakti istri beliau itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai Pendamping, istriku adalah benteng bagiku dari api neraka, yang setia mendampingi di saat senangdan susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagai penjaga rumah dan harta, istriku yang membantu, menjaga, memelihara rumah dan hartaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai ibu dari anak-anak ku, saya tahu betul betapa beratnya tugas ibu, mengandung, melahirkan menyusukan dan men-jaga anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebagai tukang cuci dan masak, tanpa mengenal lelah setiap hari mencuci, memasakkan makanan untuk ku dan anak-anak ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, aku selalu memaafkan kata-katanya, karena mungkin ada hak-haknya yang belum aku penuhi. Begitu sahabat Nabi SAW mempergauli istri dan membina&lt;br /&gt;rumah tangga berkualitas "baiti jannati", rumahku adalah sorgaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Umar bin Khattab ini mesti ananda tiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBAHAGIAAN DATANGNYA DARI ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberikannya kepada yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan rumah tangga hanya bisa di perdapat dengan saling pengertian dan musyawarah, maka hindarilah sifat mau menang sendiri dan memaksakan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bina rumah tangga dengan penuh kasih sayang. Hindari sifat tertutup dan saling curiga. Hadapi masalah dengan bersama.&lt;br /&gt;Caranya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggang jo kekek cari makan,&lt;br /&gt;Tabang ka pantai kaduo nyo,&lt;br /&gt;Panjang jo singkek pa uleh kan,&lt;br /&gt;mako nyo sampai nan di cito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa suami adalah pemimpin di tengah rumah tangganya,&lt;br /&gt;kullukum raa-'in wa kullukum mas-ulun 'an ra-'yyatihi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya, setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawab atas pimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Syarak menghendaki keseimbangan antara perkembangan hidup rohani dan perkembangan jasmani. Sesungguhnya rohani-mu berhak atasmu. Jasmanimu pun&lt;br /&gt;berhak atasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga wajib di bina. Masyarakat kelilingmu mesti di tenggang.&lt;br /&gt;Keduanya wajib di jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mancari kato mufakaik,&lt;br /&gt;ma-nukuak mano nan kurang,&lt;br /&gt;mam-bilai mano nan senteng,&lt;br /&gt;ma-uleh sado nan singkek,&lt;br /&gt;Man-jinaki mano nan lia,&lt;br /&gt;ma-rapekkan mano nan ranggang,&lt;br /&gt;ma-nyalasai mano nan kusuik,&lt;br /&gt;Ma-nyisik mano nan kurang,&lt;br /&gt;ma-lantai mano nan lapuak,&lt;br /&gt;mam-baharui mano nan usang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keseimbangan hidup berumah tangga dalam masyarakat adat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alah bakarih samporono,&lt;br /&gt;Bingkisan rajo Majopahik,&lt;br /&gt;Tuah basabab bakarano,&lt;br /&gt;Pandai batenggang di nan rumik.&lt;br /&gt;BEBERAPA PETUAH PERLU DIPERPEGANGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) "Berbuatlah untuk hidup akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok dan berbuatlah untuk hidup duniamu, seolah-olah akan hidup selama-lamanya". (Hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah menyebutkan, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."&lt;br /&gt;(QS.28, Al Qashash:77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaedah hidup di Ranah Minang mengadatkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Handak kayo badikik-dikik,&lt;br /&gt;Handak tuah batabua urai,&lt;br /&gt;Handak mulia tapek-i janji,&lt;br /&gt;Handak luruih rantangkan tali,&lt;br /&gt;Handak buliah kuat mancari,&lt;br /&gt;Handak namo tinggakan jaso,&lt;br /&gt;Handak pandai rajin balaja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai semuanya itu amatlah diperlukan kematangan dan kecermatan diri dan keteguhan hati di dalam melaksanakan setiap langkah dan perbuatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hawai sa habih raso,&lt;br /&gt;Di karuak sa habih gauang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni berpikir sebelum bertindak, karena menurut kata bijak berpikir itu pelita hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah terletak sesungguhnya kedewassan di dalam memimpin satu keluarga, negeri ataupun negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mancancang ba - landasan,&lt;br /&gt;Ma lompek ba - situmpu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, setiap langkah mesti mempunyai alasan yang tepat, program yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kepala rumah tangga tidak boleh bertindak semena-mena, apalagi melangkah tanpa berpikir lebih dahulu baik dan buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setiap kebijakan yang diambilnya selaku seorang suami kepala rumah tangga adalah untuk kepentingan seluruh anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arti yang lebih luas, berkorong berkampung dan bertaratak bernagari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerukunan adalah modal yang sangat besar, di samping materi yang harus di pelihara dengan menjauhi pemborosan di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dek sakato mangkonyo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ada', CAPTION, 'ado',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ado&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;Dek sakutu mangkonyo maju,&lt;br /&gt;Dek ameh mangkonyo kameh,&lt;br /&gt;Dek padi mangkonyo manjadi.&lt;br /&gt;Jangan di lupakan pesan Nabi SAW,&lt;br /&gt;"Sebaik-baik mukmin seseorang adalah yang paling sempurna akhlaknya". (HR. Thabarany dan Abu Nu'aim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Rasulullah SAW menasehatkan, "Ar Rahimuuna yarhamuhum ur-Rahmanu, Irhamuu man fil-ardhi yarhamkumullahu man fissama.", artinya "Orang-orang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang, maka sayangilah penduduk bumi agar yang di langit ikut pula menyayangimu." (HR.Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa perempuan itu lebih banyak berbicara dengan perasaannya ketimbang fikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban setiap suami, laki-laki adalah pelindung terhadap perempuan, karena Allah telah memberikan kelebihan kepada kaum lelaki (suami) membelanjakan hartanya untuk membahagiakan perempuan (istrinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab RA, pernah menceritakan tentang bakti istri beliau itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai Pendamping, istriku adalah benteng bagiku dari api neraka, yang setia mendampingi di saat senangdan susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagai penjaga rumah dan harta, istriku yang membantu, menjaga, memelihara rumah dan hartaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai ibu dari anak-anak ku, saya tahu betul betapa beratnya tugas ibu, mengandung, melahirkan menyusukan dan men-jaga anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebagai tukang cuci dan masak, tanpa mengenal lelah setiap hari mencuci, memasakkan makanan untuk ku dan anak-anak ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, aku selalu memaafkan kata-katanya, karena mungkin ada hak-haknya yang belum aku penuhi. Begitu sahabat Nabi SAW mempergauli istri dan membina&lt;br /&gt;rumah tangga berkualitas "baiti jannati", rumahku adalah sorgaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Umar bin Khattab ini mesti ananda tiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBAHAGIAAN DATANGNYA DARI ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberikannya kepada yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan rumah tangga hanya bisa di perdapat dengan saling pengertian dan musyawarah, maka hindarilah sifat mau menang sendiri dan memaksakan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bina rumah tangga dengan penuh kasih sayang. Hindari sifat tertutup dan saling curiga. Hadapi masalah dengan bersama.&lt;br /&gt;Caranya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggang jo kekek cari makan,&lt;br /&gt;Tabang ka pantai kaduo nyo,&lt;br /&gt;Panjang jo singkek pa uleh kan,&lt;br /&gt;mako nyo sampai nan di cito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa suami adalah pemimpin di tengah rumah tangganya,&lt;br /&gt;kullukum raa-'in wa kullukum mas-ulun 'an ra-'yyatihi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya, setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawab atas pimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Syarak menghendaki keseimbangan antara perkembangan hidup rohani dan perkembangan jasmani. Sesungguhnya rohani-mu berhak atasmu. Jasmanimu pun&lt;br /&gt;berhak atasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga wajib di bina. Masyarakat kelilingmu mesti di tenggang.&lt;br /&gt;Keduanya wajib di jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mancari kato mufakaik,&lt;br /&gt;ma-nukuak mano nan kurang,&lt;br /&gt;mam-bilai mano nan senteng,&lt;br /&gt;ma-uleh sado nan singkek,&lt;br /&gt;Man-jinaki mano nan lia,&lt;br /&gt;ma-rapekkan mano nan ranggang,&lt;br /&gt;ma-nyalasai mano nan kusuik,&lt;br /&gt;Ma-nyisik mano nan kurang,&lt;br /&gt;ma-lantai mano nan lapuak,&lt;br /&gt;mam-baharui mano nan usang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keseimbangan hidup berumah tangga dalam masyarakat adat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alah bakarih samporono,&lt;br /&gt;Bingkisan rajo Majopahik,&lt;br /&gt;Tuah basabab bakarano,&lt;br /&gt;Pandai batenggang di nan rumik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA PETUAH PERLU DIPERPEGANGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) "Berbuatlah untuk hidup akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok dan berbuatlah untuk hidup duniamu, seolah-olah akan hidup selama-lamanya". (Hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah menyebutkan, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."&lt;br /&gt;(QS.28, Al Qashash:77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaedah hidup di Ranah Minang mengadatkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Handak kayo badikik-dikik,&lt;br /&gt;Handak tuah batabua urai,&lt;br /&gt;Handak mulia tapek-i janji,&lt;br /&gt;Handak luruih rantangkan tali,&lt;br /&gt;Handak buliah kuat mancari,&lt;br /&gt;Handak namo tinggakan jaso,&lt;br /&gt;Handak pandai rajin balaja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai semuanya itu amatlah diperlukan kematangan dan kecermatan diri dan keteguhan hati di dalam melaksanakan setiap langkah dan perbuatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hawai sa habih raso,&lt;br /&gt;Di karuak sa habih gauang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni berpikir sebelum bertindak, karena menurut kata bijak berpikir itu pelita hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah terletak sesungguhnya kedewassan di dalam memimpin satu keluarga, negeri ataupun negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mancancang ba - landasan,&lt;br /&gt;Ma lompek ba - situmpu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, setiap langkah mesti mempunyai alasan yang tepat, program yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kepala rumah tangga tidak boleh bertindak semena-mena, apalagi melangkah tanpa berpikir lebih dahulu baik dan buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setiap kebijakan yang diambilnya selaku seorang suami kepala rumah tangga adalah untuk kepentingan seluruh anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arti yang lebih luas, berkorong berkampung dan bertaratak bernagari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerukunan adalah modal yang sangat besar, di samping materi yang harus di pelihara dengan menjauhi pemborosan di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dek sakato mangkonyo ado,&lt;br /&gt;Dek sakutu mangkonyo maju,&lt;br /&gt;Dek ameh mangkonyo kameh,&lt;br /&gt;Dek padi mangkonyo manjadi.&lt;br /&gt;Jangan di lupakan pesan Nabi SAW,&lt;br /&gt;"Sebaik-baik mukmin seseorang adalah yang paling sempurna akhlaknya". (HR. Thabarany dan Abu Nu'aim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pesan Nabi Muhammad SAW,&lt;br /&gt;" Man laa yarhamun-naasa. Laa yarhamuhul-llahu",&lt;br /&gt;artinya, "Yang tidak bisa menyangi sesama manusia&lt;br /&gt;tidak akan disayangi oleh Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas seorang suami adalah bekerja sepenuh hati.&lt;br /&gt;Ka lauik riak mahampeh,&lt;br /&gt;Ka karang rancam ma-aruih,&lt;br /&gt;Ka pantai ombak mamacah.&lt;br /&gt;Jiko mangauik kameh-kameh,&lt;br /&gt;Jiko mencancang, putuih - putuih,&lt;br /&gt;Lah salasai &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('begini', CAPTION, 'mangko',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;mangko&lt;/a&gt;-nyo sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bekerja mengerahkan semua potensi yang ada, tidak menyertakan lalai dan enggan, tidak berhenti sebelum benar-benar sampai, bacarai hanyo dek tumbilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Di sisi lain tidak boleh dilupakan sikap saling menghargai keluarga kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua belah pihak mempunyai kedudukan sama. Ketahuilah bahwa ananda berdua ini, sepertinya, ibarat tingga maneteng nasi masak, kana lah dari mano datangnyo padi. Ibarat tingga manimang buah ranum, kanalah ka tampuak tampek bagantuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya yang nikah memang ananda berdua, tapi yang kawin adalah seluruh keluarga kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peliharalah selalu,&lt;br /&gt;Adat hiduik tolong manolong,&lt;br /&gt;Adat mati janguak man janguak,&lt;br /&gt;Adat isi bari mam-bari,&lt;br /&gt;Adat tidak salang ma-nyalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basalang tenggang, artinya saling meringankan&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;kesediaan memberikan pinjaman untuk mendukung&lt;br /&gt;kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pandai-pandai hidup bermasyarakat. Agama maupun&lt;br /&gt;adat mengajarkan, hormati nan tuo, sayangi nan&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kecil', CAPTION, 'ketek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ketek&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,&lt;br /&gt;Seumpama sebuah pelayaran, maka kami lepas ananda berdua mengharungi bahtera kehidupan berbekal budi luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat kata orang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('pergi', CAPTION, 'pai',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;pai&lt;/a&gt; anak marantau,&lt;br /&gt;ma-nyauak di hilie-hilie,&lt;br /&gt;bakato di bawah-bawah,&lt;br /&gt;ba-rundiang sapatah di pikiri,&lt;br /&gt;di agak duri nan ka manggaruih,&lt;br /&gt;di agak rantiang nan ka manyangkuik,&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('gemuk', CAPTION, 'gapuak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;gapuak&lt;/a&gt; usah mambuang lamak,&lt;br /&gt;cadiaek usah mambuang kawan,&lt;br /&gt;gadang usah malendo,&lt;br /&gt;tinggi usah ma himpok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya,&lt;br /&gt;hasibuu anfusakum qabla an tuha sabuu,&lt;br /&gt;wa zinuu a'malakum qabl;a an tuuzana 'alaikum ,&lt;br /&gt;maknanya,&lt;br /&gt;hitung-hitunglah diri, ukurlah bayang-bayang sapanjang badan, sebelum di hitung oleh yang lain, dan&lt;br /&gt;timbang-timbanglah amal perbuatan - karena kelak Allah  akan melakukan timbangan atas dirimu - sebelum engkau mengadakan penilaian terhadap amalan orang-orang&lt;br /&gt;lainnya. (Atsar Shahabat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingek sabalun kanai,&lt;br /&gt;Kulimek balun &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('habis, ludes', CAPTION, 'abih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;abih&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;Ingek-ingek nan ka-pai,&lt;br /&gt;Agak-agak nan ka-tingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, memelihara prinsip hidup dengan akidah yang benar dan istiqamah (konsisten) menjadi tugas setiap anak nagari di Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini terletak 'izzah martabat diri.&lt;br /&gt;Namun ....,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kok di &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover=""&gt;anjak berarti berpindah tempat misalnnya anjak an buku tu berarti pindahkan buku itu.Anjak juga bisa disebut asak....(sinonim)', CAPTION, 'anjak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;anjak&lt;/a&gt; urang banda sawah,&lt;br /&gt;jikok di aliah urang batu pasupadanan,&lt;br /&gt;jikok di ubah urang kato pusako,&lt;br /&gt;jikok di anjak urang kato nan bana,&lt;br /&gt;Busuangkan dado padek-padek,&lt;br /&gt;paliek-kan tando laki-laki,&lt;br /&gt;ja-an takuik nyawo malayang,&lt;br /&gt;ja-an cameh darah taserak,&lt;br /&gt;aso hilang duo tabilang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanamo anak laki-laki,&lt;br /&gt;sabalun aja ba pantang mati,&lt;br /&gt;baribu saban mandatang,&lt;br /&gt;namun mati hanyo sakali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di dalam kabanaran,&lt;br /&gt;bago di pancuang lihie putuih,&lt;br /&gt;satapak ja-an namuah suruik,&lt;br /&gt;kato bana di anjak jangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini terpatri muruah kita.&lt;br /&gt;Selalu berpegang kepada kebenaran. Jangan&lt;br /&gt;terpengaruh&lt;br /&gt;primordialisme, jangan pula berperangai penjilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulukan kepentingan negeri (negara) di atas dari&lt;br /&gt;kepentingan diri. Walau nyawa menjadi tantangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah sa bingkah alah ba punyo,&lt;br /&gt;rumpuik sa halai lah ba miliak,&lt;br /&gt;malu nan balun di &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('beri/kasih', CAPTION, 'agiah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;agiah&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;suku nan tak buliah di anjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian hidup bermasyarakat itu akan terasa apabila&lt;br /&gt;kita ada orang merasa bertambah dan bila kita pergi&lt;br /&gt;orang merasa kehilangan, karena itu hiduplah dengan&lt;br /&gt;saling mengingatkan kepada hidayah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran (al-haq min rabbika), datangnya dari Tuhanmu, artinya yang di gariskan oleh syari'at agama Islam wajib kita menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatanan masyarakat kita di Minangkabau, tetap menghormati kebenaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamanakan barajo ka Mamak,&lt;br /&gt;Mamak barajo ka Pangulu,&lt;br /&gt;Pangulu barajo ka mupakaik,&lt;br /&gt;Mupakaik barajo ka nan bana,&lt;br /&gt;Nan bana ba-diri sandirinyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas segala penghormatan kepada tatanan masyarakat,&lt;br /&gt;maka mufakat sangatlah di utamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufakat bertujuan hanya untuk menegakkan kebenaran dengan pedoman tunggalnya adalah hidayah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "siapapun yang membawa seseorang kepada petunjuk hidayah Allah - kemudian di ikutinya petunjuk itu --,&lt;br /&gt;maka dia akan mendapatkan balasan sebagaimana balasan yang diterima oleh orang yang mengikutnya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh"&lt;br /&gt;(H.R. Imam Muslim dan Ash-habus-Sunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah, dengan pedoman hidup ini layarkanlah bahtera hidup, hati-hati memegang kemudi, Insya Allah terjejak tanah tepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersama mendoakan, Semoga Allah akan senantiasa melimpahkan berkah&lt;br /&gt;yang banyak kepada ananda berdua yang telah mengumpulkan ananada berdua ke dalam kebaikan. Amin Ya Mujibas Sailina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabillahittaufiq wal hidayah,&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-5842894724122296229?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/5842894724122296229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=5842894724122296229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/5842894724122296229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/5842894724122296229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/menata-rumah-tangga-sakinah-di-dalam.html' title='Menata Rumah Tangga Sakinah, Di Dalam Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-6611853419361609949</id><published>2009-01-02T04:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T04:51:34.985-08:00</updated><title type='text'>Kesenian Tradisional Minangkabau</title><content type='html'>Sekapur Sirih&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/images/stories/050604asaluang.jpg" alt="Image" title="Image" width="275" border="0" height="200" hspace="6" /&gt;Orang Minangkabau memiliki tradisi seni pertunjukan yang termasuk paling kaya ragamnya di Indonesia. Acara-acara atau kegiatan-kegiatan yang lazim dilengkapi dengan seni pertunjukan adalah pesta keluarga (seperti perkawinan, khitanan, membuka rumah baru, menobatkan kutua adat baru) serta perayaan-perayaan rakyat (seperti saat panen, meresmikan mesjid, perayaan hari besar agama).&lt;br /&gt;Acara-acara tersebut seringkali diawali dengan pawai keliling disiang hari yang biasanya melibatkan pemain-pemain talempong (suatu ensambel gong-gong kecil) dan gendang. Untuk acara keagamaan, musik arak-arakan ini dapat diganti dengan nyanyian keagamaan dengan diiringi rebana.Pertunjukan utama biasanya dimulai malam hari dan dapat berlangsung hingga subuh.&lt;br /&gt;Diantara bentuk kesenian yang ada, yang paling ramai dan mahal adalah randai, suatu bentuk teater yang dibawakan diluar rumah dengan melibatkan sekitar 20 sampai 30 pemain. Randai menggabungkan unsur tarian, musik instrumental, nyanyian lepas, nyanyian naratif, dengan adegan-adegan yang dilakonkan dan dialog-dialog lisan.&lt;br /&gt;Selain itu ada bentuk kesenian lain yang sederhana yang diselenggarakan dalam rumah dengan hanya melibatkan satu atau dua orang penyanyi dan satu atau dua alat musik pengiring. Diantara bentuk kesenian tersebut, ada yang membawakan suatu kisah yang dinyanyikan secara naratif (seperti &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('lagu, nyanyi,..badendang(menyanyi,)..sekarang dendang identik dengan saluang,..tukang dendang: orang yang melantunkan lagu', CAPTION, 'dendang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;dendang&lt;/a&gt; Pauah, Sijobang), ada yang dimulai denfan beberapa lagu lepas (non-naratif) tetapi kemudian berubah sifat menjadi kisah yang dinyanyikan (seperti Rabab Pariaman, Rabab Pasisia), serta saluang; bentuk kesenian yang tidak membawakan cerita sama sekali dan hanya terdiri dari lagu-lagu lepas. Cerita-cerita itu-yang sudah sering diketahui oleh pendengarnya-tidak disajikan sebagai hafalan, melainkan diceritakan secara spontan. Unsur spontanitas juga terdapat dalam syair-syair untuk lagu-lagu lepasnya.&lt;br /&gt;Pada umumnya suatu pertunjukan dimulai agak malam, kemungkinan setelah suatu pertunjukan pengantar-musik pop, atau tarian minang yang diringi talempong- dituntaskan. Pada tahap awal pertunjukan seperti pertunjukan saluang, Rabab Pariaman, suasana biasanya ringan, dan sering syair lagunya mengenai percintaan, yang kadang secara sugestif. Tetapi semakin jauh malam menjadi lebih bersuasana nostalgia, melankonis, dan sekaligus memilukan.&lt;br /&gt;Dengan jumlah pemain yang sangat terbatas, bentuk kesenian ini bersuara pelan dan bersifat akrab-cocok untuk tengah malam. Dari pendengarnya dituntut perhatian penuh, tetapi tidak selalu diperoleh: para penonton malah ngobrol, merokok, makan, main kartu dan domino; pada muda-mudi mencuri kesempatan bercumbu rayu. Kalau sudah sampai jam satu atau dua pagi, banyak penonton telah pulang, dan dari yang masih tinggal kebanyakan tertidur. Tetapi beberapa diantaranya masih bertahan duduk dekat dengan para pemain, menyimak syair-syairnya dengan tekun, sambil berdecak kagum pada suatu kalimat yang tepat, menuggu babak-babak cerita selanjutnya.&lt;br /&gt;Untuk dapat merasakan apa daya tarik bentuk kesenian tersebut kepada penontonnya, kita mungkin dapat membayangkan ada seorang aktor professional yang sedang duduk diruang tamu kita, yang selama berjam-jam membawakan suatu cerita atau syair-syair, dengan meyertakan didalam ceritanya nama, tempat, orang-orang dan keadaan sehari-hari kehidupan kita sendiri.&lt;br /&gt;Pada edisi pertama ini, kami menyajikan salah satu diantaranya yakni kesenian Saluang.&lt;br /&gt;Nama Saluang diambil dari nama seruling panjang yang acapkali menjadi satu-satunya alat pengiring yang digunakan pada seni pertunjukan ini. Bentuk kesenian ini (yang kadang-kadang disebut juga Saluang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dan/dengan', CAPTION, 'jo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;jo&lt;/a&gt; Dendang-saluang disertai nyayian) sangat populer didaerah darek dan dikalangan orang-orang darek di perantauan. Kesenian ini selain ditampilkan pada acara perayaan kampung dan acara keluarga, juga sering ditampilkan pada sejenis acara pengumpulan dana malam bagurau.&lt;br /&gt;Saluang itu sendiri adalah sebuah pipa bambu terbuka, panjangnya sekitar 65 cm dengan diameter dalam sekitar 2,5 cm, dengan 4 lobang jari. Pemain, biasanya laki-laki, memegang saluang miring ke bawah dan ke satu sisi. Untuk menghasilkan aliran suara yang tak terputus, pemain tersebut menggunakan teknik nafas "circular breathing" supaya suara tidak berhenti sewaktu pemain menarik nafas.&lt;br /&gt;Sulit menjelaskan sistem laras yang diterapkan pada musik saluang. Beberapa tangga nada dipakai dalam repertoar; intonasi sering tidak stabil; dan tidak ada sistem pelarasan yang mutlak. Untuk saluang dengan nada dasar C=do, kita boleh menganggap tangga nada pokok yang dimainkan sebagai nada do, re, mi, fa, sol. Tapi dalam kenyataannya nada do kadang-kadang cenderung menuju di (1) . Gegitu pula halnya untuk nada-nada lainnya yang diperoleh dengan menutup separoh dari lubang jari. Ada kalanya pemain saluang memainkan nada-nada yang berada diatas dan dibawah nada pokok.&lt;br /&gt;Melodi saluang berbentuk ulangan meskipun syair-syair yang dinyanyikan berubah-ubah. Dalam pertunjukan, pemain saluang selalu didampingi oleh seorang penyanyi (pendendang), yang membawakan pantun. Satu pantun biasanya selesai dalam satu ulangan melodi. Seringkali ada dua atau tiga penyanyi yang tampil:mereka biasanya menyanyi secara bergantian diiringi saluang.&lt;br /&gt;Lagu-lagu saluang digolongkan berdasarkan suasana atau emosi. Sebagian besar masuk ke golonga lagu sedih, dan banyak diantaranya diistilahkan dengan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('tangis sangat sedih sampai menguyu-nguyu', CAPTION, 'ratok',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ratok&lt;/a&gt;, "ratapan". Satu sub-kategori dari lagu-lagu sedih dikira berasal dari daerah sekitar Gunung Singgalang; lagu-lagu ini, yang semua judulnya diawali dengan kata Singgalang, mempunyai ciri khas pada saluang, yaitu semacam getaran (oscillation) antara dua nada yang berdekatan. Lagu-lagu sedih selalu nonmetris (tanpa mad). Sebaliknya, dua golongan lagu lainnya-gembira dan 'setengah gembira'- selau metris.&lt;br /&gt;Selain penggolongan menurut suasana, ada juga pengelompokan yang berdasarkan nada pokok (nada yang memulai setiap perulangan) seperti "tertutup" yakni dengan menutup semua lubang jari, "tutup tiga" yakni dengan membuka lubang terjauh dari mulut pemain, serta "tutup dua" dan "tutup satu". Kebanyakan lagu dari daerah pantai Sumatera barat (pasisia) tergolong "tertutup", sedangkan kebanyakan ratok tergolong "tutup tiga". Untuk lagu-lagu dari daerah Danau Maninjau tergolong pada "tutup dua", sedangkanlagu-lagu yang diambil dari kesenian Sijobang biasanya tergolong pada "tutup satu".&lt;br /&gt;Judul-judul lagu saluang yang banyak dikenal dimasyarakat antara lain :&lt;br /&gt;Padang Magek&lt;br /&gt;Ratok koto Tuo&lt;br /&gt;Ratok Solok&lt;br /&gt;Muaro Labuah&lt;br /&gt;Pariaman Lamo&lt;br /&gt;Lubuak Sao&lt;br /&gt;Ambun Pagi&lt;br /&gt;Berikut ini kami berikan syair beberapa lagu saluang :&lt;br /&gt;Ã‚Â&lt;br /&gt;Padang Magek&lt;br /&gt;Lah Masak padi Padang Magek&lt;br /&gt;Lah dituai anak lah tuan oi ondeh lah mudo-mudo&lt;br /&gt;Kasiah sayang minta dijawek&lt;br /&gt;Lah ko lai didalam lah tuan oi ndeh lah hati juo&lt;br /&gt;Lah Masak padi Padang Magek&lt;br /&gt;Lah manguniang ndeh lah tuan oi lah daun tuonyo&lt;br /&gt;Tuang Tagamang lai bajawek Denai tagamang lah tuan ai yo ondeh lah jatuah sajo&lt;br /&gt;Kalam bakabuik Bukik Kaluang&lt;br /&gt;Tampak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; dari lah tuan oi ndeh lah Kampuang Lambah&lt;br /&gt;Bapasan denai ka nan kanduang&lt;br /&gt;Janji nan dulu lah tuan oi ondeh lah jan diubah&lt;br /&gt;Kaparak batuang den sandakan&lt;br /&gt;Kajalan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt; lah tuan oi ondeh lah taniayo&lt;br /&gt;Ka tuan untuang disandakan&lt;br /&gt;Lah indak nan kontan lah tuan oi ondeh lah &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('seorang', CAPTION, 'surang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;surang&lt;/a&gt; juo&lt;br /&gt;Ã‚Â&lt;br /&gt;Ratok Solok&lt;br /&gt;Nan singkarak jo Paniggahan&lt;br /&gt;O nan ka pasa ka Sumani&lt;br /&gt;Ka pasa ka Sumani&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('gara-gara', CAPTION, 'ulah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ulah&lt;/a&gt; dek rono tarang bulan&lt;br /&gt;Palito nyala dipadami&lt;br /&gt;Palito nyala dipadami&lt;br /&gt;O nan kok &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ada', CAPTION, 'ado',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ado&lt;/a&gt; janjang ka &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('langit', CAPTION, 'langik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;langik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bialah dunia den tinggakan&lt;br /&gt;Iduik nan banyak sansaronyo&lt;br /&gt;Apo ka tenggang tukang jaik&lt;br /&gt;Kok lai balabiah pangguntiangan&lt;br /&gt;Siso dibaok rang nan punyo&lt;br /&gt;Gadang-gadang kayu di rimbo&lt;br /&gt;Sikaduduak da(h)nguang-mandanguang&lt;br /&gt;Sikaduduak danguang-mandanguang&lt;br /&gt;Kadang-kadang hati kok ibo&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dimana', CAPTION, 'dima',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;dima&lt;/a&gt; duduak si(h)nan bamanuang&lt;br /&gt;Dima duduak sinan bamanuang&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ukmitb.tripod.com/kesenian.htm"&gt;http://ukmitb.tripod.com/kesenian.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Carano online&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-6611853419361609949?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/6611853419361609949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=6611853419361609949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/6611853419361609949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/6611853419361609949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/kesenian-tradisional-minangkabau.html' title='Kesenian Tradisional Minangkabau'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-2531724673428256506</id><published>2009-01-02T04:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T04:49:20.624-08:00</updated><title type='text'>Musik Tradisional Minangkabau Dari Masa Ke Masa</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suku bangsa Minangkabau sebagai salah satu kelompok budaya di Nusantara kita  ini, memiliki berbagai ragam jenis musik tradisional yang hidup di tengah  masyarakatnya. Apabila dilihat lebih jauh kondisi kehidupan musik tradisional tersebut  sangat bervariasi, ada yang hidup berkembang sesuai dengan zamannya di tengah-tengah  masyarakat pendukungnya dan juga diluar masyarakat pendukungnya, dan ada pula yang mengalami kemunduran, bahkan bisa dikatakan hampir mendekati kepunahan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;div align="left"&gt;Melihat hal di atas maka dari itu diperlukan adanya usaha pelestarian dan  pengembangan sehingga diharapkan musik tradisional itu tidak hilang dimakan masa dan   tetap dapat hidup di era globalisasi sekarang ini. Akan tetapi walaupun ada kekhawatiran   terhadap kondisi demikian, sesungguhnya secara politis, Minangkabau masih lebih baik  dalam masalah usaha pewarisan seni budaya, karena di daerahtersebut terdapat beberapa&lt;br /&gt;sekolah yang bergerak dalam pendidikan kesenian, seperti Sekolah Karawitan Indonesia&lt;br /&gt;Padang, Jurusan Sendratasik Universitas Negeri Padang dan Sekolah Tinggi Seni&lt;br /&gt;Indonesia Padang Panjang.&lt;br /&gt;Lembaga ini mempunyai program dalam usaha pewarisan,  pelestarian dan pengembangan seni Minangkabau. Tetapi dalam tulisan ini penulis juga  berusaha untuk memperkenalkan musik tradisional Minangkabau kepada pembaca dalam usaha pengembangan musik tradisional Minangkabau sebagai salah satu kekayaanbudaya nusantara.&lt;br /&gt;Pengembangan musik tradisional yang cenderung mengarah kepada penyesuaian keperluan apresiasi masyarakat masa kini yang dinamis dan perilaku yang serba cepat, maka pertimbangan pengembangan musik tradisional mengarah pula kepada penempatan dinamika musikal sebagai dasar disain dramatik penggarapan musik itu sendiri. Pengembangan seperti di atas telah banyak dilakukan oleh para seniman Minangkabau,&lt;br /&gt;yang mana para komponis-komponis itu menggarap konsep pengembangan musik&lt;br /&gt;tradisional yang disesuaikan dengan keperluan seni pertunjukan.&lt;br /&gt;Adanya pengembangan berarti dinamika sebuah garapan musik yang berdasarkan&lt;br /&gt;kepada pengembangan musik tradisional telah membuka peluang terhadap beberapa jenis&lt;br /&gt;musik tradisional yang mempunyai pola melodi ataupun ritme dinamis yang mendapat&lt;br /&gt;tempat mengisi bahagian-bahagian dalam komposisi musik baru.&lt;br /&gt;Pengembangan tersebut bertujuan menempatkan musik tradisional yang mewakili&lt;br /&gt;masa lalu sehingga dapat hadir dalam &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kuali besar', CAPTION, 'kancah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kancah&lt;/a&gt; apresiasi masyarakat sekarang ini. Memang&lt;br /&gt;menghadapi tantangan yang sangat sensitif bila suaut pengembangan yang dilakukan&lt;br /&gt;terhadap musik tradisional mengakibatkan kemunduran dari nilai-nilai yang telah ada&lt;br /&gt;sebelumnya. Menurut Edi Sedyawati (1990) dalam bukunya “Local Genius Dalam Seni”,&lt;br /&gt;mengemukakan bahwa pengembangan musik tradisional Indonesia cenderung mempunyai konotasi kuantitatif daripada kualitatif, yaitu membesarkan volume penyajian, meluaskan wilayah penyajiannya dengan berpegang kepada mencari kemungkinan untuk mengolah dan memperbaharui wajah sebagai usaha pencapaian kualitatif (1981:50).&lt;br /&gt;Jadi secara ideal yang patut dijaga dalam suatu usaha pengembangan musik tradisional terutama adalah prinsip-prinsip dasar dari suatu musik yang amat dibanggakan &lt;br /&gt;oleh masyarakat pendukungnya, sehingga masyarakat pendukungnya itu tetap merasa&lt;br /&gt;memiliki hasil pengembangan musik tersebut. Namun demikian perlu dibatasi persoalan&lt;br /&gt;pengembangan musik tradisional ke ‘bentuk baru’ (kreatif) yang mendasari penggarapan&lt;br /&gt;musiknya kepada kebebasan berekspresi melalui eksperimental. Dan diharapkan hasil&lt;br /&gt;eksperimen itu bisa dan dapat mewakili sekelompok orang di zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; PENGEMBANGAN DALAM KREATIVITAS KOMPOSISI MUSIK KREASI  (MUSIK BARU)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan musik tradisional dapat dibagi kedalam beberapa bentuk yang masing-masingnya mempunyai ciri tersendiri dan mempunyai masyarakat pemerhati/penikmat tertentu. Kreativitas itu dilakukan oleh pihak seniman atau komponis&lt;br /&gt;yang non akademik dan juga kalangan akademik itu sendiri.&lt;br /&gt;Pengembangan yang paling mudah kita jumpai yaitu dalam bentuk pengembangan&lt;br /&gt;musik tradisional ke arah musik ‘pop daerah’ (popular) biasanya mengarah ke bentuk&lt;br /&gt;komersial, seperti yang terjadi pada lagu-lagu pop daerah yang rata-rata hampir setiap&lt;br /&gt;etnik di nusantara melakukannya. Kecenderungan yang terjadi dan yang menonjol dari&lt;br /&gt;hasil pengembangan itu adalah orientasi ke bentuk komposisi musik pop Indonesia yang&lt;br /&gt;mana melibatkan elemen-elemen musik barat.&lt;br /&gt;Bentuk pengembangan seperti ini sudah cukup lama terjadi dan cukup banyak  &lt;br /&gt;pula penggemarnya. Apresiasi terhadap musik barat cukup mengakar khususnya di&lt;br /&gt;Sumatera Barat dan umumnya di Indonesia, karena disebabkan mulai dari bangku&lt;br /&gt;sekolah Taman Kanak-kanak sampai dengan Sekolah Menengah Umum (TK Kuntum&lt;br /&gt;Mekar/SMUN II Bukit Tinggi) pada umumnya apresiasi musik barat telah diikuti oleh&lt;br /&gt;murid-murid dalam mata pelajaran kesenian, maupun ekstra kurikuler. Kemudian faktor&lt;br /&gt;lainnya lagi yaitu media elektronik seperti TV, Radio, dan lain lain senantiasa&lt;br /&gt;memperdengarkan musik-musik pop yang pada dasarnya mengacu pada bentuk&lt;br /&gt;komposisi musik barat.&lt;br /&gt;Jadi wajar jika lagu-lagu pop daerah yang juga memakai elemen musik barat mudah dimengerti dan dinikmati. Yang masuk kategori lagu daerah di nusantara ini adalah antara lain :&lt;br /&gt;- Ayam Den Lapeh  (Minangkabau)&lt;br /&gt;- Butet  (Batak)&lt;br /&gt;- Lancang Kuning  (Melayu Riau)&lt;br /&gt;- Jali-Jali  (Betawi)&lt;br /&gt;- Bubuy Bulan  (Sunda)&lt;br /&gt;- Rek Ayo Rek  (Jawa Timur)&lt;br /&gt;- Hela Rotane  (Maluku)&lt;br /&gt;- Jaje Nak Ee  (Bali)&lt;br /&gt;- Yamko Rambe Yamko (Papua)&lt;br /&gt;Melalui kreativitas seniman, lagu-lagu daerah seperti di atas telah memakai iringan dengan alat musik yang pada umumnya pula berasal dari alat musik barat sehingga lagu-lagu daerah tersebut digolongkan kepada lagu pop daerah. Kalau dilihat lebih jauh instrumen musik sebagai pengiring lagu di atas sesuai pula dengan keperluan dan selera masyarakat di daerah seperti kecenderungan akhir-akhir ini mempergunakan  Keyboard (organ) yang mempunyai kemampuan melahirkan berbagai macam bunyi bagaikan sebuah group band lengkap.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; Di Minangkabau perkembangan musik pop daerah dewasa ini sudah sangat jauh memasuki dunia musik pop yang berkembang secara umum di Indonesia, bahkan dengan  cepat telah memanfaatkan ciri-ciri trend musik dunia. Misalnya di Minangkabau bisa kita  lihat musik pop daerahnya yang cukup populer masa kini seperti lagu Kutang Barendo  yang berasal dari seni vokal tradisional &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('lagu, nyanyi,..badendang(menyanyi,)..sekarang dendang identik dengan saluang,..tukang dendang: orang yang melantunkan lagu', CAPTION, 'dendang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;dendang&lt;/a&gt; Minangkabau dengan iringan Saluang (end blown flute) dengan teknik sirkulasi tiupan. Bahkan tidak kalah lagi diantara lagu-lagu pop daerah yang berangkat dari musik dan lagu tradisi itu telah dikembangkan lagi dengan memasukkan unsur-unsur ‘rap’ kedalam komposisi musiknya. Memang mau tidak mau harus diakui bahwa lagu-lagu dengan memuat musik seperti di atas cukup laris  terjual di Minangkabau Sumatera Barat dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Pengembangan musik tradisional ke arah musik kreasi baru cenderung dilakukan oleh seniman-seniman kreatif yang berlatar belakang pendidikan formal dan non formal. &lt;br /&gt;Umumnya pengembangan berangkat dari musik tradisi salah satu etnik atau beberapa&lt;br /&gt;etnik yang digarap berdasarkan konsep pribadi si seniman setelah memahami konsep-&lt;br /&gt;konsep berbagai musik yang dilibatkannya kedalam komposisi musiknya.&lt;br /&gt;Pengembangan musik tradisi semacam ini memberi kebebasan kepada si pencipta berkreasi dan tidak merasa dibebani oleh etika tradisional. Kebebasan itu memang dimanfaatkan oleh para seniman memperkenalkan lingkungannya, dan menyatakan diri sebagai seniman yang mewakili zamannya. Dalam cakrawala kreatifitas musik dengan kebebasan seperti di atas diperlukan sejauhmana masing-masing seniman mengenal dunia musikal dalam bentuk baru itu, sehingga mereka benar-benar mewakili zaman dan budaya kreatifitas seni di zaman kebebasan berkomunikasi dan mengeluarkan pendapat  ini.&lt;br /&gt;Beberapa nama seniman yang dianggap cukup berhasil mengkomunikasikan karya komposisi musiknya yang berpegang pada musik tradisional dewasa ini di Minangkabau antara lain adalah : Muhammad Halim, Hanife, Elizar dan Hajizar &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU  DI LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai lembaga pendidikan kesenian formal di Sumatera Barat, Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang telah melakukan pengembangan-pengembangan musik  tradisional Minangkabau baik oleh mahasiswa maupun oleh staf pengajarnya.&lt;br /&gt;Yang menjadi dasar titik tolak dalam pengembangan musik tradisional itu adalah kemampuan kreatif seseorang menciptakan sesuatu nilai musikal yang dianggap baru dan&lt;br /&gt;dapat diterima masyarakat menjadi komposisi musik baru. Penciptaan itu berangkat dari&lt;br /&gt;musik tradisional maka yang menjadi kerangka dasar garapan itu ialah sistem tradisi musik itu sendiri. Sedangkan yang dimaksud dengan pernyataan kreativitas berupa bentuk-bentuk baru membawa sistem tradisi musik tersebut dapat memasuki dan hidup  dalam apresiasi masyarakat masa kini.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh seniman mutlak memerlukan inspirasi karena ia merupakan komponen daripada seni. Melalui bahan atau tema, dan motif yang diperoleh &lt;br /&gt;dari inspirasi itu, seniman pencipta akan dapat menghadirkan pengalaman-pengalaman&lt;br /&gt;komunikatif yang diyakini melalui ciptaannya (Hajizar, 1994:6).&lt;br /&gt;Berdasarkan inspirasi yang bersumber dari pengalaman-pengalaman musikal, seorang seniman atau komponis melakukan pemilihan materi pengembangan yang secara  sadar diyakininya dapat diterima oleh pendengar. Secara umum masyarakat masa kini cenderung mendengar musik yang dinamis. Inspirasi musikal dalam hubungannya dengan penciptaan musik baru biasanya dipunyai oleh para seniman musik dan itu tidak dapat diprogramkan di lembaga pendidikan formal karena bakt kesenimanan itu sudah menjadi bawaan atau karunia yang diperolehnya semenjak dari lahir. Kenyataan seperti itu bisa kita lihat di lembaga-lembaga pendidikan formal bahwasanya mata pelajaran yang berhubungan dengan komposisi musik yang diajarkan seperti yang tertera di kurikulum  namun hasilnya mahasiswa yang berbakat juga yang dapat mampu menyelesaikan dengan baik tanpa banyak rintangan dan kendala.&lt;br /&gt;Metode pengajaran komposisi musik yang diawali dengan mempelajari beberapa jenis musik tradisional memang menguntungkan bagi mahasiswa karena musik tradisional sebagai materi penggarapan secara keterampilan telah dikuasai mahasiswa  sesuai dengan sejauhmana bakat yang menopang semangat belajarnya. Sedangkan pengalaman musikal secara umum (baik musik barat maupun musik kontemporer) diperoleh mereka melalui pengalaman diluar lembaga formal. Kemudian pengalaman itulah yang memberi “warna” dan kualitas terhadap sesuatu penciptaan musik baru atau  kreasi.&lt;br /&gt;Suatu karya kreativitas musik tentu memerlukan penikmat yang dapat berkomunikasi dengan karya tersebut, maka pertimbangan yang amat baik dipikirkan oleh seorang seniman atau komponis adalah penonton atau penikmat karya seni itu sehingga pemilihan terhadap kemungkinan pengembangan itu perlu penyesuaian dengan  apresiasi penonton/penikmat (Murgiyanto, 1992:19).&lt;br /&gt;Ada dua golongan pengembangan musik tradisional yang dilakukan oleh seniman-seniman yang ada di lembaga seni Minangkabau yaitu jenis komposisi musik dan jenis musik tari. Kedua jenis penggarapan musik itu sangat berbeda proses maupun teknik penggarapannya.&lt;br /&gt;Komposisi musik ditujukan untuk penikmat yang hanya terfokus kepada bunyi walaupun kita sadar secara visual dalam pertunjukannya juga memunculkan pemain musik. Bagi musik tari atau musik pengiring tari (iringan tari), yang diutamakan adalah  garapan tariannya. Kehadiran musik juga sangat menentukan dalam mengungkapkan  ekspressi tarian tetapi sifatnya hanya sebagai pengiring tari, dan penggarapan musik dalam hal ini terikat dengan tradisional ke bentuk komposisi musik yang mempunyai beberapa konsepsi ideal, pengembangan beberapa musik tradisi yang dianggap dapat disatukan atas pertimbangan kemampuan seseorang dalam mencermati hubungan unsur-unsur musikal yang sebelumnya berada pada musik tradisi masing-masing untuk kemudian disatukan dalam bentuk baru. Beberapa hal yang dapat dicontohkan seperti hubungan itu dapat berupa penciptaan penyambungan dari satu bentuk atau bahagian musik tradisi ke bentuk/&lt;br /&gt;bahagian musik tradisi lain. Namun demikian pengembangan atau perubahan-perubahan dari materi musik tradisional sebagai bahan pokok cenderung terjadi dengan tujuan menjadikan bahan tradisi tersebut lebih dinamis.&lt;br /&gt;Dalam hal ini pengembangan atau perubahan-perubahan materi pokok itu biasanya dalam penggarapan tempo, ritem, melodi, dan dinamika karena pada musik tradisional cenderung dianggap “monoton” (statis). Tidak jarang pula pengembangan itu terjadi dalam pemakaian alat-alat musik yang sama dengan tujuan memberi kekuatan dinamika dan estetika.&lt;br /&gt;Penyatuan dua atau beberapa bentuk musik tradisi dapat pula dilakukan berupa&lt;br /&gt;penggabungan musik itu dalam waktu yang sama atau bersamaan. Pemahaman dan kejelian si komponis menggarap masing-masing sistem musik tradisi dalam penyusunan musik atas dasar penggabungan itu amat penting, sebab kesatuan unit masing-masing tradisi telah mempunyai nuansa sendiri. Jadi, dalam penggabungannya tentu identifikasi&lt;br /&gt;masing-masing tradisi tetap hadir dan tertangkap oleh perasaan pendengar tanpa harus&lt;br /&gt;“menghilangkan” satu diantaranya sehingga dapat dikenal dua atau beberapa musik&lt;br /&gt;tradisi berada dalam bentuk penggabungan. Hasil dari penggabungan itu, disamping rasa&lt;br /&gt;masing-masing tradisi tertangkap, juga memunculkan rasa musikal yang baru secara  keseluruhan.&lt;br /&gt;Dibandingkan antara pengembangan musik tradisional dalam komposisi musik baru dengan persoalan pengembangan musik tradisional dalam iringan tari (musik tari) yang sangat terikat dengan keperluan tari, maka terasa peluang kebebasan kreatif dalam menciptakan komposisi musik baru cukup banyak. Oleh sebab itu, seniman yang bergerak dalam kreativitas komposisi musik baru berpeluang menjaring ‘trend’ komposisi musik baru dunia untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam proses penciptaan.&lt;br /&gt;Bagi mahasiswa yang sedang belajar komposisi musik, pada kesempatan-kesempatan&lt;br /&gt;tertentu diberikan apresiasi terhadap perkembangan komposisi musik baru yang dianggap&lt;br /&gt;telah mendunia.&lt;br /&gt;Musik tari yang berpegang kepada prinsip tari tidak selalu ketat dalam aturan-aturan yang dikehendaki koreografer, persoalannya seorang koreografer belum tentu memahami musik sama dengan seorang komponis memahami musiknya dalam sebuah tari. Seringkali seorang koreografer hanya memberikan pola dasar musik iringan tarinya, sedangkan untuk menyusun menjadi komposisi musik iringan tari yang utuh atau sempurna diberikan kepada komponis. Jadi, dalam keterikatannya dengan tari sebenarnya masih ada pilihan-pilihan bentuk garapan musik yang diserahkan kepada komponis mengolahnya walaupun tetap terikat dalam hubungan yang mutlak dengan tari seperti ketentuan dalam mengiringi ritme tari atas kehendak koreografer.&lt;br /&gt;Di lembaga-lembaga pendidikan formal antara lain SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) yang ada di Minangkabau, suatu karya tari yang diciptakan oleh  siswa/ mahasiswa atau staf pengajar bidang tari, pada umumnya menyerahkan penggarapan musik iringan tarinya kepada siswa atau mahasiswa atau staf pengajar pada bidang (jurusan) karawitan (musik tradisional). Hanya beberapa orang saja dari koreografer tari yang mampu memberikan konsep musik iringannya sebagai dasar garapan musik tari. Biasanya yang terjadi antara koreografer dengan komponis ketika berproses menciptakan sebuah tari adalah kerjasama didalam kegiatan prosesi itu.&lt;br /&gt;Komunikasi diantara keduanya terjadi setelah sama-sama berhadapan dengan objek atau&lt;br /&gt;proses penggarapan tari dan berdialog tentang perihal penggarapan itu. Hasil yang maksimal secara ideal pada umumnya terjadi bila koreografer bersifat kritis terhadap &lt;br /&gt;musik sehingga musik iringan yang digarap oleh komponis itu benar-benar seperti yang&lt;br /&gt;dibayangkan oleh koreografer.&lt;br /&gt;Kemudian perkembangan itu berlanjut pada tahun-tahun akhir 1980-an, lembaga-lembaga seni ini menemukan bentuk garapan baru yaitu penggabungan antara musik barat dengan musik tradisional. Komposisi musik penggabungan dua tradisi yang berbeda itu dilakukan oleh kerjasama antara siswa/mahasiswa dan staf pengajar bidang (jurusan) karawitan dengan siswa/mahasiswa dan staf pengajar jurusan musik (musik barat). Pada dasarnya kerjasama itu cenderung dalam praktek musik dan bukan dalam melahirkan konsep, sebab kehadiran musik tradisional berada di dalam kerangka komposisi musik barat (orkes simponi). Sebagaimana yang diketahui bahwa konsep komposisi musik barat telah diatur sedemikian rupa berdasarkan teori yang telah baku, sedangkan musik tradisional mempunyai sistem yang amat berbeda dengan teori musik barat. Jadi, usaha yang dilakukan berupa mencari titik-titik temu yang hasilnya tidak menyalahi secara total&lt;br /&gt;prinsip bangunan komposisik musik barat dan musik tradisional itu sendiri. Beberapa komponis yang telah melakukan hal di atas seperti :&lt;br /&gt;- Muhammad Iklas&lt;br /&gt;- Nedi Erman&lt;br /&gt;- Marta Roza&lt;br /&gt;- Rizaldi&lt;br /&gt;- Mahdi Bahar  Junaidi&lt;br /&gt;- Dan lain lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan urian di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan musik tradisional dilakukan oleh seniman-seniman kreatif bertujuan agar musik tradisional itu dapat menempatkan keberadaannya di cakrawala apresiasi masyarakat masa kini. Hasil  kreativitas musik yang dalam tulisan ini disebut “Komposisi Musik Kreasi” dilakukan oleh seniman-seniman akademik dan non akademik.&lt;br /&gt;Seniman-seniman akademik cenderung memilih pengembangan musik tradisional ke bentuk komposisi musik baru (kreasi) berdasarkan pendidikan formal yang diperolehnya dan diikuti oleh bakat. Sedangkan seniman lain atau non akademik berkembang atas dasar pengalaman.&lt;br /&gt;Pada lembaga-lembaga pendidikan kesenian telah banyak melakukan pengembangan musik tradisional ke dalam tiga golongan, masing-masing :&lt;br /&gt;1. Pengembangan ke dalam jenis komposisi musik baru (kreasi) yaitu musik tradisi  (kompsisi karawitan).&lt;br /&gt;2. Komposisi musik tari atau iringan tari.&lt;br /&gt;3. Pengembangan kedalam komposisi musik barat.&lt;br /&gt;Pengembangan musik tradisional perlu dilakukan, terutama dalam menghadapi  masa depan yang amat berpengaruh menggeser keberadaan musik tradisional itu sendiri dari apresiasi masyarakatnya. Sehingga memungkinkan ia tidak berfungsi lagi dan tentu  akan lenyap dari muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-2531724673428256506?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/2531724673428256506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=2531724673428256506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/2531724673428256506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/2531724673428256506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/musik-tradisional-minangkabau-dari-masa.html' title='Musik Tradisional Minangkabau Dari Masa Ke Masa'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-616212360775937883</id><published>2009-01-02T04:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T04:46:26.191-08:00</updated><title type='text'>Arti Penting Pendidikan Tinggi Menurut Agama Dan Budaya Minangkabau</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Visi Misi Pendidikan Indonesia ;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan Suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. (UUD-45)&lt;br /&gt;“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”, dan &lt;br /&gt;"Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan &lt;p&gt;menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab, serta&lt;br /&gt;berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”.&lt;br /&gt;(UU No. 20 th 2003, Sistem Pendidikan Nasional)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MUKADDIMAH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sudah lama kita mendengar ungkapan, “jadilah kamu berilmu yang mengajarkan ilmunya ('aaliman), atau belajar (muta’alliman), atau menjadi pendengar (mustami’an), dan jangan menjadi kelompok keempat (rabi'an), yakni tidak tersentuh proses belajar mengajar dan enggan pula untuk mendengar. Pendidikan dan menuntut ilmu adalah satu kewajiban asasi anak manusia.&lt;br /&gt;Bimbingan agama menyebutkan, “menuntut ilmu adalah wajib, bagi setiap lelaki dan perempuan muslim” (Al-Hadist). Dan pesan Rasul SAW  juga mengingatkan, “siapa yang inginkan mendapat keberhasilan di dunia, hanya didapat dengan ilmu, dan siapa yang inginkan akhirat juga dengan ilmu, dan siapa yang inginkan keduanya juga dengan ilmu” (Al-Hadist). Dengan ilmu, seseorang akan mengabdikan kehidupannya dengan ikhlas, cerdas dan pintar, berilmu dan berakhlak, serta beramal shaleh dengan  ilmunya yang menjelmakan hasanah pada diri, kerluarga, dan di tengah umat di kelilingnya.&lt;br /&gt;FENOMENA GLOBAL YANG MENCEMASKAN&lt;br /&gt;Di tengah kehidupan kini, tampak ada satu fenomena mencemaskan. Infiltrasi budaya asing terasa berat menghimpit. Pengaruhnya tampak kepada perubahan perilaku masyarakat. Pengagungan kekuatan materi (materialistic) secara berlebihan, sangat kentara. Kecenderungan memisah kehidupan duniawi dari supremasi agama (sekularistik) mulai menjadi-jadi. Pemujaan kesenangan indera, mengejar kenikmatan badani (hedonistik), mulai susah menghindari. Secara hakiki, perilaku umat menjauh dari nilai-nilai budaya luhur.&lt;br /&gt;Di Minangkabau, kaedah-kaedah – adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah -, mulai terabaikan. Keadaan makin diperparah, dengan kemalasan menambah ilmu, dan enggan berprestasi. Akhirnya, rela atau tidak, situasi tersebut telah ikut mengundang maraknya kriminalitas, sadisme, dan krisis secara meluas.&lt;br /&gt;Paradigma giat merantau dalam menuntut ilmu , telah bergeser kepada semata menumpuk materi, mengabaikan ilmu dan keterampilan. Akibatnya, tumbuh ketidakberdayaan generasi. Ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan lemahnya minat menyerap informasi dan komunikasi. Kondisi ini telah menjadi penghalang pencapaian keberhasilan di segala bidang. Hilang network, menjadi titik lemah penilaian terhadap generasi bangsa.&lt;br /&gt;Tantangan berat dapat diatasi dengan kejelian menangkap peluang. Memacu peningkatan kualitas diri, mendorong ke proses pembelajaran terpadu (integrated). Memacu diri memasuki pendidikan di tingkat perguruan tinggi, dan pengamalan contoh baik (uswah) dari akhlak agama (syari’at, etika religi), serta nilai luhur adat istiadat Minangkabau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MENGHADAPI ARUS KESEJAGATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Arus kesejagatan (globalisasi) yang deras secara dinamik perlu dihadapi dengan penyesuaian-penyesuaian. Artinya, arus kesejagatan tidak boleh mencabut generasi dari akar budaya bangsanya.&lt;br /&gt;Arus kesejagatan (globalisasi) mesti dirancang untuk dapat ditolak mana yang tidak sesuai, dan dipakai mana yang baik.  Tidak boleh ada kelalaian dan berpangku tangan di tengah mobilitas serba cepat, dan modern.  Persaingan tajam kompetitif, tidak dapat dielakkan, ketika laju informasi dan komunikasi efektif tanpa batas.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah kini siap menghadapi perubahan cepat penuh tantangan?. Tanpa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, lulusan perguruan tinggi, yang berani menerapkan ilmu, dengan kekuatan budaya, teguh (istiqamah) beragama, maka terjangan globalisasi itu, amat sulit dihadapi. Karenanya, semua elemen dalam masyarakat harus mampu bersaing dalam tantangan sosial budaya, ekonomi, politik di era ini. Globalisasi akan mengait ke semua aspek kehidupan manusia. Salah satunya, melalui penguasaan iptek, ICT dan akhlak yang teguh. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;HILANGNYA AKHLAK MENJADIKAN SDM LEMAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perilaku individu dan masyarakat, selalu menjadi ukuran tingkatan moral dan akhlak. Hilang kendali menjadi salah satu penyebab lemahnya ketahanan bangsa. Lantaran rusaknya sistim, pola dan politik pendidikan.&lt;br /&gt;Hapusnya panutan, lemahnya peran tokoh, dan pemangku adat dalam mengawal budaya syarak, serta pupusnya wibawa keilmuan di dalam mengamalkan syariat agama Islam, selama ini, telah memperlemah daya saing anak nagari.&lt;br /&gt;Lemahnya tanggung jawab masyarakat, juga berdampak kepada tindak kejahatan yang meruyak secara meluas. Interaksi nilai budaya asing yang bergerak kencang, telah ikut melumpuhkan kekuatan budaya luhur di nagari Dalam struktur kekerabatan, terasalah pagar adat budaya mulai melemah. Fungsi lembaga pendidikan mulai bergeser ke bisnis. Dan, generasi mulai malas menambah ilmu.&lt;br /&gt;Hilang keseimbangan telah mendatangkan frustrasi sosial yang parah. Tatanan masyarakat berhadapan dengan berbagai kemelut. Krisis nilai ikut menggeser akhlak Tanggungjawab moral sosial mengarah ke tidak acuh (permisiveness).&lt;br /&gt;Perilaku maksiat, aniaya dan durjana, mulai payah membendung. Pergaulah di tengah kehidupan juga mengalami gesekan-gesekan. Dalam menerapkan ukuran nilai, terjadi pula pergeseran tajam. Ini amat membahayakan. Krisis kridebilitas dan "erosi kepercayaan" jadi sulit dihindari. Peran orang tua, di mimbar kehidupan juga mengalami kegoncangan wibawa.&lt;br /&gt;Membiarkan terbawa arus deras perubahan sejagat tanpa memperhitungkan jati diri, telah menyisakan malapetaka budaya.  Bahaya mengancam ketika lemahnya jati diri. Keadaan ini terjadi karena kurang komitmen kepada nilai luhur, nilai agama (syarak), yang sejak lama sesungguhnya telah menjadi anutan bangsa. &lt;br /&gt;Lemahnya jati diri dipertajam tindakan isolasi diri, dan tidak mampu menguasai “bahasa dunia” dalam politik dan ekonomi, paham agama dan tatanan social, serta  budaya. Generasi bangsa mulai di jajah budaya asing di negerinya sendiri. Tertutuplah peluang peran-serta dalam kesejagatan.  Hilangnya percaya diri, lebih banyak disebabkan oleh, &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('apa', CAPTION, 'a',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;a&lt;/a&gt;. Lemah penguasaan teknologi dasar penopang perekonomian bangsa,&lt;br /&gt;b. Lemah minat menuntut ilmu.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Kesenjangan sosial dan kemiskinan telah mempersempit peluang pendidikan dan kesempatan mendapatkan pekerjaan secara merata. Idealisme generasi muda tentang masa depan mulai kabur. Berawal dari terseoknya perjalanan budaya (adat) dengan mengabaikan nilai agama (syarak). Penyakit sosial yang kronis, mulai menggerogoti sendi-sendi kehidupan, di antaranya kegemaran berkorupsi. Lemahnya syarak (aqidah tauhid) di tengah mesyarakat menjadi cerminan perilaku yang tidak Islami. Umat mulai senang melalaikan ibadah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MENGOPTIMALISASIKAN PERAN RUMAH TANGGA&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Jati diri bangsa dibentuk oleh kuatnya peranan ibu bapa di rumah tangga, yang menjadi kekuatan inti dalam masyarakat.  Semangat dan dorongan cita-cita besar, kekayaan kearifan, dimulai menanam di persemaian rumah tangga (extended family). Kedalaman pengertian dan pengamalan perilaku beradat dan beragama, kejelian melihat perubahan situasi – &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('belum', CAPTION, 'alun',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;alun&lt;/a&gt; bakilek &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sudah', CAPTION, 'alah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;alah&lt;/a&gt; ta kalam -, mendorong minat lebih kuat untuk meraih pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;Untuk itu, perlu di dahulukan nelakukan ;  &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;penguatan lembaga keluarga (extended family),  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;pemeranan peran serta masyarakat secara pro aktif, “singkek ba uleh, Kurang ba tukuak”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;peneguhan komitmen menjaga perilaku hidup beradat berbudaya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Setiap generasi yang lahir di satu rumpun bangsa (daerah) wajib dijadikan ;  &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kekuatan yang peduli dan pro-aktif dalam menopang pembangunan bangsa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekuatan mewujudkan kesejahteraan yang adil merata dalam program-program pembangunan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sadar akan manfaat menjadi penggerak pembangunan dengan jelas berkesinambungan, menggerakkan partisipasi yang tumbuh dari bawah dan di payung dari atas. Setiap individu di dorong untuk maju, rasa aman yang menjamin kesejahteraan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Generasi penerus yang sadar dan taat hukum.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Upaya ini dapat dilakukan dengan memulai dari lembaga keluarga dan rumah tangga, melalui pemeranan orang tua, ibu bapak, ninik mamak, unsur masyarakat dalam kekerabatan adat Minangkabau, yang lebih efektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GENERASI PENYUMBANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membentuk generasi penyumbang (innovator) dalam bidang pemikiran (aqliyah) harus menjadi sasaran utama.  Keberhasilan didapat dengan keunggulan institusi di bidang pendidikan. Pendidikan ditujukan untuk membentuk generasi yang menguasai pengetahuan, dengan kemampuan identifikasi masalah yang dihadapi, mengarah kepada kaderisasi, dengan penswadayaan kesempatan-kesempatan yang ada. &lt;br /&gt;Generasi baru mesti dibentuk melalui perguruan tinggi (ma’had al ‘aliy), dengan kemampuan mampu mencipta, sebagai syarat utama keunggulan. Kekuatan budaya dalam masyarakat akan menyatukan semua potensi yang ada. Generasi muda berilmu harus menjadi aktor utama di pentas kesejagatan. Mereka mesti dibina dengan budaya kuat yang berintikan "nilai-nilai dinamik" dan relevan dalam kemajuan di masa ini. Mesti memiliki budaya luhur (tamaddun), bertauhid, kreatif dan dinamik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENDIDIKAN DENGAN PENGUATAN NILAI BUDAYA (TAMADDUN)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat  maju yang tamaddun, adalah masyarakat berbudaya dan berakhlaq. Akhlaq adalah melaksanakan ajaran agama (Islam). Memerankan nilai-nilai tamaddun -- agama dan adat budaya -- di dalam tatanan kehidupan masyarakat, menjadi landasan kokoh meletakkan dasar pengkaderan (re-generasi).&lt;br /&gt;Pengkaderan melalui strategi pendidikan mesti berasas akidah agama (Islam) yang jelas tujuannya. Membuat generasi dengan tasawwur (world view) yang integratik dan umatik, sifatnya bermanfaat untuk semua, terbuka dan transparan.&lt;br /&gt;Generasi bangsa dapat berkembang dengan pendidikan akhlak, budi pekerti dan penguasaan ilmu pengetahuan. Akhlak karimah adalah tujuan sebenar dari proses pendidikan. Akhlak adalah wadah diri menerima ilmu-ilmu yang benar, membimbing umat ke arah amal karya, kreasi, inovasi, motivasi yang shaleh. Sesungguhnya akhlak adalah jiwa pendidikan, inti ajaran agama, buah dari keimanan.&lt;br /&gt;Apabila sains dipisah dari aqidah syariah dan akhlak, akan lahirlah saintis tak bermoral agama, dengan ilmunya banyak, tetapi imannya tipis, dengan kepedulian di tengah bermasyarakat sangat sedikit. Ilmu tanpa agama lebih menjauhkan kesadaran tanggung jawab akan hak dan kewajiban asasi individu secara amanah, sebagai nilai puncak budaya Islami yang sahih.&lt;br /&gt;Sikap penyayang dan adil, mengikat hubungan harmonis dengan lingkungan, ulayat, dan ekosistim, menjadi lebih indah dan sempurna. Sesuatu akan selalu indah selama benar. Budaya berakhlak mulia adalah wahana kebangkitan bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kekuatan budayanya. Memperkaya warisan budaya dengan aqidah tauhid, istiqamah pada syari’at agama Islam, akan menularkan ilmu pengetahuan yang segar, dengan tradisi luhur.   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MEMBENTUK SUMBER DAYA MANUSIA  BERKUALITAS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib membentuk sumber daya umat (SDU) yang berciri kebersamaan dengan nilai asas "gotong royong", berat sepikul ringan sejinjing, atau prinsip ta'awunitas. Beberapa model dapat dikembangkan di kalangan generasi masa depan. Antara lain, pemurnian wawasan fikir disertai kekuatan zikir, penajaman visi, melalui melalui gerakan pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;Bila pendidikan ingin dijadikan modus operandus di dalam membentuk SDM, maka di samping kurikulum ilmu terpadu dan holistik, perlu dirancang kualita murabbi yang sedari awal dibina terpadu, dengan metodologis berasas tamaddun yang holistik. Kekuatan hubungan ruhaniyah (spiritual emosional) berasas iman dan taqwa akan memberikan ketahanan bagi umat.&lt;br /&gt;Hubungan ruhaniyah ini akan lebih lama bertahan daripada hubungan struktural fungsional. Maka, perlu domein ruhiyah itu dibangun dengan sungguh-sungguh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MENGUATKAN LEMBAGA PENDIDIKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan secara sederhana adalah membina anak didik agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik sehingga sanggup menghadapi tantangan hidupnya di masa yang akan datang dengan kecerdasan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Pada saat ini lembaga pendidikan kita belum dapat menghasilkan apa yang diharapkan karena proses pendidikan belum berjalan dengan benar. Di antaranya ; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pendidikan terlalu akademis, kurang menghubungkannya dengan kenyataan dalam kehidupan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan masih saja menekankan pada jumlah informasi yang dapat dihafal, bukan bagaimana menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan kurang menekankan pada berfikir kritis dan kreatif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan kurang memberi tekanan pada pembentukan nilai dan sikap yang mencerminkan agama dan budaya serta etos kerja yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orientasi pendidikan pada lulus ujian dan ijazah, bukan pada kemampuan nyata yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Longgarnya evaluasi belajar telah menimbulkan dampak negatif yakni kurang terdorong anak didik untuk belajar serius, karena mudah lulus walau kurang belajar.&lt;br /&gt;Perlu ada kepastian pemerintah di daerah, dengan satu political action yang mendorong pengamalan ajaran Agama (syarak) Islam, melalui jalur pendidikan formal dan non-formal. Political will ini sangat menentukan dalam membentuk generasi masa datang yang kuat. Beberapa langkah nyata dapat ditempuh ;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memperbaiki proses belajar mengajar sehingga tekanan tidak lagi hanya pada penguasaan jumlah informasi, tetapi bagaimana mencari dan mengolah informasi secara kritis dan kreatif, pembentukan kepribadian dan sikap yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekolah perlu memiliki perpustakaan yang menyediakan sumber belajar yang lengkap untuk memperluas wawasan siswa dan tidak mencukupkan hanya pada buku teks.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keberhasilan sekolah di ukur dari kemampuan siswanya memenuhi standar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dorong sekolah untuk bersaing secara sehat dengan mengutamakan mutu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu pembudayaan nilai-nilai budaya Minangkabau yang berakar ke Islam dalam keseharian di sekolah oleh seluruh warga tanpa kecuali.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah perlu mengontrol pertumbuhan sekolah swasta melalui penetapan standar yang ketat. Sosialisasi pengetatan standar mutu sekolah-sekolah secara terus menerus, mesti dilakukan secara konsisten.&lt;br /&gt;Mengembangkan keteladanan (uswah hasanah) dengan sabar, benar, dan memupuk rasa kasih sayang melalui pengamalan warisan spiritual religi Menguatkan solidaritas beralaskan iman dan adat istiadat luhur.  “&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; kuriak kundi nan sirah sago, nan baik budi nan indah baso”. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MEMBANGUN SAHSIAH GENERASI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Generasi bangsa mesti hidup mempunyai sahsiah  (شخصية) yang baik. Sahsiah atau keperibadian terpuji melukiskan sifat yang mencakup gaya hidup, kepercayaan, kesadaran beragama dan harapan, nilai, motivasi, pemikiran, perasaan,  budi pekerti, persepsi, tabiat, sikap dan watak, akan mampu menghadirkan kesan positif dalam masyarakat bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;Faktor kepribadian tetap diperlukan dalam proses pematangan perilaku yang mencerminkan watak, sifat fisik, kognitif, emosi, sosial dan rohani seseorang.  Ciri kepribadian yang mesti ditanamkan merangkum sifat-sifat, &lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Sifat Ruhaniah dan Akidah, mencakup ;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;a. keimanan yang kental kepada Allah yang Maha Sempurna,&lt;br /&gt;b. keyakinan mendalam terhadap hari akhirat, dan&lt;br /&gt;c. kepercayaan kepada seluruh asas keimanan (arkan al iman) yang lain.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;2. Sifat-Sifat Akhlak, tampak di dalam perilaku;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;a. Benar, jujur, menepati janji dan amanah.&lt;br /&gt;b. Ikhlas dalam perkataan dan perbuatan,&lt;br /&gt;c. Tawadhu’, sabar, tabah dan cekatan,&lt;br /&gt;d. Lapang dada – hilm --, pemaaf dan toleransi.&lt;br /&gt;e. Bersikap ramah, pemurah, zuhud dan berani bertindak.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3.    Sifat Mental, Kejiwaan dan Jasmani, meliputi,&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.1. Sikap Mental, &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;a. Cerdas teori, amali, dan sosial, menguasai hal takhassus,&lt;br /&gt;b. Mencintai bidang  akliah yang sehat, fasih,  bijak penyampaian.&lt;br /&gt;c. Mengenali ciri, watak, kecenderungan masyarakat Nagari &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;3.2. Sifat Kejiwaan,&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;a. emosi terkendali, optimis dalam hidup, harap kepada Allah,&lt;br /&gt;b. Percaya diri dan mempunyai kemauan yang kuat.&lt;br /&gt;c. Lemah lembut dan baik dalam pergaulan dengan masyarakat. &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;3.3. Sifat Fisik, &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;a. sehat tubuh,&lt;br /&gt;b. berpembawaan menarik, bersih, rapi (kemas)&lt;br /&gt;c. penampilan watak menyejukkan.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Semua sikap utama itu dapat dibentuk melalui pendidikan, dan mengamalkan agama dengan benar, dan tidak menyimpang dari ruh syari’at.&lt;br /&gt;Maknanya, dengan pendidikan tinggi, generasi bangsa mampu melakukan strukturisasi ruhaniyah dalam upaya membuat generasi yang bertanggung jawab. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MENETAPKAN LANGKAH KE DEPAN&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Pembinaan generasi muda yang akan mewarisi pimpinan berkualitas wajib mempunyai jati diri, padu dan lasak, integreted inovatif. Langkah yang dapat dilakukan adalah mengasaskan agama dan akhlak mulia sebagai dasar pembinaan.&lt;br /&gt;Langkah drastik berikutnya mencetak ilmuan beriman taqwa seiring dengan pembinaan minat dan wawasan untuk mewujudkan delapan tanggung jawab hidup; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tanggungjawab terhadap Allah, dengan iman kukuh, dan ibadah istiqamah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggungjawab terhadap Diri, baik dari aspek fisik, emosional, mental maupun moral, dan mampu berkhidmat kepada Allah, masyarakat dan negara. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggungjawab terhadap Ilmu, menguasai ilmu mendalam dan menelusuri dimensi spiritualitas Islam dalam ilmu pengetahuan untuk tujuan kesejahteraan manusia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggungjawab terhadap Profesi, yang selalu menjaga kepercayaan dan memelihara maruah diri dengan amanah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggungjawab terhadap Nagari, menjaga keselamatan anak Nagari dengan ikhlas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tangungjawab Terhadap Sejawat, menghindari tindakan yang mencemarkan, dan selalu menjaga kemajuan bersama karena Allah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggungjawab terhadap Bangsa  dan Negara, menjaga kerukunan dalam syari’at Allah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggung jawab kepada Rumah Tangga dan Ibu Bapa, mewujudkan hubungan mesra dan kerjasama yang erat di antara institusi pendidikan dengan rumahtangga.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Generasi muda ke depan mesti menyatukan akidah, budaya dan bahasa bangsa, untuk dapat mewujudkan masyarakat maju, berteras keadilan sosial yang terang.&lt;br /&gt;Strategi pendidikan maju, dan berperadaban, menjadi satu nikmat yang wajib dipelihara, agar selalu bertambah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULANNYA ;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ajaran tauhid mengajarkan, agar kita senantiasa menguatkan hati dengan iman dan taqwa, serta berperilaku dengan akhlak mulia. Ketahuilah, bahwa Allah selalu beserta orang yang beriman.&lt;br /&gt;Dengan bermodal keyakinan tauhid ini, generasi terpelajar mesti bangkit dengan pasti dan sikap yang positif.&lt;br /&gt;a. Menjadi sumber kekuatan dalam proses pembangunan&lt;br /&gt;b. Menggerakkan  integrasi aktif,&lt;br /&gt;c. Menjadi subjek dan penggerak pembangunan nagari dan daerahnya sendiri.&lt;br /&gt;Sebagai penutup, mari kita lihat perubahan di tengah arus globalisasi ini sebagai satu ujian, yang mendorong kita untuk selalu dapat berbuat lebih baik.&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:     إِذَا َكثُرَتْ ذُنُوْبُ الْعَبْدِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ مَا يُكَفِّرُهَا مِنَ العَمَلِ ابْتَلاَهُ الله عَزَّ وَ جَلَّ بِالْحُزْنِ لِيُكَفِّرَهَا عَنْهُ (رواه أحمد)&lt;br /&gt;Jika dosa manusia sudah terlalu banyak, sementara tidak ada lagi amal yang bisa menghapuskannya. Maka Allah SWT menguji mereka dengan berbagai kesedihan, supaya dosa-dosa mereka terhapus. (HR. Ahmad [24077]. &lt;br /&gt;Ketika bangsa ini sedang meniti cobaan demi cobaan, di tengah arus kesejagatan yang melanda, mari tanamkan keyakinan kuat, bahwa di balik itu semua, pasti ada tangan kekuasaan Allah SWT, yang sedang merancang sesuatu yang lebih baik untuk kita,  sesudahnya ……. , (inna ma'al 'ushry yusraa).&lt;br /&gt;Sebagai bangsa kita mesti sadar bahwa apapun yang terjadi di alam ini adalah atas kehendak dan izin Allah Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;Maka sikap terbaik dalam menghadapi ujian demi ujian ini, adalah sabar pada terpaan awal kejadian dengan ridha. &lt;br /&gt;Mari kita tingkatkan kekuatan iman dan taqwa.&lt;br /&gt;Amalkan akhlak mulia sesuai adat istiadat bersendi syarak.&lt;br /&gt;Jaga ibadah dengan teratur, dan menguatkan diri sambil berdoa ;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الرِّضَى بَعْدَ القَضَى&lt;br /&gt;“Duhai Allah, hamba mohon kepada-Mu sikap ridha dalam menerima ketentuan-Mu”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah memberi kekuatan memelihara amanah bangsa ini dan senantiasa mendapatkan redha-Nya.&lt;br /&gt;A m i n.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; Bukittinggi , 22 Maret 2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan Akhir&lt;br /&gt;      “Karatau madang di ulu, babuah babungo balun, marantaulah buyuang dahulu, dek di rumah paguno balun.” Dan pelajaran yang berisi, “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang kemudian”, telah mulai hilang, sehingga generasi sekarang tumbuh menjadi generasi instant yang malas. Satu kekayaan merantau, di bawah tahun 1970-an, umumnya generasi Minang merantau untuk menuntut ilmu dengan kerja sambilan berdagang, agar terbentuk peribadi mandiri yang tidak memberati orang lain. Sekarang, kondisi seperti itu, menurun tajam.&lt;br /&gt;    Pepatah Arab meyebutkan     لا تنه عن خلق وتأتي مثله عار عليك اذا فعلت عظيم     artinya,  Jangan lakukan perbuatan yang anda tegah, karena perbuatan demikian aibnya amatlah parah.&lt;br /&gt;     Lihat QS.3:145 dan 148, lihat juga QS.4:134, dan bandingkan QS.28:80.&lt;br /&gt;     Lihat QS.30:41&lt;br /&gt;   Melemahnya jati diri tersebab lupa kepada Allah atau hilangnya aqidah tauhid, lihat QS.9:67, lihat juga QS:59:19.&lt;br /&gt;    Lihat QS.9:122, supaya mendalami ilmu pengetahuan dan menyampaikan peringatan kepada umat supaya dapat menjaga diri (antisipatif).&lt;br /&gt;     Lihat QS.66:6 bandingkan dengan QS.5:105.&lt;br /&gt;    Lihat QS.4:58, selanjutnya dasar equiti (keadilan) adalah bukti ketaqwaan (QS.5:8)&lt;br /&gt;   QS.3:139 menyiratkan optimisme besar untuk penguasaan masa depan. Masa depan – al akhirah – ditentukan oleh aktifitas amaliyah (QS.6:135) bandingkan dengan QS.11:93 dan QS.11:121, bahwa kemuliaan (darjah) sesuai dengan sumbangan hasil usaha.&lt;br /&gt;    Lihat QS.9:105, amaliyah khairiyah akan menjadi bukti ditengah kehidupan manusia (dunia).&lt;br /&gt;    Lihat QS.4:9, mengingatkan penanaman budaya taqwa dan perkataan (perbuatan) benar.&lt;br /&gt;  Syakhshiyah didifinisikan sebagai organisasi dinamik sesuatu sistem psyikofisikal di dalam diri seorang yang menentukan tingkah laku dan fikirannya yang khusus.  Sistem psyikofisikal merangkum segala unsur-unsur psikologi seperti tabiat, sikap, nilai, kepercayaan dan emosi, bersama dengan unsur-unsur fisikal seperti bentuk tubuh, saraf, kelenjar, wajah dan gerak gerik seseorang (G.W Allport, dalam ”Pattern and Growth in Personality”, lihat juga, Mok Soon Sang, 1994:1).&lt;br /&gt;   Syakhshiyah mempunyai tiga ciri keunikan dengan arti kebolehan  atau kemampuan untuk berubah dan di ubah; sebagai hasil pembelajaran atau pengalaman dan organisasi. Maka syakhshiyah bukan  sekadar himpunan tingkahlaku, tetapi melibatkan corak tindakan dan operasi yang bersifat konsisten.&lt;br /&gt;   “wa man yattaqillaha yaj’allahuu makhrajan”(QS.65:2-3) Lihat pula QS.3:160, dan QS.47:7.&lt;br /&gt;   Berkata Imam al-Mundziri, rawi-rawinya terpercaya, lihat Kanzul Ummal Imam al-Hindi, nomor: 6787, Faidhul Qadir Imam al-Manawi nomor hadits: 838)&lt;br /&gt;  Dalam riwayat Imam Ahmad dilaporkan, bahwa ridha terhadap qadha’, tawakkal setelah berusaha, syukur menghadapi nikmat, dan sabar atas bala’ (mushibah) adalah tuntunan para Nabi (Syara’a man qablana) yang tetap dipelihara oleh Islam dan selalu ditekankan oleh Rasulullah SAW dalam setiap tindakan keseharian.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-616212360775937883?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/616212360775937883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=616212360775937883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/616212360775937883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/616212360775937883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/arti-penting-pendidikan-tinggi-menurut.html' title='Arti Penting Pendidikan Tinggi Menurut Agama Dan Budaya Minangkabau'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-7957324493660729121</id><published>2009-01-02T04:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T04:44:10.035-08:00</updated><title type='text'>Kembali Ke Surau Membina Umat</title><content type='html'>Umat Islam di Ranah Minangkabau menjadikan surau sarana perguruan membina anak nagari. &lt;p&gt;Fungsinya tidak semata menjadi tempat ibadah mahdhah (shalat, tadarus, dan pengajian majlis ta’lim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi tempat tumbuh lembaga perguruan anak nagari yang dimulai dari akar rumput.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَافَةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّيْنِ وَ لِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوْا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يِحْذَرُوْنَ.&lt;br /&gt;Tidak sepatutnya bagi orang Mukmin itu pergi semuanya kemedan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya, apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS.IX, at Taubah, ayat 122). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kekuatan surau adalah kuatnya jalinan hubungan masyarakat saling menguntungkan (symbiotic relationship).&lt;br /&gt;Sanggup menjadi pusat kekuatan perlawanan membisu (silent opposition) terhadap penjajah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;وَمَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا، فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ (متفق عليه)&lt;br /&gt;Siapapun yang berjuang untuk meninggikan kalimat Allah — kalimatulli hiyal ‘ulya –, dan mereka mati dalam perjuangan itu, maka sungguh dia sudah berada dalam jihad fii sabilillah. (HR.Muttafaq ‘alaihi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musajik tampek ba ibadah,&lt;br /&gt;tampek balapa ba ma’ana,&lt;br /&gt;tampek balaja Alquran 30 juz,&lt;br /&gt;tampek mangaji sah &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dan/dengan', CAPTION, 'jo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;jo&lt;/a&gt; batal” , &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya, Masjid dan Surau menjadi pusat pembinaan umat untuk menjalin hubungan bermasyarakat yang baik (hablum-minan-naas) dan terjaminya pemeliharaan ibadah dengan Khalik (hablum minallah). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adanya balairuang dan musajik (surau) ini menjadi lambang utama terlaksananya hukum &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Surau dan Balerong (=balai ruang yang tidak memiliki kamar, sama halnya dengan surau dan masjid), di dalam “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah., syarak mangato adat &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; kawi syarak nan lazim”, adalah sarana penting. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua lembaga ini –-balai adat dan surau-– keberadaannya tidak dapat dipisah dan dibeda-bedakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pariangan manjadi tampuak tangkai,&lt;br /&gt;Pagaruyuang pusek Tanah Data,&lt;br /&gt;Tigo luhak rang mangatokan.&lt;br /&gt;Adat jo syarak jiko bacarai,&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kepada/pada. bakeh sia = pada siapa', CAPTION, 'bakeh',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;bakeh&lt;/a&gt; bagantuang nan lah sakah,&lt;br /&gt;tampek bapijak nan lah taban. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alam Minangkabau belum lengkap kalau tidak mempunyai Masjid (musajik) atau surau tempat beribadah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Identitas surau sesuai personifikasi pemimpinnya.&lt;br /&gt;Surau adalah pusat pembinaan umat, untuk menjalin hubungan bermasyarakat yang baik (hablum-minan-naas).&lt;br /&gt;Terjamin pula ibadah dengan Khalik (hablum minallah). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adanya balairuang dan musajik (surau) ini menjadi lambang utama terlaksananya hukum dalam “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah., syarak mangato adat nan lazim syarak nan kawi (qawiy = kuat)”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;يأيُّها الناسُ إنا خلقنَاكم مِن ذكرٍ و أنثَى و جَعلْناكمْ شُعوبًا و قَبَائِلَ لِتَعارَفوا إنَّ أكْرمَكمْ عندَ اللهِ أتقَاكم إن الله عليْم خبيرٌ&lt;br /&gt;Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berkabilah-kabilah (bangsa-bangsa) dan berpuak-puak (suku-suku) supaya kamu saling kenal mengenal …. (QS.49, al Hujurat : 13) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila sarana-sarana ini berperan sempurna, masyarakat kelilingnya hidup dengan akhlak terpuji. Perangai mulia berakhlakul-karimah. “&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('adat, kebiasaan', CAPTION, 'adaik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;adaik&lt;/a&gt; jo syarak kok tasusun, bumi sanang padi manjadi”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;IHWAL SURAU&lt;br /&gt;Surau amat sesuai menjadi pusat pembinaan umat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Surau adalah satu anak tangga dari jenjang bermasyarakat di nagari yang teguh melaksanakan prinsip musyawarah (demokrasi).&lt;br /&gt;Surau adalah pondasi dasar dan utama dalam menerapkan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dukungan masyarakat adat dan kesepakatan tungku tigo sajarangan, bundo kanduang dan rang mudo, menjadi penggerak utama mewujudkan tatanan sistim di nagari.&lt;br /&gt;Konsepnya tumbuh dari akar nagari sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat Minangkabau yang beradat-beragama selalu ingat kepada hidup sebelum mati dan hidup sesudah mati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُوْنَهُ مِنْ أَمْرِاللهِ إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَ إِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوْءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُوْنِهِ مِنْ وَالٍ.&lt;br /&gt;Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS.Ar-Ra’du : 11)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peran dakwah di Ranah Minangkabau sekarang ini adalah menyadarkan umat dalam membentuk diri mereka sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenyataan sosial terhadap anak nagari diawali dengan mengakui keberadaan puncak-puncak kebudayaan mereka, dan mendorong kepada satu bentuk kehidupan bertanggung jawab. Inilah tuntutan Dakwah Ila-Allah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seruan atau ajakan kepada Islam yang diberikan Khaliq untuk manusia, yang sangat sesuai dengan fithrah manusia itu.&lt;br /&gt;Islam adalah agama Risalah, dan penyiarannya dilanjutkan oleh dakwah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Ranah Minangkabau tempat nya adalah surau atau masjid.&lt;br /&gt;Keberhasilan suatu upaya dakwah (gerak dakwah) memerlukan pengorganisasian (nidzam). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perangkat organisasi surau, selain orang-orang, adalah juga peralatan dakwah dan penguasaan kondisi umat, tingkat sosialnya dan budaya yang melekat pada tata pergaulan mereka yang dapat dibaca dalam peta dakwah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bimbingan syarak mengatakan al haqqu bi-laa nizham yaghlibuhu al baathil bin-nizam. Artinya, tanpa mengindahkan pengaturan (organisasi) selalu akan kalah oleh kebatilan yang terorganisir. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekerjaan mengajak manusia akan berhasil dengan ilmu, hikmah, akhlak dan menyeru kejalan Allah, dengan petunjuk yang lurus. Maka, da’iya (Imam khatib di Nagari) adalah pewaris tugas Nabi Muhammad Rasulullah S.&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('apa', CAPTION, 'a',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;a&lt;/a&gt;.W.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;وما أرْسَلْنَاك إلاَّ كافةً للناس بشيرًا و نذيرًا ولَكنَّ أكْثرَ النَّاسِ لا يعْلَموْن&lt;br /&gt;Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sabar', CAPTION, 'saba',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;saba&lt;/a&gt;’, 34 : 28).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menghidupkan surau (masjid) dalam masa ini adalah menetapkan visi untuk menentukan program pembinaan di tengah anak nagari yang akan mendukung percepatan pembangunan nagari itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Koordinasi akan mempertajam faktor pendukungnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;يأيُّها النبيُّ إنا أرْسلْناكَ شاهدًا و مُبشّرًا و نذيْرًا. و داعيًا إلى اللهِ بإذْنِهِ و سرَاجًا منيْرًا. و بَشِّرِ الْمُؤمنِيْنَ بأنَّ لَهمْ مِن اللهِ فضْلاً كبيرًا&lt;br /&gt;Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu’min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. (QS.Al-Ahzab, 33 : 45-47).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kaedah syarak akan mendorong keberhasilan dakwah menghidupkan adagium adat basandi syarak syara; basandi Kitabullah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aktualisasi Kitabullah (nilai-nilai Alqurani) hanya dapat dilihat melalui gerakan amal nyata yang terus menerus terkait dengan seluruh segi kehidupan anak nagari, seperti kemampuan bergaul, mencintai, berkhidmat, menarik, mengajak (dakwah), merapatkan potensi barisan (shaff) mengerjakan amal-amal Islami secara jamaah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ولا يصدُّنَّك عنْ آياتِ اللهِ بعدَ إذْ أُنْزِلتْ إليْكَ وادْعُ إلى ربِّكَ ولا تكوْننَّ من المُشرِكيْنَ. ولا تدْعُ مع اللهِ إلها آخرَ لا إله إلاَّ هو كُلُّ شيءٍ هالكٌ إلاَّ وجهَهُ له الحُكْمُ و إليهِ تُرجَعُون.&lt;br /&gt;Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS.Al Qashash, 28 : 87)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas ini menjadi tugas para Rasul. Umat sekarang menjadi penerus dakwah sepanjang masa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlaksananya tugas-tugas dakwah dengan baik akan menjadikan umat Islam mampu menjawab harapan masyarakat dunia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka perlu setiap Da’iya – Imam, Khatib, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt; Siak, Tuanku, alim ulama suluah bendang di nagari-nagari — meneladani pribadi Muhammad SAW &lt;/p&gt;&lt;p&gt;لَقَدْ كانَ لكُمْ فِي رَسُوْل اللهِ أُسْوةٌ حسنةٌ لِمنْ كان يَرْجوا اللهَ و اليومَ الآخرَ وذكرَ الله كثِيْرًا&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab, 33 : 21) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Contoh di dalam membentuk effectif leader menuju kepada inti dan isi Agama Islam (tauhid). قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ “Katakanlah bahwa berimanlah kepada Allah dan istiqamah, tetap pendirian. ”&lt;br /&gt;و خَالِقِ النَّاسَ بِخُلْقٍ حَسَنٍ “ Diciptakan manusia dengan perangai yang baik (terpuji)”. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umat kini akan menjadi baik dan berjaya, bila sebab-sebab kejayaan umat terdahulu dikembalikan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;إلَهِي أنْتَ مَقْصُودِي ورِضَاكَ مَطْلُوبِ&lt;br /&gt;Tuhanku, Engkau semata tujuan hidupku. Dan keredhaan-Mu semata pula yang aku tuntut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita mestinya bertindak atas dasar syarak ini.&lt;br /&gt;Mencari redha Allah, dan mengajak orang lain untuk menganutnya. Allah menghendaki kelestarian Agama dengan mudah, luwes, elastis, tidak beku dan tidak berlaku bersitegang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usaha ini akan menjadi gerakan antisipatif terhadap arus globalisasi negatif abad sekarang. Mengembangkan surau berorientasi kepada mutu.&lt;br /&gt;Sehingga pembinaan surau berkembang menjadi center of exellence, yang menghasilkan generasi berparadigma ilmu komprehensif. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terintegrasinya pengetahuan agama, budi akhlaq dan keterampilan (memasak, menjahit, mengaji, bersilat) yang mendorong anak surau sanggup hidup mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peran surau menghidupkan adat basandi syarak syarak basandi Kitabullah menjadi tugas setiap insan anak nagari yang telah terikat dalam “umat dakwah” menurut Kitabullah – yakni nilai-nilai Alqurani di bawah konsep mencari ridha Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ولتَكُن مِّنْكم أمةٌ يدْعوْنَ إلى الخيْرِ و يأْمروْنَ بِالمعْرُوفِ و ينهوْن عنِ المنْكر و أولئِك همُ المفْلحُون.&lt;br /&gt;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS. Ali Imran, 3 : 104 ) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peningkatan kualitas pembinaan umat melalui surau dapat dicapai. Organisasi suaru lebih menjadi viable –dapat hidup terus, berjalan tahan banting, bergairah, aktif dan giat-– menurut permintaan zaman, dan durable –-yakni dapat tahan lama-– seiring perubahan dan tantangan zaman. Peran serta masyarakat adalah menerapkan manajemen mengelola surau lebih accountable dari segi keuangan maupun organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kitabullah mendeskripsikan agama Islam adalah sempurna, utuh dan di ridhai. Melalui peningkatan ini, sumber finansial masyarakat dapat dipertanggungjawabkan secara lebih efisien. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap Muslim, dengan nilai-nilai Kitabullah wajib mengemban missi mulia yaitu merombak kekeliruan ke arah kebenaran secara hakiki di dalam “perjalanan kepada kemajuan (al madaniyah)”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;MENINGKATKAN MUTU ANAK NAGARI&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meningkatkan Mutu SDM anak nagari melalui kerja keras.&lt;br /&gt;Menguatkan potensi yang sudah ada melalui program unggulan, kaderisasi. Menumbuhkan SDM nagari yang sehat dengan gizi cukup.&lt;br /&gt;Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (terutama terapan). Peningkatan peran serta masyarakat mengelola surau. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sistim terpadu menjadi bagian integral dari masyarakat Muslim di Ranah Minangkabau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ajaran syarak Islam mampu memberikan jalan keluar (solu¬si) terhadap problematika sosial umat manusia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keyakinan kepada agama Islam (di dalam syarak disebut aqidah Islamiyah) menjadi landasan berpijak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Motivasi untuk berbuat dan berharap pada setiap yang mempercayainya. Keyakinan tauhid itu terhunjam dan berurat berakar di dalam hati manusia. Dengannya mampu menangkap tanda tanda zaman, perubahan sosial, politik, ekonomi dan perkisaran masa di sekitarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mampu membaca zeitgeist tanda tanda zaman karena beriman kepada Allah.&lt;br /&gt;Perbedaan pemikiran dikuatkan dzikrullah dengan pemikiran bertumpu paham kebendaan, seperti positivisme dzikrullah dan apatisme thagut (syaithaniyah). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apatisme dalam perubahan sosial, politik dan ekonomi tersebut adalah selemah lemah iman (adh’aful iman).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sikap diam (apatis) dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi hanya dapat dihilangkan dengan,&lt;br /&gt;• mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan,&lt;br /&gt;artinya berbuat sesuai kemampuan,&lt;br /&gt;• jangan membiarkan diri terkurung kepada pemikiran&lt;br /&gt;yang tidak mungkin dikerjakan,&lt;br /&gt;• memulai dengan apa yang ada,&lt;br /&gt;karena dengan yang ada itu sudah dapat memulai sesuatu,&lt;br /&gt;• jangan berpangku tangan dengan menghitung orang yang lalu lalang,&lt;br /&gt;dan membiarkan diri ketinggalan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konsep ini adalah amanat syarak (Islam) dalam menghadapi perubahan sosial, politik dan ekonomi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Betapa kecil pun perubahan tidak boleh dinanti tanpa kesiapan. Namun, selalu memanfaatkan hubungan diri (kemampuan anak nagari) dengan kehidupan dunia luar di sekitarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sikap hidup menjemput bola adalah sikap hidup sesuai ajaran Islam. Bergerak, berusaha, proaktif dan inovatif adalah cara-cara paling tepat mengantisipasi selemah lemah iman. Kata kunci perubahan sosial, politik dan ekonomi yang dikembangkan syarak (agama Islam) melalui tiga cara hidup, yakni,&lt;br /&gt;• bantu dirimu sendiri (self help),&lt;br /&gt;• bantu orang lain (self less help), dan&lt;br /&gt;• saling membantu dalam kehidupan ini (mutual help), &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konsep hidup ini mengajarkan seseorang untuk tidak mesti selalu tergantung kepada orang lain. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketergantungan menempatkan orang terbawa kemana mana.&lt;br /&gt;Menjadi tak berdaya di tangan yang menjadi tempat bergantung. Mengokohkan perpegangan agama dan pemahaman syarak menjadi kerja paling utama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;و مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ&lt;br /&gt;Barangsiapa yang Allah SWT kehendaki akan kebaikan, maka Allah SWT akan menakdirkannya tahu akan urusan agamanya. (HR.Muttafaq ‘Alaih dari hadist Mu’awiyah).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, anak nagari menjadi sehat rohani.&lt;br /&gt;Terjaga dengan norma-norma adat.&lt;br /&gt;Sehingga anak nagari menjadi masyarakat beradat yang beragama (Islam). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menggali potensi SDA di nagari diselaraskan dengan perkembangan global yang tengah berlaku.&lt;br /&gt;Memperkuat ketahanan ekonomi rakyat.&lt;br /&gt;Membangun kesejahteraan dimulai dari pembinaan unsur manusianya, dari self help (menolong diri sendiri) kepada mutual help. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ihsan berbuat baik dan ta’awun tolong menolong sesuai dengan anjuran Islam. Bantu membantu, ta’awun, mutual help dalam rangka pembagian pekerjaan (division of labour) menurut keahlian masing-masing ini, akan mempercepat proses mempertinggi mutu yang dihasilkan. Itulah taraf ihsan yang hendak dicapai. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zakat sebagai sarana pembersih harta dan upaya memperkuat paradigma umat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di samping itu, zakat dapat dijadikan penopang ekonomi anak nagari melalui pelatihan bagaimana memanfaatkan dan mengelola zakat secara benar. Tidak semata konsumsi sesaat. Zakat dijadikan modal usaha dari kalangan dhu’afak di dalam negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan Rasulullah SAW, memang mengajarkan penyesuaian untuk mencapai kehidupan dunia yang sejahtera, tanpa melupakan kehidupan akhirat tempat manusia akan kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ (رواه مسلم)&lt;br /&gt;Kamu lebih memahami dengan urusan-urusan dunia kamu. (HR.Muslim) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Minangkabau teradisi masyarakat selalu seiring sejalankan dengan perlakuan ibadah.&lt;br /&gt;Sebenarnya, acara tersebut dapat bernilai positif. Terutama apabila tidak di campur aduk dengan perbuatan yang terlarang oleh ajaran Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembauran di Minangkabau dimulai dengan menjalin keharmonisan hubungan antar keluarga di nagari, dengan saling peduli, akan memberi sumbangan besar mempererat silaturrahmi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikatan persaudaraan adalah modal besar dalam membangun nagari.&lt;br /&gt;Buhul ikatan itu berawal dari kuatnya hubungan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Darinya lahir tanggung jawab bersama didasari kebersihan hati dan wajah berseri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah perubahan zaman, nilai luhur yang di kandung telah mulai terjadi pencampur bauran antara hak dan bathil di mana-mana.&lt;br /&gt;Antara suruh dan tegah jadi kabur.&lt;br /&gt;Ibadah dan maksiat campur baur.&lt;br /&gt;Sangat mencemaskan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keadaan mencemaskan ini mulai terjadi di nagai-nagari di Ranah Bundo.&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('habis, ludes', CAPTION, 'abih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;abih&lt;/a&gt; gali dek &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('gelitik, bikin ketawa secara fisik', CAPTION, 'galitik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;galitik&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Yang tadinya pantang larangan, kini jadi biasa.&lt;br /&gt;Malahan menjadi kesukaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang banyak menyebut sakali aie gadang sakali tapian barubah. Artinya sekali air besar, tepian lama dihanyutkannya.&lt;br /&gt;Tampaknya, budaya kita sedang mengalami penetrasi budaya orang lain. Acara balimau itupun menjauh pula dari nilai adat dan syarak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hura-hura dan huru-huru mulai mucul di mana-mana karena lemahnya panggilan peran surau.&lt;br /&gt;Nilai harkat diri sangat tipis.&lt;br /&gt;Larangan adat dan agama mulai dilanggar.&lt;br /&gt;Aturan beradat tidak tampak.&lt;br /&gt;Kerusakan datang mengancam.&lt;br /&gt;Nilai budaya Minang mulai tergugat.&lt;br /&gt;Mulailah terasa hilangnya norma-norma yang baik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ranah Minang, seakan tidak lagi hidup dalam keindahan kultur budaya. Masyarakat mulai larut dalam hubungan tak berbudaya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syarak sebenarnya telah mengingatkan agar perbuatan meniru hal yang tidak baik itu dijauhi.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah mengingatkan kita semua,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;لاَ تَكُوْنُوْا إمَّعَةً يَقُوْلُ: أَنَا مَعَ النَّاسِ، إِنْ أَحْسَنُوْا أَحْسَنْتُ، و إنْ أسَاءُوا أسأْتُ، لَكِنْ وَطِّنُوا أنْفُسَكُمْ إنْ أحْسَنَ النَّاسُ أنْ تُحْسِنُوا، و إن أسَاءُوا أَلاَّ تَظْلِمُوا. (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;Janganlah kalian menjadi seperti bunglon yang berkata, aku bersama orang-orang, jika mereka baik, maka akupun baik pula. Dan jika mereka buruk akhlaknya, maka akhlakku pun buruk pula. Akan tetapi tanamkanlah sikap pada diri kalian; jika mereka baik, hendaklah kalian selalu baik; dan jika mereka buruk akhlaknya, maka janganlah kalian ikut berbuat berbuat dzalim (artinya ikut pula berbuat buruk). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka, perlu upaya keras semua pihak mencegah generasi kedepan terperangkap perbuatan maksiyat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antara yang dapat dikerjakan oleh anak nagari adalah membersihkan halaman rumah, masjid dan surau, serta membuat sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan anak nagari. Keteraturan adalah satu nikmat dari Ramadhan yang dinantikan tiap tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang Minangkabau di Sumatera Barat yang menanggalkan budayanya, akan mewarisi generasi rapuh.&lt;br /&gt;Jiwanya akan mati.&lt;br /&gt;Akibatnya, kehidupan tidak lagi beralas adat yang tak lekang karena panas tak lapuk karena hujan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila kondisi itu tidak di awasi, rela ataupun tidak, jalan di alih urang lalu, tepian di aliah urang mandi akan menjadi kenyataan. Minangkabau akhirnya tersisa dalam nostalgia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup kedepan akan dikuasai oleh yang teguh pada puncak budayaannya. Tak mudah di sangkal bahwa puncak kebudayaan adalah warna kehidupan kaum (bangsa). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nilai budaya dalam tatanan kehidupan aktif merupakan aset bernilai tinggi untuk di persandingkan pada era kesejagatan (globalisasi). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu generasi bangsa akan hilang, karena lemahnya nilai-nilai budaya.&lt;br /&gt;Selain itu, akan membuka peluang untuk dijajah oleh budaya lain yang lebih kuat. Mau tidak mau, generasi yang lemah budaya nyaris diperebutkan orang lain. Untuk kemudian dikuasai dan dihalau kian kemari di dalam persaingan bebas yang keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Generasi lemah iman dan lemah tamaddun akan tergilas habis. Dalam alam global yang kejam ini, generasi yang lemah akan ditelan oleh yang kuat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemampuan memelihara nilai-nilai budaya bangsa perlu diperkuatkan.&lt;br /&gt;Bimbingan syarak, sesuai sabda Rasulullah SAW menuntunkan prilaku indah sebagai berikut;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، وَطَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ، نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ، فَنَظِّفُوْا أَفْنِيِتَكُمْ وَلاَ تَتَشَبَّهُوا بِاليَهُوْدِ (رواه الترمذ)&lt;br /&gt;Artinya, “ Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai yang keindahan, baik dan menyukai kebaikan, bersih serta menyukai kebersihan. Oleh karena itu, bersihkanlah halaman rumah kalian dan jangan kalian menyerupai yahudi.” (HR. Tirmidzi). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wassalamu’alaiku Warahmatullahi Wa Barakatuh,&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-7957324493660729121?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/7957324493660729121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=7957324493660729121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/7957324493660729121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/7957324493660729121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/kembali-ke-surau-membina-umat.html' title='Kembali Ke Surau Membina Umat'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-1948933451536895148</id><published>2009-01-02T04:37:00.001-08:00</published><updated>2009-01-02T04:37:59.441-08:00</updated><title type='text'>Sajarah, Ko Mah ...</title><content type='html'>Malam tu, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt; sadang rami dirumah angku Maruhun. Baliau maimbau urang mando’&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('apa', CAPTION, 'a',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;a&lt;/a&gt;, karano hari Salasa pakan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; ka tibo, baliau &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dan/dengan', CAPTION, 'jo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;jo&lt;/a&gt; padusi baliau bagai jadi juo barangkek nak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('pergi', CAPTION, 'pai',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;pai&lt;/a&gt; ka Makah naiak Hadji. Ampie kasado urang awak nan disiko diundang dek baliau tu. Iyo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sebenar benarnya', CAPTION, 'sabana',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;sabana&lt;/a&gt; rami ...........  &lt;p&gt;     Salasai mangaji jo mandoa, urang bi duduak-duduak juo baru nak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('maota is talking to another person like conversation or chatting.for instance inyo maota sajo karajonyo.meaning somebody is talking no acting. Maota berarti bercerita kepada orang lain seperti tanya jawab atau tukar pikiran.misalnya inyo maota sajo karajonyo berarti dia hanya bercerita saja tidak ada usaha yang dilakukannya.', CAPTION, 'maota',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;maota&lt;/a&gt;-&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('obrolan, omongan; berkonotasi negatif', CAPTION, 'ota',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ota&lt;/a&gt;. Nan tuo-tuo maota didalam. Nan mudo-mudo mamiliah duduak di langkan basamo-samo. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ada', CAPTION, 'ado',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ado&lt;/a&gt; &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('disana', CAPTION, 'disinan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;disinan&lt;/a&gt; si Bakulin Cikan, si Mangajo Lado, si Amaik Caller bagai. Sato pulo nan gadih-gadih, ado si Lin Cahbana anak angku Syahbana, sumando angku Maruhun nan urang Bogor. Ado si May Naie anak Labai Mato Aie, Ado pulo si Minda, anak tek Piah nan lakinyo urang Sunda, sahinggo anaknyo dinamoi nyo si Minda atau Minang Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nan angku Gadango Tan Ameh atau nan biaso diimbau Angku Gadango TA, sato maota jo nan mudo-mudo tu. Tadi baliau tu sabananyo lah duduak didalam, tapi didaulat dek si Mangajo jo si Bakulin supayo duduak maota jo nan mudo-mudo di lua. Pareman nan mudo-mudo tu sabana sanang mandanga ota jo CARITO angku Gadang ko. Biasonyo CARITO baliau ko ganjie-ganjie.................ado-ado sajo nan ka kalua dari baliau tu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    Bantuak nan taralah,...........baliau &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('bercerita', CAPTION, 'bacarito',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;bacarito&lt;/a&gt; tantang kampuang kito jaman saisuak. Sajak dari carito urang baburu &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('babi, celeng', CAPTION, 'kandiak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kandiak&lt;/a&gt; di bukik, carito Tabuik di Piaman, Pacu Kudo di Bukik Ambacang, CARITO urang ijok katiko bagolak, sampai pulo ka carito pusaro kiramaik nan ado di Jiraik. Dek &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dia, orang ketiga tidak diketahui', CAPTION, 'paja',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;paja&lt;/a&gt;-paja nan indak mancubo  gadang di kampuang, carito baliau ko iyo sabana katuju bana.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;־    Jadi sia diantaro kalian nan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sudah', CAPTION, 'alah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;alah&lt;/a&gt; masuak ka Tampaik di Jiraik tu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kasadonyo manggeleang-geleang sapek, dek di paja-paja tu indak ado nan bi tantu doh. Rato-rato awanyo bi gadang dirantau. Mandanga namo ‘Jiraik’ itu sajo, ado nan baru sakali ko baru.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;־    Ini si May mo nanya ‘ngku........Tampaik Jiraik itu apa sih angku? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Si Lin Cahbana nan indak lanca amek babahaso awak, batanyo dek dihansik si May Naie nan duduak didakek nyo.&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Haaaa,.... itu lah kalian...... sakali-sakali paralu disilau kampuang awak tu, nak jaleh bintalak nagari.&lt;br /&gt;־    Nan angku? Lai mancubo pulang kok yoh........?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Si Bakulin Cikan manjujai angku Gadang, karano &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dia (laki-laki atau perempuan)', CAPTION, 'inyo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;inyo&lt;/a&gt; tahu bana baraso baliau ko ampiang indak parnah mancubo pulang ka kampuang doh, sajak muloi marantau saisuak.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;־    Awaden...........? Kan alah den kecekkan sajak daulu lai..... bia indak pulang-pulang bana den, tapi.......&lt;br /&gt;־    Takantuik tumo di Kampuang tu,.............. jaleh di angku disiko ‘ndak ‘ngku?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Si Mangajo Lado manyolo. Urang tagalak kasadonyo.&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Iyo lah.......... jaleh diden kasadonyo tu......... Bara Urek &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('jengkol', CAPTION, 'jariang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;jariang&lt;/a&gt; sajak dari Pincuran Batuang sampai ka Pincuran Tujuah, lapeh pulo ka Pincuran Lubuak jo Pincuran &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kecil', CAPTION, 'Kaciak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;Kaciak&lt;/a&gt;.......jaleh diden tu mah......&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Urang bi ta kakah mandanga &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('canda', CAPTION, 'garah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;garah&lt;/a&gt; baliau tu........ iko nan di arok-arokkan urang tu...... nak bagalak-&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ketawa', CAPTION, 'galak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;galak&lt;/a&gt; caro garah dikampuang ko ah............Nan urek jariang tu bana ha.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Jadi nan Jiraik itu gimana angku?&lt;br /&gt;־    ..........jadi Jiraik tu, adolah namo ‘Tampaik’. ‘Tampaik’ di nagari awak aratinyo pusaro........ Disinanlah sagalo mandiang niniak muyang kito saisuak bakubuekan ............... Tapi jauah agak kadalam, ado pusaro nan balain dari pusaro nan lainnyo..... Pusaro tu panjaaaang...........&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;Angku Gadango TA mangambangkan dapo tangannyo laweh-laweh. Ampie kanai ujuang iduang si Lin Cahbana, nan duduak di dakek nyo.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;־    Koq...... ?.......panjang pusaro nya....?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tanyo si Lin Cahbana pulo sambie ma ilak jan sampai kanai ujuang iduang nyo dek dapo angku Gadango TA tu.&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Kecek niniak muyang saisuak, nan bakubue disinan..... Angku Lumbuih namonyo. Baliau tu tinggi gadang....... itu &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('begini', CAPTION, 'mangko',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;mangko&lt;/a&gt; panjang pusaronyo. Baliau tu &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('1. berita  2. cerita/legenda', CAPTION, 'kaba',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kaba&lt;/a&gt; nyo tinggi rancak,.............putiah bak urang Ulando......... Baliau bakarajo kapa, alah batualang sampai ka subaliak dunie tu bagai.......... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angku Gadang baranti cacah mahiruik kopi nyo nan alah tasabuak....... Untuang lai nampak dek si Lin Cahbana. Bagageh ditoyongnyo jo aie putiah, sahinggo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dagangan, usaha dagang', CAPTION, 'galeh',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;galeh&lt;/a&gt; angku Gadango tu panuah baliak,.......tapi nan kopi..........manjadi janiah dinyo............ Bia bagai lah...... Dihiruik nyo juo kopi janiah si Lin Cahbana tu, ...........nak lamak jalan CARITO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Jadi, dek pandai iduik, baliau alah diaku pulo dek urang Supanyol manjadi bangso inyo. Disinan baliau diimbaukan&lt;strong&gt; Kolombus&lt;/strong&gt;......... manyasuaikan jo lidah urang sinan ko ......... Jadi diawak&lt;strong&gt; Angku Lumbuih&lt;/strong&gt;,.....di Supanyol jadi Kulumbus, namo nyo....... nan kudian barubah pulo manjadi &lt;strong&gt;Ko-lom-bus.&lt;/strong&gt;......&lt;br /&gt;־    Colombus yang nemuin benua Amerika, dong.......?  &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Si Lin Cahbana &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('Memotang orang yang sedang berbicara dan membantah pembicaraannya', CAPTION, 'manyolang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;manyolang&lt;/a&gt; lo baliak, nak bagarah. Takajuik inyo katiko angku Gadango ma angguak-angguak, pakauh......:&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Batue...... bana tu........baliau tu lah nan manamukan Amerika .......... Jadi nan sabananyo Colombus nan jadi pameo jo hapalan anak sikola tu,...........urang awak tu mah.....bakubue di Jiraik........di kampuang kito.......&lt;br /&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Urang bi tacangang pulo kasadonyo. Indak ado nan manyolang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('seorang', CAPTION, 'surang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;surang&lt;/a&gt; alah juo lai. Nan si Lin Cahbana sampai tangango-ngango, dek salamo ko inyo basikola, indak ado palajaran sajarah nan bantuak itu bagai doh. Si Bakulin nan alah Sarjana es-satu, baitu pulo ........Tan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('Sakti (biasanya berhubungan dengan supranatural), eq.: Rantau sati lautan batuah', CAPTION, 'Sati',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;Sati&lt;/a&gt; nan manjadi guru,.......tajahaya pulo, dibuek nyo..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Padusi baliau tu urang awak juo..... namo baliau &lt;strong&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kakek / manusia harimau (mitos)', CAPTION, 'inyiak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;inyiak&lt;/a&gt; Ameh&lt;/strong&gt;......nan pai jo baliau tu sampai &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kemana (kata tanya)', CAPTION, 'kama',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kama&lt;/a&gt;-kama........... Ha dari namo inyiak Ameh kolah asa mulonyo namo &lt;strong&gt;AMERIKA&lt;/strong&gt; tu.&lt;strong&gt; AMEH &lt;/strong&gt;namo bini baliau ....... &lt;strong&gt;RIKA &lt;/strong&gt;...... namo anak baliau nan padusi .....manjadilah &lt;strong&gt;AMEH-RIKA&lt;/strong&gt; nan kudian barubah manjadi &lt;strong&gt;AMERIKA&lt;/strong&gt; tu.&lt;br /&gt;־    Oooooo.........&lt;br /&gt;־    Alaaaaa..........&lt;br /&gt;־    Ck,ck,ck........&lt;br /&gt;־    Sudah tu........?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Urang bi tangango kasadonyo. Masiang-masiang batanyo-tanyo dalam hati surang-surang, cando indak  bi picayo,...... lai pulo.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;־    Manuruik carito baliau tu, saisuak katiko baliau sadang mandi di batang aie di      Amerika tu, baliau tabinguang-binguang..... indak tantu aaa namo batang aie tampaik mandi tu, ..............sampai-sampai baliau,.......lupo bakain basahan ...........Mancaliak tu tibo lah inyiak Ameh manyapo......................&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('bagaimana', CAPTION, 'baa',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;baa&lt;/a&gt; mangko indak bakain basahan mandi? Ko kolor ‘kan ado ko ha ..............Kecek baliau sambie malompekkan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('celana', CAPTION, 'sarawa',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;sarawa&lt;/a&gt; kotok panjang langan.............., disambuik dek Angku Lumbuih. Nan angku Lumbuih ko bapikie capek: Kolor...... ado........ kolor ado........kolorado........ rancak pulo namo tu...... jadi den &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('beri/kasih', CAPTION, 'agiah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;agiah&lt;/a&gt; namo lah ko batang aie ko &lt;strong&gt;Kolorado&lt;/strong&gt;,....pikie baliau dalam hati ........ Mako sajak itu lah di Amerika tu ado pulo batang aie nan banamo........... &lt;strong&gt;COLORADO&lt;/strong&gt;......... asanyo dari &lt;strong&gt;Kolor Ado&lt;/strong&gt;..............&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dek lamak onggok carito baliau, anak-anak mudo tu bi tacangang mulonyo. Tapi sudah tu bi &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('teringat', CAPTION, 'takana',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;takana&lt;/a&gt; jo bana .......&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('habis, ludes', CAPTION, 'abih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;abih&lt;/a&gt; takakah galak kakeh mandanga carito lawak angku Gadango TA tu.................Ado nan batapuak bagai.&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Hebaiiiik...... hebaik angku den ......Jaleh di baliau sado-sado nyo ........ Sabana GADANG OTA nyoh........ ha, ha, ha, haaaaa.........&lt;br /&gt;Sorak si Bakulin Cikan. Angku Gadango agak mambirunguik, tapi jo galak sengeang.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;־    Aaaaa nan indak jaleh di den.........?&lt;br /&gt;־    Sadangkan tumo takantuik,  jaleh di angku,..... yo ‘ndak ‘ngku?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Batambah rami galak paja-paja tu. Si Minda nan tadi takantuak-kantuak, sampai sirah mukonyo dek tagalak kakeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Jadi..... baitulah....... ko sajarah ko mah....... indak sumbarang urang ko doh nan tau. Ka kalian sajo ko nyo den caritokan..... nan sabananyo bana iko ‘kan rasio ko mah.............&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kecek angku Gadango TA pulo basilambek, sambie bantuak biaso kalau lah ka pulang lai, dikamehi nyo paragaik nyo ciek-ciek, sajak dari &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kotak rokok', CAPTION, 'salapah rokok',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;salapah rokok&lt;/a&gt;, catuih, minyak angin, anduak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kecil', CAPTION, 'ketek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ketek&lt;/a&gt;, sampai ka &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('cermin', CAPTION, 'camin',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;camin&lt;/a&gt; mato itam bagai ...............Dilakek kannyo juo camin mato itam nyo tu,...............bialah hari tangah malam bagai.&lt;br /&gt;־&lt;em&gt;    Dek hari alah laruik,......bialah nak den pulang daulu yo.......kana-kana malah carito sajarah tadi dek kalian.................caritokan ka anak cucu bagai isuak .......... Assalamualaikummmmm......&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angku Gadango bagageh turun, bakoyah kalabuah....... nak maambek Bajaj atau ojek nan lalu. Paja-paja nan tingga,.....  abih lenek juo baru kasadonyo.......... sakik paruik dek galak-galak tadi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Untuang-untuang panjang juoooo umue baliau ........”&lt;/em&gt; gumam paja-paja tu sambie manahan galak kakeh......... nan malam iyo alah batambah laruik. Nan gaek-gaek alah pulang ciek-ciek........ Angku Gadang alah &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kencang, laju', CAPTION, 'cigin',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;cigin&lt;/a&gt; pulo antah kama........&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-1948933451536895148?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/1948933451536895148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=1948933451536895148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/1948933451536895148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/1948933451536895148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/sajarah-ko-mah.html' title='Sajarah, Ko Mah ...'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-3418418151429895669</id><published>2009-01-02T04:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T04:31:29.174-08:00</updated><title type='text'>Wanita Islam</title><content type='html'>Perkembangan dunia yang ada pada saat ini, sudah merupakan tahan yang entah keberapa dalam rangka pengrusakan akhlak. Pengrusakan akhlak yang jelas direncakan dan di lakukan oleh orang-orang non muslim. Tak sedikit accesoris yang dipakai untuk merusak akhlak itu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Media informasi, dioptimalkan untuk melancarkan misi pengrusakan akhlak ini. Hampir semua canel televisi menayangkan siaran infotainment, dimana infotainment ini merupakan acara yang di kemas sedemikian rupa untuk menampilkan cara hidup para selebritis. Dengan ini diharapkan masyarakat luas akan mengikuti pola hidup mereka yang nyata tak bagus. Tak sedikit media cetak bertebaran dengan tema sejenis dan laku keras di pasaran. Semuanya juga menuliskan kisah hidup para selebritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku cerita. Juga tidak sedikit menguraikan tema yang sama. Telah seumpama Judi togel yang dilengkapi dengan atribut-atributnya seperti buku mimpi, rumus-rumus jitu dan lain sebagainya. Metode yang dipakai dalam pengrusakan akhlak ini antara lain adalah dengan menghilangkan contoh yang seharusnya di contoh, yaitu Rasulallah SWT. Contoh itu diganti dengan para selebritis yang hidupnya jelas tak punya pegangan. Sehingga tercipta sebuah opini di dalam kepala setiap insan bahwa hidup adalah usaha untuk mendapatkan dan popularitas guna mengumpulkan kekayaan materi sebanyak mungkin. Berbagai pelengkap lainnya juga diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang orang sukses di dunia hari ini di ukur dengan kemampuan materi. Maka nama Bill Gate dan sejenisnya menempati urutan atas. Notabene ini semua dimaksudkan untuk menciptakan paradigma berfikir bahwa sukses dan tidak seorang manusia terlihat dari banyak dan sedikitnya materi yang dimilikinya. Semuanya, semua langkah itu bermuara pada pembentukan opini, bahwa uang dapat mengatur segalanya. Metoda lain dalam pengrusakan akhlak adalah menghancur leburkan silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target utama dalam misi ini adalah generasi muda. Berbagai sarana dipersiapkan untuk menghancurkan generasi muda. Dalam hal ini salah satu metoda yang digunakan adalah kesetiaan cinta. Kesetiaan cinta dimaksud tidak pernah masuk ke lingkup rumah tangga. Kestiaan cinta ini hanya di batasi pada masa sebelum menikah, Sedang untuk masa yang telah menikah di buatkan metode selingkuh. Ya sebuah metode yang juga akan menghancur leburkan kerukunan hidup berumah tangga. Sehingga pada akhirnya nanti, rumah tangga akan menjadi momok bagi setiap manusia, khususnya tentu kepada kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh. Saat ini misi itu sudah boleh dikatakan berhasil.  Tapi apakah kita akan tinggal diam saja.&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini ada baiknya kita perhatikan cara kerja dari pengrusakan akhlak dengan metode kesetiaan cinta di masa sebelum menikah. Kesetiaan cinta adalah sebuah sikap, dimana sesama pasangan menyatakan ikrar tidak akan mendua hati, tidak akan beralih kelain hati dan akan bersama selamanya. Dalam kalimat lengkap yang penuh nilai romantisme, “Kau lah bulan, kau lah bintang, kau lah segala-galanya.” Adalah sebuah kesalahan terbesar jika biarkan diri kita terseret pada sikap ini. Karena dengan sikap ini, otomatis, kita akan membatasi diri untuk bergaul dengan orang lain yang berlawanan jenis kelamin. Sedangkan kita akan sangat tidak bisa menutup mata untuk “menikmati” keindahan. Mustahil jika kita adalah lelaki akan memaalingkan mata kita, dari melihat seorang wanita cantik &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; anggun. Walaupun disamping kita ada wanita yang telah kita buat janji dengannya untuk setia. Alangkah akan sangat berat mengambil sikap, jika kita lelaki, ada seorang wanita yang cantik nan anggun memberi peluang keakraban pada kita sementara kita sudah membuat janji cinta dengan wanita lain. Sisi lain dari kelemahan kesetiaan cinta ini adalah, kita akan menghilangkan kesempatan untuk mengenal karakter lawan jenis lebih jauh. Pengetahuan kita akan terbatas pada pacar kita saja. Dengan kondisi begini, ilmu yang bagaimana yang akan kita pakaikan untuk menghadapi anak-anak kita nantinya? Akankan kita belajar sambil praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan menimba ilmu, adalah salah satu hal yang diharuskan untuk menjaga muda kita sebelum kita tua. Seharusnya, dan untuk mencegah masalah yang bakal timbul dikemudian hari. Kesetiaan cinta dalam masa sebelum menikah itu harus di hapus, sebagai penggantinya yang cocok adalah, “Dek. Jangan pernah tinggalkan lelaki yang pernah engkau kenal karena diriku. Dan jangan halangi dirimu mengenal lelaki lain karena diriku. Karena secara kodratnya manusia itu ingin menjadi yang terbaik dan memiliki yang terbaik. Maka apabila seandainya ada diantara lelaki yang telah kamu kenal dan yang akan kamu kenal, lebih baik dari diriku, kamu berhak menentukan sikap.” Dengan pernyataan ini, kita saling membebaskan diri untuk akrab dengan siapa saja. Sampai pada masa kita harus menentukan pilihan, siapa pasangan hidup kita dalam berumahtangga nantinya. Dan sekaligus, dengan pernyataan ini juga, kita akan terbebas dari rasa kecewa yang mendalam tatkala si dia tak mungkin lagi bersama kita. Satu hal yang ingin saya perjelas disini, bahwa kita harus menimba ilmu apa saja sebanyak mungkin sebagai bekal kita di dalam berumah tangga nantinya. Karena hidup bukanlah air yang mengalir begitu saja dengan membawa apa saja yang menumpang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hidup harus direncanakan dengan sedemikian rupa. Hidup harus memiliki “time schedule”. Sebagaimana shalat juga punya jadwal. Normalnya setiap kita akan berumahatangga, maka ilmu untuk berumah tangga itu harus kita miliki, untuk bekal kita mengarungi bahtera rumah tangga nantinya. Demi mengingat begitu luasnya skop bahasan jika kita uraikan semua langkah-dan metode yang dipakai untuk merusak akhlak umat islam, maka dalam buku ini, kita hanya akan menguraikan secara lebih jauh tentang pengrusakan akhlak pada generasi muda saja, …... &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-3418418151429895669?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/3418418151429895669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=3418418151429895669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/3418418151429895669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/3418418151429895669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2009/01/wanita-islam.html' title='Wanita Islam'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-899224412178508490</id><published>2008-12-22T04:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T04:11:10.514-08:00</updated><title type='text'>Mata Rantai Gerakan Pembaruan Pemikiran Dan Pengamalan Islam Di Minangkabau</title><content type='html'>Pada awal abad ke-20, di Sumatera Barat ditandai dengan periode yang penuh pergolakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;sosial dan intelektual&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Di awali dengan pulangnya tiga ulama Minangkabau selepas menuntut ilmu di Mekah, yaitu &lt;em&gt;Inyik Djambek, Inyik Rasul&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Inyik Abdullah Ahmad&lt;/em&gt; membawa modernisasi Islam ajaran &lt;em&gt;Muhammad Abduh&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Jamaluddin al-Afghani &lt;/em&gt;dari Mesir. Gerakan ini tidak hanya dimotivasi oleh gerakan pembaharuan yang sudah berkembang di Mesir tapi juga oleh dorongan rivalitas terhadap golongan berpendidikan Barat yang cara material dan sosial terlihat lebih bergengsi.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syekh Muhammad Djamil Djambek (1860 – 1947), adalah adalah satu dari tiga ulama pelopor pembaruan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam/oIslam"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Islam&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Barat/oSumatra%20Barat"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Sumatra Barat&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; di awal abad ke-20, dilahirkan di Bukittinggi (), terkenal sebagai ahli &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu_falak&amp;amp;action=edit/oIlmu%20falak"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;ilmu falak&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; terkemuka. Nama Syekh Muhammad Djamil &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt; lebih dikenal dengan sebutan &lt;strong&gt;Inyik Syekh Muhammad Djamil &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;Inyik &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dilahirkan dari keluarga bangsawan. Dia juga merupakan keturunan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penghulu&amp;amp;action=edit/oPenghulu"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;penghulu&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;. Ayahnya bernama &lt;strong&gt;Saleh Datuk Maleka&lt;/strong&gt;, seorang kepala &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nagari_Kurai&amp;amp;action=edit/oNagari%20Kurai"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;nagari Kurai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;, sedangkan ibunya berasal dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda/oSunda"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Sunda&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masa kecilnya tidak banyak sumber yang menceritakan. Namun, yang jelas Muhammad Djamil mendapatkan pendidikan dasarnya di Sekolah Rendah yang khusus mempersiapkan pelajar untuk masuk ke sekolah guru (Kweekschool). Sampai umur 22 tahun ia berada dalam kehidupan &lt;em&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('preman; jagoan kampung yang masih peduli dengan nama baik kampungnya', CAPTION, 'parewa',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;parewa&lt;/a&gt;, &lt;/em&gt;satu golongan orang muda-muda yang tidak mau mengganggu kehidupan keluarga, pergaulan luas di antara kaum parewa berlainan kampung dan saling harga menghargai, walau ketika itu kehidupan parewa masih senang berjudi, menyabung ayam, namun mereka ahli dalam pencak dan silat. Semenjak berumur 22 tahun, Mohammad Djamil mulai tertarik pada pelajaran agama dan bahasa Arab. Ia belajar pada surau di Koto Mambang, Pariaman dan di Batipuh Baruh. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ayahnya membawanya ke Mekah pada tahun 1896 dan bermukim di sana selama 9 tahun lamanya mempelajari soal-soal agama. Guru-gurunya di Mekah, antara lain,adalah Taher Djalaluddin, Syekh Bafaddhal, Syekh Serawak dan Syekh Ahmad Khatib. Ketika itu dia berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Minangkabau. Semula Muhammad Djamil tertarik untuk mempelajari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu_sihir&amp;amp;action=edit/oIlmu%20sihir"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;ilmu sihir kepada seorang guru dari Maroko&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;, tapi dia disadarkan oleh gurunya. Selama belajar di tanah suci, banyak ilmu agama yang dia dapatkan. Antara lain yang dipelajari secara intensif adalah tentang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu_tarekat&amp;amp;action=edit/oIlmu%20tarekat"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;ilmu tarekat&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; serta memasuki &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suluk/oSuluk"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;suluk&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jabal_Abu_Qubais&amp;amp;action=edit/oJabal%20Abu%20Qubais"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Jabal Abu Qubais&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;. Dengan pendalaman tersebut Syekh Muhammad Djamil menjadi seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ahli_tarekat&amp;amp;action=edit/oAhli%20tarekat"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;ahli tarekat&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; dan bahkan memperoleh ijazah dari tarekat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Naqsabandiyyah&amp;amp;action=edit/oNaqsabandiyyah"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Naqsabandiyyah&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;-Khalidiyah&lt;/em&gt;. Di antara murid-muridnya terdapat beberapa guru tarekat. Lantaran itulah Syekh Muhammad Djamil Djambek dihormati sebagai &lt;em&gt;Syekh Tarekat&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari semua ilmu yang pernah didalami yang pada akhirnya membuatnya terkenal adalah tentang &lt;strong&gt;ilmu falak, &lt;/strong&gt;dan belajar dengan Syekh Taher Djalaluddin. Di akhir masa studinya di Makkah, beliau sempat mengajarkan ilmu falak, yang menjadi bidang spesialisasi beliau, kepada masyarakat Sumatera dan Jawi yang bermukim di Mekah. Keahliannya di bidang ilmu falak mendapat pengakuan luas di Mekah. Oleh sebab itu, ketika masih berada di tanah suci, Syekh Muhammad Djamil &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt; pun mengajarkan ilmunya itu kepada para penuntut ilmu dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau/oMinangkabau"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Minangkabau&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; yang belajar di Mekah. Seperti, &lt;em&gt;Ibrahim Musa &lt;/em&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Parabek&amp;amp;action=edit/oParabek"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Parabek&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; (pendiri perguruan Tawalib Parabek) serta &lt;em&gt;Syekh Abdullah&lt;/em&gt; (pendiri perguruan Tawalib &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Panjang/oPadang%20Panjang"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Padang Panjang&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berpuluh-puluh buku polemik, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Melayu mulai banyak diterbitkan, dan berbagai majalah, surat kabar yang mewartakan hal-hal yang berupa pergolakan pemikiran, dan aliran-aliran dalam pemahaman mazhab dalam syari’at Islam, mulai banyak bermunculan, dan pengamalan dalam adat sesuI panduan syarak, agama Islam sangat ramai dibicarakan. Salah seorang pelopor gerakan pembaruan di Minangkabau yang menyebarkan pikiran-pikirannya dari Mekah pada awal abad ke-20 adalah &lt;strong&gt;Syekh Ahmad Khatib&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;EL Minangkabawy (1855)&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syekh Ahmad Khatib adalah turunan dari seorang hakim gerakan Padri yang sangat &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('jangan; antilah mantun = janganlah begitu', CAPTION, 'anti',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;anti&lt;/a&gt; penjajahan Belanda. Ia dilahirkan di Bukittinggi pada tahun 1855 oleh ibu bernama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Limbak Urai, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;yang adalah saudara dari &lt;em&gt;Muhammad Shaleh Datuk Bagindo, Laras, Kepala Nagari Ampek Angkek &lt;/em&gt;yang berasal dari Koto Tuo Balaigurah, Kecamatan Ampek Angkek Candung. Ayahnya adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Abdullatief Khatib Nagari, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;saudara dari &lt;em&gt;Datuk Rangkayo Mangkuto, Laras, Kepala Nagari Kotogadang&lt;/em&gt;, Kecamatan IV Koto, di seberang ngarai Bukittinggi. Baik dari pihak ibu ataupun pihak ayahnya, Ahmad Khatib adalah anak terpandang, dari kalangan keluarga yang mempunyai latar belakang agama dan adat yang kuat, anak dan kemenakan dari dua orang tuanku Laras dari Ampek dan Ampek Angkek. Ditenggarai, bahwa ayah dan ibu Ahmad Khatib dipertemukan dalam pernikahan berbeda nagari ini, karena sama-sama memiliki kedudukan yang tinggi dalam adat, dari keluarga tuanku laras, dan latar belakang pejuang Paderi, dari keluarga Pakih Saghir dan Tuanku &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; Tuo. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sejak kecilnya Ahmad Khatib mendapat pendidikan pada sekolah rendah yang didirikan Belanda di kota kelahirannya. Ia meninggalkan kampung halamannya pergi ke Mekah pada tahun 1871 dibawa oleh ayahnya. Sampai dia menamatkan pendidikan, dan menikah pada 1879 dengan seorang putri Mekah Siti Khadijah, anak dari Syekh Shaleh al-Kurdi, maka Syekh Ahmad Khatib mulai mengajar dikediamannya di Mekah tidak pernah kembali ke daerah asalnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syekh Ahmad Khatib, mencapai derajat kedudukan yang tertinggi dalam mengajarkan agama sebagai imam dari Mazhab Syafei di Masjidil Haram, di Mekah. Sebagai imam dari Mazhab Syafe’i, ia tidak melarang murid-muridnya untuk mempelajari tulisan Muhammad Abduh, seorang pembaru dalam pemikiran Islam di Mesir. Syekh Ahmad Khatib sangat terkenal dalam menolak dua macam kebiasaan di Minangkabau, yakni peraturan-peraturan adat tentang warisan dan tarekat Naqsyahbandiyah yang dipraktekkan pada masa itu. Kedua masalah itu terus menerus dibahasnya, diluruskan dan yang tidak sejalan dengan syari’at Islam ditentangnya. Pemahaman dan pendalaman dari Syekh Ahmad Khatib el Minangkabawy ini, kemudian dilanjutkan oleh gerakan pembaruan di Minangkabau, melalui tabligh, diskusi, dan muzakarah ulama dan zu’ama, penerbitan brosur dan surat-kabar pergerakan, pendirian sekolah-sekolah seperti madrasah-madrasah Sumatera Thawalib, dan Diniyah Puteri, sampai ke nagari-nagari di Minangkabau, sehingga menjadi pelopor pergerakan merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam beberapa karya Ahmad Khatib menunjukkan bahwa barang siapa masih mematuhi lembaga-lembaga "kafir", adalah kafir dan akan masuk neraka. Kemudian, semua harta benda yang diperoleh menurut hukum waris kepada kemenakan, menurut pendapat Ahmad Khatib harus dianggap sebagai harta rampasan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pemikiran-pemikiran yang disampaikan Ahmad Khatib memicu pembaruan pemikiran Islam di Minangkabau. Di pihak lain perlawanan yang berarti terhadap pemikiran Ahmad Khatib datang dari kalangan Islam tradisi yang adakalanya disebut &lt;strong&gt;&lt;em&gt;kaum tua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Kecamannya mengenai tarekat, telah dijawab oleh &lt;em&gt;Syekh Muhamamad Saat bin Tanta’&lt;/em&gt; dari Mungkar dan &lt;em&gt;Syekh Khatib Ali&lt;/em&gt; di Padang jang menerbitkan beberapa tulisan tentang itu. Kecamannya dalam harta warisan, menumbuhkan kesadaran banyak orang Minangkabau memahami, bahwa tidak dapat disesuaikan hukum waris matrilineal dengan hukum agama. Di antara guru agama banyak juga yang tidak dapat menyetujui pendirian Ahmad Khatib, yang dianggap tidak kenal damai. Walaupun pikiran-pikiran itu mendapat tantangan dari kaum adat, maupun muridnya yang tidak menyetujui pemikiran demikian, namun perbedaan pendapat ini telah melahirkan hasrat untuk lebih berkembang, menghidupkan kembali kesadaran untuk pengenalan kembali diri sendiri, yaitu kesadaran untuk meninggalkan keterbelakangan. Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawy menyebarkan pikiran-pikirannya dari Mekah melalui tulisan-tulisannya di majalah atau buku-buku agama Islam, dan melalui murid-murid yang belajar kepadanya. Dengan cara itu, beliau memelihara hubungan dengan daerah asalnya Minangkabau, melalui murid-muridnya yang menunaikan ibadah haji ke Mekah, dan yang belajar padanya. Mereka inilah kemudian menjadi guru di daerah asalnya masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ulama zuama bekas murid Ahmad Khatib, mulai mengetengahkan pemikiran, manakala Islam bermaksud tetap memuaskan pengikutnya, maka harus terjadi suatu pembaruan. Setiap periode dalam sejarah peradaban manusia, melahirkan pembaruan pemikiran agama yang bertujuan memperbaiki pola penghidupan umatnya. Cita-cita itu ditemukan kembali dalam agama. Cara berpikir seorang beragama Islam bertolak dari anggapan keyakinan, bahwa Islam itu tidak mungkin memusuhi kebudayaan. Dengan kemajuan cara berpikir orang berusaha menemukan kembali cita-citanya dalam Islam. Timbul pertanyaan, apakah di dalam Islam ada unsur yang menyangkut kepada cita-cita persamaan, kebangsaan, hasrat untuk maju dan rasionalisme. Keunggulan dari Syekh Ahmad Khatib dalam memberikan pelajaran kepada muridnya, &lt;em&gt;selalu menghindari sikap taqlid&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Salah seorang dari muridnya, yakni &lt;em&gt;H.Abdullah Ahmad&lt;/em&gt;, yang kemudian menjadi salah seorang di antara para ulama dan zuama, pemimpin kaum pembaru di Minangkabau, pendiri Sumatera Thawalib, yang berawal dari pengajian di Masjid Zuama, Jembatan Besi, Padangpanjang, dan kemudian mendirikan pula Persatuan Guru Agama Islam (PGAI), di Jati, Padang, telah mengembangkan ajaran gurunya melalui pendidikan dan pencerahan &lt;strong&gt;tradisi ilmu&lt;/strong&gt; dan mendorong pula para muridnya untuk mempergunakan akal yang sesungguhnya adalah kurnia Allah. Jika kepercayaan hanya tumbuh semata-mata karena penerimaan atas wibawa guru semata, maka kepercayaan itu tidak ada harganya, dan itulah yang membuka pintu taqlid. Peperangan melawan penjajahan asing tidak semata-mata dengan menggunakan senjata, bedil dan kelewang, tetapi pencerdasan anak kemenakan dengan memberikan senjata tradisi ilmu. &lt;/p&gt;Murid-muridnya kemudian menjadi penggerak pembaruan pemikiran Islam di Minangkabau, seperti &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Syekh Muhammad Djamil Djambek&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(1860 – 1947)&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Haji Abdul Karim Amarullah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(1879-1945)&lt;/strong&gt;&lt;sup&gt; , dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Haji Abdullah Ahmad&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(1878 – 1933)&lt;/strong&gt;.&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seorang pembaru lainnya adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Syekh Taher Djalaluddin&lt;/em&gt; (1869-1956)&lt;/strong&gt;, pada masa mudanya dipanggil Muhammad Taher bin Syekh Muhamad, lahir di Ampek Angkek, Bukittinggi, tahun 1869, anak dari Syekh Cangking, cucu dari &lt;em&gt;Faqih Saghir&lt;/em&gt; yang bergelar Syekh Djalaluddin Ahmad Tuanku Sami’, pelopor kembali ke ajaran syariat bersama &lt;em&gt;Tuanku Nan Tuo&lt;/em&gt;. Syekh Taher Djalaluddin adalah saudara sepupu dari Ahmad Khatib Al Minangkabawy, karena ibunya adik beradik. Syekh Taher Djalaluddin, berangkat ke Mekah 1880, dan menuntut ilmu selama 15 tahun, kemudian meneruskan ke Al Azhar, di Mesir (1895-1898), dan kembali ke Mekah mengajar sampai tahun 1900. Beliau sangat ahli di bidang ilmu falak, dan tempat berguru Syekh Muhammad Djamil Djambek. Mulai tahun 1900 itu, Syekh Taher Djalaluddin menetap di Malaya, pernah diangkat menjadi &lt;em&gt;Mufti&lt;/em&gt; Kerajaan Perak. Eratnya hubungan Syekh Taher Djalaluddin dengan perguruan tinggi Al-Azhar di Kairo, dia tambahkan al-Azhari di belakang namanya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syekh Taher Djalaluddin merupakan seorang tertua sebagai pelopor dari ajaran Ahmad Khatib di Minangkabau dan tanah Melayu. Bahkan ia juga dianggap sebagai guru oleh kalangan pembaru di Minangkabau. Pengaruh Syekh Taher Djalaluddin tersebar pada murid-muridnya melalui majalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Imam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan melalui sekolah yang didirikannya di Singapura bersama Raja Ali Haji bin Ahmad pada tahun 1908. Sekolah ini bernama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Iqbal al-Islamiyah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yang menjadi model Sekolah Adabiyah yang didirikan oleh Haji Abdullah Ahmad di Padang pada tahun 1908. Majalah Bulanan &lt;em&gt;Al-Imam&lt;/em&gt; memuat artikel tentang pengetahuan popular, komentar kejadian penting di dunia, terutama dunia Islam, dan masalah-masalah agama, bahkan mendorong umat Islam betapa pentingnya memiliki sebuah Negara yang merdeka dan tidak dijajah. Majalah ini mendorong agar umat Islam mencapai kemajuan dan berkompetisi dengan dunia barat. Al-Iman sering mengutip pendapat dari Mohammad Abduh yang dikemukakan majalah &lt;em&gt;Al-Mannar&lt;/em&gt; di Mesir. Majalah ini memakai bahasa Melayu dengan tulisan Arab Melayu atau tulisan Jawi, dan disebarkan di Indonesia meliputi tanah Jawa (Betawi, Jakarta, Cianjur, Semarang, dan Surabaya), Kalimantan (di Pontianak dan Sambas), Sulawesi (di Makassar). Di Padang, Haji Abdullah Ahmad mencontoh bentuk dan moto Al-Iman pada majalah yang diterbitkannya di Padang bernama Al-Munir. Banyak masalah yang dibicarakan pada Al-Iman mendapat tempat pada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Munir. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Syekh Taher baru dapat pulang ke Minangkabau pada tahun 1923 dan tahun 1927, namun ketika itu dia ditangkap dan ditahan oleh Pemerintah Belanda selama enam bulan, dituduh memfitnah dan menentang penjajahan melalui artikel-artikelnya di dalam majalah &lt;em&gt;Al Iman&lt;/em&gt; itu. Setelah bebas Syekh Taher meninggalkan kampung halamannya dan tidak pernah kembali lagi ke daerah asalnya. Syekh Taher Djalaluddin meninggal dunia pada tahun 1956 di Kuala Kangsar, Perak, Malaya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gerakan pembaruaan di awal abad ini dapat disebut sebagai gerakan pembaruan para ulama zuama, yang sesungguhnya telah diwarisi sambung bersambung dalam rantai sejarah yang berkelanjutan semenjak dari dua gerakan Paderi sebelumnya. Dapat pula dinyatakan bahwa gerakan pembaruan ulama zuama di awal abad 20 di Minangkabau menjadi mata rantai dari gerakan Paderi periode ketiga. Gerakan Paderi periode pertama, di awal abad kedelapan belas, dimulai pulangnya tiga serangkai ulama Minang (1802), terdiri dari &lt;em&gt;Haji Miskin&lt;/em&gt; di Pandai Sikek, Luhak Agam, &lt;em&gt;Haji Abdur Rahman&lt;/em&gt;, di Piobang, Luhak Limopuluah, dan &lt;em&gt;Haji Muhammad Arief,&lt;/em&gt; di Sumanik, Luhak nan Tuo, Tanah Datar, yang juga dikenal bergelar &lt;em&gt;Tuanku Lintau&lt;/em&gt;, berawal dengan penyadaran semangat beragama Islam di dalam kehidupan beradat di Minangkabau. Gerakan Paderi perode kedua dilanjutkan oleh &lt;em&gt;Tuanku nan Tuo, Tuanku nan Renceh, Tuanku Kubu Sanang, Tuanku Koto Ambalau, Tuanku di Lubuk Aur, Tuanku di Ladang Laweh &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Tuanku Imam Bonjol&lt;/em&gt; yang berujung dengan perlawaanan terhadap penjajahan Belanda (1821-1837), dan lahirnya piagam Marapalam yang menyepakati &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('adat, kebiasaan', CAPTION, 'adaik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;adaik&lt;/a&gt; basandi syarak, syarak basandi Kitabullah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; di ranah Minangkabau. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gerakan Kembali ke Syariat yang dilaksanakan di bawah bimbingan Tuanku Nan Tuo, yang kemudian berlanjut kepada Gerakan Padri di bawah pimpinan Tuanku Nan Renceh, yang kemudian sambung bersambung di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol, sesungguhnya tidak menentang hukum waris berdasarkan garis ibu. Malahan, gerakan pembaharuan yang dilaksanakan oleh mereka, sejak Tuanku nan Tuo, Tuanku nan Renceh, dan Tuanku Imam Bonjol, lebih menguatkan harta pusaka, yang dimaksud adalah &lt;em&gt;pusaka tinggi&lt;/em&gt; itu, dimanfaatkan untuk kesejahteraan kaum, dan oleh karena itu, harta pusaka dimaksud diturunkan kepada kemenakan, dan ditempatkan pada pengawasan garis perempuan. Namun mengenai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;harta pencaharian&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, kedua gerakan itu sependapat harus diwariskan kepada anak. Tuanku Imam Bonjol, sadar bahwa setelah utusan anak kemenakannya mempelajari hukum Islam ke tanah Mekah, menyatakan pembagian tugas yang nyata antara adat dan syarak atau agama. Bahwa masalah adat dikembalikan kepada Basa dan Penghulu, sedangkan masalah agama diserahkan kepada Tuanku atau malin. Inilah doktrin ajaran adat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;basandi syarak, syarak basandi Kitabullah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;p align="justify"&gt;Gerakan pembaruan ulama zuama di awal abad ke 20 di ranah Minangkabau ini, berawal dengan kepulangan para penuntut ilmu dari Makkah el Mukarramah, yang umumnya adalah murid dari &lt;em&gt;Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawiy, &lt;/em&gt;telah ikut memberikan sumbangan bagi pencerahan pemahaman dan pengamalan syari’at Islam, dan mendorong bagi munculnya perdebatan-perdebatan umum yang diikuti para ulama, kaum terpelajar, dan ahli-ahli adat, dan ikut pula membukakan kesempatan bagi lahirnya berbagai jenis perkumpulan yang bertujuan memperdalam ilmu agama dan adat istiadat, serta mendorong tumbuhnya pendidikan Islam, madrasah-madrasah samapai ke nagari-nagari, dan berdiri pula berjenis organisasi pergerakan, seperti Tarbiyah Islamiyah, Adabiyyah, Muhammadiyah, dan meluas sampai ke semenanjung Malaya, dibawa oleh &lt;strong&gt;Syekh Taher Jalaluddin&lt;/strong&gt; yang lebih banyak melaksanakan dakwahnya di tanah semenjanjung itu. &lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tak kurang penting timbulnya pergolakan-pergolakan kecil di beberapa tempat, biasanya membayangkan dinamika masyarakat adat dan agama di dalam membangun masyarakat di Minangkabau yang sedang mengalami perubahan, menumbuhkan keinginan baru untuk melakukan proses pemeriksaan kembali terhadap nilai-nilai kultur yang dipunyai. Ketika arah pembangunan dan perobahan sosial sedang terjadi, menuju suasana merebut kemerdekaan dan menjelang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, setelah berakhirnya penindasan panjang 350 tahun dijajah Belanda, dan beralihnya kekuasaan kepada Dai Nippon, maka merebut kemerdekaan menjadi wajib. Fatwa para ulama dan zuama ikut membentuk dinamika sejarah dan pemikiran Islam di ranah Minangkabau bergerak cepat, sejak empat puluh tahun sebelumnya juga telah digerakkan oleh para ulama zuama dengan basis ilmu pengetahuan agama dan adat istiadat, serta bahasan-bahasan perkembangan politik di Mesir dan Turki masa itu, ikut mendorong kepada pencarian model yang sesuai dengan yang haq, dan menuntut sikap beragama yang rasional, serta menumbuh kembangkan semangat kemerdekaan dalam berbangsa dan bernegara. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pembaruan Islam di Minangkabau bukan semata terbatas pada kegiatan serta pemikiran saja, tetapi menemukan kembali ajaran atau prinsip dasar Islam yang berlaku abadi yang dapat mengatasi ruang dan waktu. Sementara itu usaha-usaha pembaruan yang praktis, baik dalam bentuk sekolah dan madrasah-madrasah atau pun kerajinan desa, mulai bermunculan. Kaum pembaru pemikiran Islam berusaha mengembalikan ajaran dasar agama Islam dengan menghilangkan segala macam tambahan yang datang kemudian dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;din, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;agama, dan dengan melepaskan penganut Islam dari &lt;strong&gt;&lt;em&gt;jumud,&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;kebekuan dalam masalah dunia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mereka berusaha memecahkan tembok tambahan dan &lt;em&gt;jumud&lt;/em&gt; itu, agar dapat menemu kembali isi dan inti ajaran Islam yang sesungguhnya, yang menurut keyakinannya menjadi cahaya yang dapat menyinari alam ini. Kaum pembaru berkeyakinan bahwa &lt;strong&gt;&lt;em&gt;bab al-ijtihad, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;masih tetap terbuka; mereka menolak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;taqlid&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Ijtihad membawa kaum pembaru untuk lebih memperhatikan pendapat. Keinginan untuk keluar dari situasi yang dianggap tidak sesuai dengan gagasan-gagasan yang ideal menghadapkan Minangkabau pada pilihan-pilihan yang kadang-kadang saling bertentangan. Model barat mungkin baik, tetapi dapat berarti ancaman pada dasar-dasar agama dan adat. Perubahan yang sesuai dengan ajaran Islam yang ortodoks, memang merupakan pemecahan. Tetapi bagaimana pula dengan lembaga adat yang telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Minangkabau? Dan, apa pula contoh yang bisa diikuti? Tetapi parameter adat sangat terbatas dan bias menutup jalan ke dunia maju dan mungkin pula menghadapkan diri pada masalah dosa dan tidak berdosa, soal batil dan haq.&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;Syekh Muhammad Djamil Djambek (1860 – 1947). &lt;/strong&gt;Pada tahun 1903, dia kembali ke tanah air. Sekembalinya dari Mekah, Mohammad Djamil mulai memberikan pelajaran agama secara tradisional Karena beliau memelihara dengan rapi dan teratur jambang dan jenggotnya, maka muridnya mulai menyebutnya dengan &lt;em&gt;Syekh Muhammad Djamil Djambek&lt;/em&gt;, atau &lt;strong&gt;Inyik Djambek&lt;/strong&gt;. Murid-muridnya kebanyakan terdiri dari para &lt;em&gt;kalipah tarekat.&lt;/em&gt; Setelah beberapa lama, Syekh Muhammad &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt; berpikir melakukan kegiatan alternatif. Hatinya memang lebih condong untuk memberikan pengetahuannya, walaupun tidak melalui lembaga atau organisasi. Dia begitu tertarik pada usaha meningkatkan keimanan seseorang. Kemudian ia meninggalkan Bukittinggi dan kembali mendatangi teman-temannya dalam kehidupan parewa yang mulai ditinggalkannya sejak usia 22 tahun (1888) di Kamang, sebuah nagari pusat pembaruan Islam di bawah Tuanku nan Renceh pada abad ke-19. Hingga kemudian dia mendirikan dua buah &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surau&amp;amp;action=edit/oSurau"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;surau&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt; di Kamang (1905), dan &lt;em&gt;Surau Tengah Sawah&lt;/em&gt;(1908). Keduanya dikenal sebagai Surau tempat mengaji dengan &lt;em&gt;Inyik Djambek&lt;/em&gt;. Di Kamang pula ia mulai menyebarkan pengetahuan agama untuk meningkatkan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;iman. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, ia sampai pada pemikiran, bahwa sebagian besar anak nagari tidak melaksanakan ajaran agama dengan sempurna bukan karena kurang &lt;em&gt;keimanan &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;ketaqwaannya&lt;/em&gt;, tetapi karena pengetahuan mereka kurang tentang ajaran Islam itu sendiri&lt;strong&gt;&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ia mengecam masyarakat yang masih gandrung pada ajaran tarekat. Ia mendekati ninik mamak dan membicarakan berbagai masalah masyarakat. Islam sesuai dengan tuntutan zaman dan keadaan. Islam juga berarti kemajuan, agama Islam tidak menghambat usaha mencari ilmu pengetahuan, perkembangan kehidupan dunia, dan menghormati kedudukan perempuan. Islam adalah agama universal, yang dasar ajarannya telah diungkapkan oleh para nabi, yang diutus kepada semua bangsa (&lt;em&gt;QS. 10;47;2: 164; 35:24; 40:78&lt;/em&gt;). Tugas mereka diselesaikan oleh Nabi Muhammad saw, rasul utusan terakhir untuk seluruh umat manusia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cita-cita pikiran untuk memajukan umat dengan agama Islam yang demikian, hanya dapat dicapai melalui pengamalan syariat, yang terbagi kepada tauhid dan ibadat. Dalam ibadah, semuanya terlarang, kecuali yang disuruh. Jadi cara-cara beribadah telah diperintahkan. Di tradisi-tradisi baru yang tidak ada perintahnya, maka tidak dapat diterima sebagai ibadah, dan disebut bid’ah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di dalam kegiatan pemurnian agama, kaum pembaru menentang berbagai bid’ah yang dibedakan atas dua jenis, yaitu bid’ah menurut hukum (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;syar’iyah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) tidak dapat dibiarkan berlaku, karena itu perlu diteliti dalam segala hal, apakah yang lazim dilakukan sehari-hari di bidang agama, dengan menggunakan akal dan berpegang kepada salah satu tiang hukum (&lt;em&gt;Quran, Sunnah, Ijma’, Qiyas&lt;/em&gt;). Di samping itu ada pula bid’ah dalam soal kepercayaan (&lt;em&gt;bid’ah pada I’tikad&lt;/em&gt;), sebagaimana ada pula bid’ah pada amalan, seperti mengucapkan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;niyah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;p align="center"&gt;Islam pada masa kemajuan tidak harus berkembang sejajar dengan perkembangan inteletual, sebab ada hal yang dilarang dan disuruh, dalam batas halal dan haram, serta amat ma’ruf dan nahyun ‘anil munkar, sebagai sifat asli dari agama Islam. Agama juga mengatur hal yang bersangkutan dengan dunia. Masalah ini ada yang mengandung ciri &lt;em&gt;‘ubudiyah&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;, dalam arti berdasarkan perintah dan bagian dari &lt;em&gt;din &lt;/em&gt;Allah, sedangkan cara mengamalkannya bersifat &lt;em&gt;duniawi&lt;/em&gt;. Umpamanya perintah memelihara anak yatim, menghormati orang tua, membersihkan gigi, yang pelaksanaannya sebagian besar terletak pada pilihan individu, dan mengiautkan persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sudah mulai agak janggal pula kedengarannya bila menyebut kata-kata ini yang sudah begitu lama kita kunyah. Tetapi, yang masih sedikit sekali berjumpa pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kehidupan modern dengan alat-alat penghubungnya yang serba lengkap, automobil, kereta api, kapal terbang, telepon, pers, radio, televisi, semua itu ternyata gagal dalam menghubungkan jiwa dan jiwa, dalam ikatan persaudaraan yang ikhlas dan hakiki.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rupanya, soalnya bukan soal alat. Soalnya terletak pada jiwa yang akan mempergunakan alat penghubung itu sendiri. Secanggih-canggih kamera atau seaik-baik alat pemotret, niscaya tidak bisa memproduksi gambar seseorang yang tidak ada. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alat-alat komunikasi yang ultra modern yang dapat menyampaikan pesan kepada satu satelit di luar bumi dengan tekanan suatu knop saja, alat-alat semacam itu tidak mampu menghubungkan rasa muhibbah itu sendiri yang tidak ada.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alat-alat komunikasi sebagai hasil dari teknik modern ini telah dapat memperpendek jarak sampai sependek-pendeknya. Akan tetapi jarak jiwa dan rasa manusia tidak bertambah pendek lantarannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Malah sebaliknya yang seringkali kita jumpai. Hidup bernafsi-nafsi, &lt;em&gt;siapa lu siapa gua&lt;/em&gt;, semakin merajalela.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Inilah problematika dunia umumnya sekarang ini, di tengah-tengah kemajuan material dan teknik yang sudah dapat dicapai manusia di abad ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ini juga problematika yang dihadapi manusia Umat Islam khususnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Persoalan ukhuwwah Islamiyah ini wajib kita memecahkannya dengan sungguh-sungguh, kalau benar-benar kita hendak menegakkan Islam dengan segala kejumbangannya kembali di negara ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para pembaru di Sumatera Barat, memilih mengamalkan ilmunya secara langsung kepada masyarakat Inyik Djambek contohnya, &lt;strong&gt;mengajarkan ilmu tentang ketauhidan dan mengaji dengan cara bertabligh&lt;/strong&gt;, di &lt;em&gt;Surau Tangah Sawah Bukittinggi&lt;/em&gt;, dan menjadi &lt;strong&gt;Surau Inyik Djambek,&lt;/strong&gt; sampai sekarang. Syekh Muhammad Djamil Djambek berkesimpulan bahwa ajaran agama Islam itu sebaiknya disampaikan melalui &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tabligh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;em&gt;ceramah-ceramah (&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kebiasaan', CAPTION, 'wirid',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;wirid&lt;/a&gt;-wirid) &lt;/em&gt;yang dihadiri oleh masyarakat banyak&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Perhatiannya lebih banyak ditujukan untuk meningkatkan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;iman &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;seseorang&lt;strong&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;Ia mendapat simpati dari tokoh-tokoh ninik mamak dan kalangan guru Kweekschool. Bahkan ia mengadakan dialog dengan orang non Islam dan orang Cina. Sifatnya yang populer ialah ia bersahabat dengan orang yang tidak menyetujui fahamnya, sehingga pada tahun 1908 ia mendirikan pusat kegiatan keagamaan untuk mempelajari agama yang dikenal dengan nama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Surau &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kakek / manusia harimau (mitos)', CAPTION, 'inyiak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;inyiak&lt;/a&gt; Djambek &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;di Tengah Sawah, Bukttinggi. Suraunya merupakan tempat pertemuan bagi organisasi-organisasi Islam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagi Umat Islam soal ini hanya dapat dipecahkan oleh Umat Islam sendiri, tidak boleh orang lain. Dan jika tidak dipecahkan, maka yang salah ialah Umat Islam sendiri, terutama para pemimpinnya, bukan orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para pelopor pembaruan pemikiran Islam di Minangkabau berasal dari segala bidang profesi, di antaranya kalangan ulama (&lt;em&gt;Haji Rasul&lt;/em&gt;), kalangan pedagang (&lt;em&gt;H. Abdullah Ahmad&lt;/em&gt;), dan pada umumnya berhasil melepas dirinya dari tradisi yang ada, seperti Syekh Djamil Djambek, Haji Rasul, Haji Abdullah Ahmad dan Ibrahim Musa Parabek, di masa hidupnya dipandang sebagai ulama besar, tempat memulangkan segala persoalan agama dan kemasyarakatan pada umumnya. &lt;/p&gt;Gerakan pembaruan pemikiran di bidang agama yang paling banyak terdengar di Sumatra Barat. Adakalanya mereka dinamakan kaum &lt;em&gt;modernist&lt;/em&gt; atau disebut juga &lt;em&gt;kaum muda.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;p align="justify"&gt;Salah seorang di antara kaum pembaru itu adalah H.Abdullah Ahmad berkali-kali berkata, bahwa di setiap bidang boleh mempergunakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;akal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yang sebenarnya adalah kurnia Tuhan, kecuali bidang agama. Jika kepercayaan tetap merupakan penerimaan saja atas wibawa guru- atau taqlid, maka kepercayaan itu tidak ada gunanya. Orang berakal harus &lt;strong&gt;&lt;em&gt;pujaannya Allah &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;dan untuk itu dipelajarinya&lt;strong&gt;&lt;em&gt; akar-akar hukum &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(ushul al-fiqh). Untuk mengenalkan semua inti ajaran agama Islam ini kepada masyarakat luas diperlukan gerakan penyampaian berbentuk tabligh, guna mengikat tali pergaulan atau ukhuwwah Islamiyah.&lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menegakkan dan menyuburkan Ukhuwwah Islamiyah tidaklah sangat bergantung kepada alat-alat modern, tidak pula kepada harta bertimbun-timbun. Malah dikalangan kaum yang hidup sederhana itulah kita banyak berjumpa "suasana ukhuwwah" lebih dari kalangan yang serba cukup dan mewah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan ...., sekiranya ukhuwwah itu dapat ditumbuhkan hanya dengan mendirikan bermacam-macam organisasi, dengan anggaran dasar dan kartu anggota, dan sekiranya, dengan semboyan-semboyan dan poster-posternya, semestinya ukhuwwah sudah lama tegak merata diseluruh negeri ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekiranya ukhuwwah Islamiyah dapat diciptakan dengan sekedar anjuran-anjuran lisan dan tulisan, semestinya sudah lama ukhuwwah Islamiyah itu hidup subur dikalangan Umat Islam, dan umat itu sudah lama kuat dan tegak. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebab sudah cukup banyak anjuran lisan dan tulisan yang dituangkan kepada masyarakat selama ini, ayat dan hadist mengenai ukhuwwah, disampaikan. Sudah berkodi-kodi kertas, di lemparkan ke tengah masyarakat melalui majalah-majalah, dengan buku-buku dan surat-surat kabar Serta, sudah banyak pula yang hafal, dikunyah-kunyah dan dimamah oleh orang banyak.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau ukhuwwah Islamiyah belum kunjung tercipta juga, itu tandanya pekerjaan kita belum selesai. Dan kalau usaha-usaha selama ini belum berhasil dengan memuaskan, itu tandanya masih ada yang ketinggalan, belum dikerjakan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rupanya soal ukhuwwah dan persaudaraan ini soal hati, yang hanya dapat dipanggil dengan hati pula. Sedangkan yang sudah terpanggil sampai saat sekarang barulah telinga dan dengan kata. Oleh karena, pihak pemanggil yang bisa berbicara barulah lidah dan penanya, belum lagi hati dan jiwanya. Karena itu, pengamalannya kurang tampak menjadi minat orang banyak.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rupanya dan memang terbukti rahasianya menegakkan ukhuwwah dan pergaulan Islamiyah terletak dalam sikap langkah dan perbuatan yang kecil-kecil dalam pergaulan sehari-hari, seperti yang ditekankan benar oleh Rasulullah SAW dalam membina jamaah dan umat Islam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Secara substansi, Rasul SAW menyerukan pelajaran dari yang kecil-kecil, karena secara sosil filosofis masyarakat lebih bergairah menghadapi yang besar-besar, sehingga yang kecil-kecil terabaikan. Padahal, yang kecil-kecil itu, menjadi amalan dasar untuk memudahkan menghadapi kerja besar.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Umpamanya, amalan kecil yang mesti dibiasakan itu, antara lain yang pertama-tama, tegur sapa, memberi salam, dan menjawab salam, mengunjungi orang sakit yang sedang menderita, mengantarkan jenazah ke kubur, memperhatikan kehidupan sejawat, membujuk hati yang masygul, membuka pintu rezeki bagi mereka yang terpelanting. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bahkan, membukakan pintu rumah dan pintu hati kepada para dhu'afa, dan amal-amal kecil yang semacam itu, kecil-kecil tapi keluar dari hati yang ikhlas dan penuh rasa persaudaraan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kemudian sampai pula kepada persoalan yang lebih sensitif- sampai dimanakah kebebasan yang dimiliki memilih alternatif? Persoalan politik dan kemudian menyebarkan nasionalisme anti kolonial menuju Indonesia Raya tidak terlepas dari pergolakan intelektual ini. Tidak saja masalah fikh, tetapi juga masalah tauhid harus dihadapi dengan pikiran yang terbuka. Perbedaan yang fundamental antara inovasi yang menyalahi hukum hakiki, yang bersumber Quran dan Hadits, dan pembaruan sebagai akibat dari peralihan zaman, harus dibedakan dengan tegas. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedangkan selama ini, kita lebih tertarik oleh cara-cara borongan, demonstratif, dengan berteras keluar, asal kelihatan oleh orang banyak. Membangun kembali ukhuwwah atau pergaulan dan persaudaraan yang Islami memerlukan peninjauan dan penilaian kembali akan cara-cara yang sudah ditempuh sekarang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memerlukan daya cipta dari pada pemimpin yang dapat berijtihad, &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memerlukan para pekerja lapangan tanpa nama, tanpa mau dikenal khalayak ramai, &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bersedia meniadakan diri. &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para pelopor pembaruan pemikiran Islam di Minangkabau berasal dari segala bidang profesi, di antaranya kalangan ulama (&lt;em&gt;Haji Rasul&lt;/em&gt;), kalangan pedagang (&lt;em&gt;H. Abdullah Ahmad&lt;/em&gt;), dan pada umumnya berhasil melepas dirinya dari tradisi yang ada, seperti Syekh Djamil Djambek, Haji Rasul, Haji Abdullah Ahmad dan Ibrahim Musa Parabek, di masa hidupnya dipandang sebagai ulama besar, tempat memulangkan segala persoalan agama dan kemasyarakatan pada umumnya. Gerakan pembaruan pemikiran di bidang agama yang paling banyak terdengar di Sumatra Barat. Adakalanya mereka dinamakan kaum &lt;em&gt;modernist&lt;/em&gt; atau disebut juga &lt;em&gt;kaum muda. &lt;/em&gt;Salah seorang di antara kaum pembaru itu adalah H.Abdullah Ahmad berkali-kali berkata, bahwa di setiap bidang boleh mempergunakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;akal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yang sebenarnya adalah kurnia Tuhan, kecuali bidang agama. Jika kepercayaan tetap merupakan penerimaan saja atas wibawa guru- atau taqlid, maka kepercayaan itu tidak ada gunanya. Orang berakal harus &lt;strong&gt;&lt;em&gt;pujaannya Allah &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;dan untuk itu dipelajarinya&lt;strong&gt;&lt;em&gt; akar-akar hukum &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(ushul al-fiqh). Untuk mengenalkan semua inti ajaran agama Islam ini kepada masyarakat luas diperlukan gerakan penyampaian berbentuk tabligh. &lt;/p&gt;Kiprahnya mampu memberikan warna baru di bidang kegiatan keagamaan di Sumatra Barat. Mengutip &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ensiklopedi_Islam&amp;amp;action=edit/oEnsiklopedi%20Islam"&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Ensiklopedi Islam&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;, Syekh Muhammad &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt; juga dikenal sebagai &lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama/oUlama"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;ulama&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt; yang pertama kali memperkenalkan cara bertablig di muka umum. &lt;strong&gt;Barzanji (rawi) atau marhaban (puji-pujian) yang biasanya dibacakan di surau-surau saat peringatan &lt;/strong&gt;&lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maulid_Nabi/oMaulid%20Nabi"&gt;&lt;strong&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Maulid Nabi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;sup&gt; Muhammad SAW, digantinya dengan tablig yang menceritakan riwayat lahir Nabi &lt;/sup&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad/oMuhammad"&gt;&lt;strong&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;sup&gt; dalam bahasa Melayu. Demikian pula kebiasaan membaca riwayat &lt;/sup&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isra_Mi%27raj/oIsra%20Mi%27raj"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Isra Mi'raj&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt; Nabi Muhammad dari kitab berbahasa &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab/oBahasa%20Arab"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Arab&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;, digantinya dengan tablig yang menceritakan peristiwa tersebut dalam bahasa Melayu, sehingga dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat. Termasuk juga tradisi membaca kitab, digantinya dengan membahas masalah kehidupan sehari-hari, dalam satu &lt;strong&gt;tradisi ilmu.&lt;/strong&gt; Semua itu dilakukan karena agama diperuntukkan bagi siapa saja yang dapat memahaminya. Ia pun dikenal sebagai ulama yang lebih bergiat di aktivitas tablig dan ceramah, yang kemudian diikuti oleh para pembaru lainnya di ranah Minangkabau.&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seiring perjalanan waktu, sikap dan pandangannya terhadap tarekat mulai berubah, dan Syekh Muhammad &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt; kini tidak lagi tertarik pada tarekat. Pada awal tahun 1905, ketika diadakan pertemuan ulama guna membahas keabsahan tarekat yang berlangsung di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bukit_Surungan&amp;amp;action=edit/oBukit%20Surungan"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Bukit Surungan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;, &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Panjang/oPadang%20Panjang"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Padang Panjang&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;, Syekh Muhammad berada di pihak yang menentang tarekat. Dia "berhadapan" dengan Syekh Bayang dan Haji Abbas yang membela tarekat. Kemudian dia menulis buku mengenai kritik terhadap tarekat berjudul &lt;em&gt;Penerangan Tentang Asal Usul Thariqatu al-Naksyabandiyyah dan Segala yang Berhubungan dengan Dia&lt;/em&gt;, terdiri atas dua jilid. Salah satu penjelasan dalam buku itu, yakni tarekat Naksyabandiyyah diciptakan oleh orang dari &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persia/oPersia"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt; dan &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/India/oIndia"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;. Syekh Muhammad &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt; menyebut orang-orang dari kedua negeri itu penuh takhayul dan khurafat yang makin lama makin jauh dari ajaran Islam. Buku lain yang ditulisnya berjudul &lt;em&gt;Memahami &lt;/em&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tasawuf/oTasawuf"&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Tasawuf&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt; dan &lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tarekat/oTarekat"&gt;&lt;em&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Tarekat&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt; dimaksudkan sebagai upaya mewujudkan pembaruan pemikiran Islam. Akan tetapi secara umum dia bersikap tidak ingin bermusuhan dengan adat istiadat Minangkabau. Tahun 1929, Syekh Muhammad &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt; mendirikan organisasi bernama Persatuan Kebangsaan Minangkabau dengan tujuan untuk memelihara, menghargai, dan mencintai adat istiadat setempat. &lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;p align="justify"&gt;Djamil Djambek tidak banyak menulis dalam majalah &lt;em&gt;Al-Munir. &lt;/em&gt;Djamil Djambek mempunyai pengetahuan tentang ilmu falak, yang memungkinkannya menyusun jadwal waktu sembahyang serta untuk keperluan berpuasa di dalam bulan Ramadhan. Jadwal ini diterbitkan tiap tahun atas namanya mulai tahun 1911, dan karena Inyik Djambek dikenal sebagai &lt;strong&gt;Bapak Ilmu Falak&lt;/strong&gt;, beliau menerbitkan &lt;strong&gt;Natijah Durriyyah &lt;/strong&gt;untuk masa 100 tahun. Walaupun masalah ini sangat dipertikaikan dengan kaum tradisionalis.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di samping kegiatan Inyik Djambek mengajar dan menulis, beliaupun aktif dalam kegiatan organisasi masyarakat. Pada tahun 1913, ia mendirikan organisasi bersifat sosial di Bukittinggi yang bernama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tsamaratul Ichwan &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;yang menerbitkan buku-buku kecil dan brosur tentang pelajaran agama tanpa mencari keuntungan. Beberapa tahun ia bergerak di dalam organisasi ini sampai menjadi perusahaan yang bersifat komersial. Ketika itu, ia tidak turut lagi dalam perusahaan itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syekh Djamil Djambek secara formal tidak mengikat dirinya pada suatu organisasi tertentu, seperti Muhammadiyah dan Thawalib. Tetapi ia memberikan dorongan pada pembaruan pemikiran Islam dengan membantu organisasi-organisi tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beliau tercatat sebagai pendiri dari &lt;strong&gt;Persatuan Guru Agama Islam (PGAI)&lt;/strong&gt;, yang didirikan pada 1919 di Padang, Sumbar. &lt;/p&gt;Di samping juga untuk memelihara dan mengusahakan agar Islam terhindar dari bahaya yang dapat merusaknya. Selain itu, dia juga turut menghadiri kongres pertama &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Majelis_Tinggi_Kerapatan_Adat_Alam_Minangkabau&amp;amp;action=edit/oMajelis%20Tinggi%20Kerapatan%20Adat%20Alam%20Minangkabau"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt; tahun 1939. Yang tak kalah pentingnya dalam perjalanan dakwahnya, pada masa pendudukan &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang/oJepang"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Jepang&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;, Syekh Muhammad &lt;em&gt;Djambek&lt;/em&gt; mendirikan Majelis Islam Tinggi (MIT) berpusat di &lt;/sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukittinggi/oBukittinggi"&gt;&lt;sup&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Bukittinggi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;. &lt;/sup&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada 30 Desember 1947 (18 Shafar 1366 H), Inyik Djambek wafat, meninggalkan pusaka besar, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;wirid tsulasa&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;(setiap hari Selasa)&lt;strong&gt;, yang tetap hidup sampai sekarang.&lt;/strong&gt; Beliau di makamkan di samping Surau Inyik Djambek di Tengah Sawah Bukittinggi, dalam usia 87 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa bulan setelah itu, 26 Januari 1948 (14 Rabi’ul awal 1366 H), teman akrab Inyik Djambek dalam berdakwah, yakni Inyik Syekh Daud Rasyidy (terkenal dengan sebutan Inyik Daud, ayah Buya Datuk Palimo Kayo), meninggal dunia pula di Surau Inyik Djambek di Tangah Sawah ini, ketika mengimami shalat maghrib, dan besoknya dikuburkan di samping makamnya Inyik Djambek. Itulah sebabnya sampai sekarang ini, kita dapati makam kembar di samping surau Inyik Djambek ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:85%;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;1.Syekh Djamil Djambek dilahirkan di Bukittinggi pada tahun 1860. Terdapat perbedaan pencatatan dalam Syekh Ahmad Khatib, ditulis Drs.Akhira Nazwar, Pustaka Panjimas, Jakarta, Cet.I, Juli 1983, hal.53 disebut tahun 1983. Tetapi dalam &lt;em&gt;Riwayat Hidup dan Perjuangan Dua Puluh Ulama Besar Sumatera Barat, &lt;/em&gt;Padang, Islamic Center Suimatera Barat, 1981,hal.55, dicatata tanggal dan tahun kelahiran Inyik Djambek 13 Sya’ban 1279 H./1862 M Sebenarnya yang tepat adalah 4 Januari 1863 M, tulis DrsEdwar dkk. Mengutip Ensiklopedi Islam Indonesia (EII), Jakarta Djambatan, 2002, Cet.2 ed. Revisi, hal.520-521,Syekh Djamil Djambek lahir 1860, dan meninggal 30 Desember 1947/18 Sfafar 1366 H, di Bukittinggi, dalam usia 87 tahun.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt;2.&lt;strong&gt;Deliar Noer&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942,&lt;/em&gt;Jakarta, LP3ES, 1980, hal.38 &lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:85%;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;3.Syekh Djamil Djambek dilahirkan di Bukittinggi pada tahun 1860 , anak dari Muhammad Saleh Datuk Maleka, Kepala Nagari Kurai. Ibunya berasal dari Betawi. Syekh Djamil Djambek meninggal tahun 1947 di Bukittinggi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;4.Haji Rasul lahir di Sungai Batang, Maninjau, tahun 1879, anak seorang ulama &lt;em&gt;Syekh Muhammad Amarullah gelar Tuanku Kisai&lt;/em&gt;. Pada 1894, pergi ke Mekah, belajar selama 7 tahun. Sekembali dari Mekah, diberi gelar &lt;em&gt;Tuanku Syekh Nan Mudo&lt;/em&gt;. Kemudian kembali bermukim di Mekah sampai tahun 1906, memberi pelajaran di Mekah, di antara murid-muridnya termasuk Ibrahim Musa dari Parabek, yang menjadi seorang pendukung terpenting dari pembaruan pemikiran Islam di Minangkabau. Haji Rasul meninggal di jakarta &lt;em&gt;2 Juni 1945&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;5.Haji Abdullah Ahmad lahir di Padang Panjang pada tahun 1878, anak dari Haji Ahmad, seorang ulama dan pedagang. Ibunya berasal dari Bengkulu, masih trah dari pengikut pejuang Sentot Ali Basyah&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-899224412178508490?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/899224412178508490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=899224412178508490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/899224412178508490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/899224412178508490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/12/mata-rantai-gerakan-pembaruan-pemikiran.html' title='Mata Rantai Gerakan Pembaruan Pemikiran Dan Pengamalan Islam Di Minangkabau'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-5767544382663484308</id><published>2008-12-07T02:57:00.002-08:00</published><updated>2008-12-07T02:59:05.535-08:00</updated><title type='text'>Busana Perempuan Minang Dalam Kebenaran Islam</title><content type='html'>Perempuan (Kawi) menyimpan arti pemimpin (raja), orang pilihan, ahli, yang pandai, pintar dengan segala sifat keutamaan yang lain (lihat:KUBI).[1] Alquran menyebut perempuan dengan Annisa’ atau Ummahat sama dengan ibu, atau “Ikutan Bagi Umat” dan tiang suatu negeri.[2] Sunnah Nabi menyebutkan khair mata’iha al mar’ah shalihah artinya perhiasan paling indah adalah perempuan saleh (artinya perempuan yang tetap pada peran dan konsekwen dengan citranya). Tafsir Islam tentang kedudukan perempuan menjadi konsep utama keyakinan Muslim bermu’amalah. Alquran mendudukkan perempuan pada derajat sama dengan jenis laki‑laki di posisi azwajan atau pasangan hidup (lihat Q.S.16:72, 30:21, 42:11). &lt;p&gt;Budaya Minangkabau dalam adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah” menempatkan perempuan pada posisi peran. Kadangkala dijuluki dengan sebutan; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;orang rumah  (hiduik batampek,  mati bakubua, kuburan hiduik dirumah gadang,  kuburan mati   ditangah padang), &lt;/p&gt;&lt;p&gt;induak bareh  (&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; lamah di tueh, nan condong di tungkek,    ayam barinduak, siriah bajunjuang), &lt;/p&gt;&lt;p&gt;pemimpin  (tahu di mudharat &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dan/dengan', CAPTION, 'jo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;jo&lt;/a&gt; manfaat,  mangana labo jo rugi,  mangatahui sumbang jo salah, tahu di unak kamanyangkuik, tahu di rantiang ka mancucuak, ingek di dahan ka mahimpok, tahu di angin nan basiruik, arih di ombak nan basabuang, tahu di alamat kato sampai), &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemahamannya berarti perempuan Minang sangat arif, mengerti dan tahu dengan yang pantas dan patut, menjadi asas utama kepemipinan ditengah masyarakat. Anak Minangkabau memanggil ibunya dengan bundo karena perempuan Minangkabau umumnya menjaga martabat, &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hati-hati (watak Islam khauf), ingek dan jago pado adat, ingek di adat nan ka rusak, jago limbago nan kasumbiang, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yakin kepada Allah (iman bertauhid), jantaruah bak katidiang,  jan baserak bak amjalai, kok &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ada', CAPTION, 'ado',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ado&lt;/a&gt; rundiang ba nan batin, patuik baduo jan batigo,  nak jan lahie di danga &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perangai berpatutan (uswah istiqamah), maha tak dapek di bali, murah tak dapek dimintak, takuik di paham ka tagadai, takuik di budi katajua, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaya hati (Ghinaun nafs), sopan santun hemat dan khidmat, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tabah (redha), haniang ulu bicaro, naniang saribu aka, dek &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sabar', CAPTION, 'saba',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;saba&lt;/a&gt; bana mandatang,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jimek (hemat tidak mubazir), dikana labo jo rugi, dalam awal akia membayang, ingek di paham katagadai, ingek di budi katajua,  mamakai malu dengan sopan. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Dalam ungkapan sehari-hari, perempuan Minang disebut pula padusi artinya padu isi dengan lima sifat utama; (&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('apa', CAPTION, 'a',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;a&lt;/a&gt;). benar, (b).jujur lahir batin, (c). cerdik pandai, (d). fasih mendidik dan terdidik, (e). bersifat malu (Rarak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('pepaya logat pariaman', CAPTION, 'Kalikih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;Kalikih&lt;/a&gt; dek mindalu, tumbuah sarumpun jo sikasek, kok hilang raso jo malu, bak kayu lungga pangabek. Selanjutnya &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('istilah untuk keluarga kemenakan ', CAPTION, 'anak urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;anak urang&lt;/a&gt; Koto Hilalang, Handak lalu ka Pakan Baso,                          malu jo sopan kalau lah hilang, habihlah raso jo pareso), artinya didalam kebenaran Islam,  al hayak nisful iman = malu adalah paruhan dari Iman.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;       Falsafah hidup beradat mendudukkan perempuan Minang pada sebutan bundo kandung menjadi &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('tiang tengah', CAPTION, 'limpapeh',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;limpapeh&lt;/a&gt; rumah nan gadang, umbun puro pegangan kunci, umbun puruak aluang bunian, hiasan di dalam kampuang, sumarak dalam nagari, nan gadang basa batauah, kok hiduik tampek ba nasa, kalau mati tampek ba niaik, ka unduang-unduang ka madinah, ka payuang panji ka sarugo. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;       Ungkapan ini sesungguhnya amat jelas mendudukkan betapa kokohnya perempuan Minang pada posisi sentral, menjadi pemilik seluruh kekayaan, rumah, anak, suku bahkan kaum, dan kalangan awam di nagari dan taratak menggelarinya dengan “biaiy, mandeh”, menempatkan laki-laki pada peran pelindung, pemelihara dan penjaga harta dari perempuan-nya dan anak turunannya. Dalam siklus ini generasi Minangkabau  lahir bernasab ayah (laki-laki), bersuku ibu (perempuan), bergelar mamak (garis matrilineal), memperlihatkan egaliternya suatu persenyawaan budaya dan syarak yang indah.(2)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebenaran Agama Islam menempatkan perempuan (ibu) mitra setara (partisipatif) dan lelaki menjadi pelindung wanita (qawwamuuna ‘alan‑nisaa’), karena kelebihan pada kekuatan, badan, fikiran, keluasaan, penalaran, kemampuan, ekonomi, kecerdasan, ketabahan, kesigapan dan anugerah (QS. An Nisa’ 34). Wanita dibina menjadi mar’ah shalihah (= perempuan shaleh yang ceria (hangat/warm) dan lembut, menjaga diri, memelihara kehormatan, patuh (qanitaat) kepada Allah, hafidzaatun lil ghaibi bimaa hafidzallahu (= memelihara kesucian faraj di belakang pasangannya, karena Allah menempatkan faraj dan rahim perempuan terjaga, maka tidak ada keindahan yang bisa melebihi perhiasan atau tampilan “indahnya wanita shaleh” (Al Hadist). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kodrat wanita memiliki peran ganda; penyejuk hati dan pendidik utama,  menempatkan sorga terhampar dibawah telapak kaki perempuan (ibu, ummahat). Dibawah naungan konsep Islam, perempuan berkepribadian sempurna, bergaul ma’ruf dan ihsan, kasih sayang dan cinta, lembut dan lindung, berkehormatan, berpadu hak dan kewajiban. Terpatri pada tidak punya arti sesuatu kalau pasangannya tidak ada dan tidak jelas eksistensi sesuatu kalau tidak ada yang setara di sampingnya, inilah kata yang lebih tepat untuk azwajan itu.[3] &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara moral, perempuan punya hak utuh menjadi Ikutan Bagi Umat. Masyarakat baik lahir dari relasi kemasyarakatan pemelihara tetangga, perekat silaturrahim dan tumbuh dengan pribadi kokoh (exist), karakter teguh (istiqamah, konsisten) dan tegar (shabar, optimis) menapak hidup. Rohaninya (rasa, fikiran, dan kemauan) dibimbing keyakinan hidayah iman. Jasmaninya (gerak, amal perbuatan) dibina oleh aturan syari’at Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;شَرَعَ لَكُمْ مِنْ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِه إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ِأَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهَِ&lt;/p&gt;&lt;p&gt; “Allah telah menyari’atkan dasar hidup “ad-din” bagi kamu seperti telah diwasiatkanNya kepada Nuh, dan telah dipesankan kepadamu (Muhammad). Agama yang telah dipesankan kepada Ibrahim, Musa, Isa dengan perintah agar kalian semua mendaulatkan agama ini dan jangan kalian berpecah dari mengikutinya…” (QS.Syura : 13).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perilaku kehidupan menurut mabda’ (konsep) Alquran, bahwa makhluk diciptakan dalam rangka pengabdian kepada Khaliq (QS. 51, Adz Dzariyaat : 56), memberi warning peringatan agar tidak terperangkap kebodohan dan kelalaian sepanjang masa. Manusia adalah makhluk pelupa (Al Hadist).[4] Tegasnya, seorang Muslim wajib menda’wahkan Islam, menerapkan amar ma’ruf dan nahi munkar (QS. Ali ‘Imran :104), dimulai dari diri sendiri, agar terhindar dari celaan (QS. Al Baqarah :44 dan QS. Ash‑Shaf :3). Amar ma’ruf nahi munkar adalah tiang kemashlahatan hidup umat manusia, di dasari dengan Iman billah (QS. Ali ‘Imran :110) agar tercipta satu bangunan umat yang berkualitas (khaira ummah). Maka posisi perempuan didalam Islam ada dalam bingkai (frame) ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Busana Adalah Pelindung Dan Sarana Pendidikan Utama &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Perubahan zaman disertai penetrasi budaya seringkali menampilkan ketimpangan didalam meraih kesempatan yang sangat menyolok pada fasilitas pendidikan, lapangan kerja, hiburan, penyiaran mass‑media, antara di kota dan kampung, akhirnya mengganggu pertumbuhan masyarakat. Apabila kearifan dan keseimbangan peranan memelihara budaya dan generasi tercerabut pula, maka tidak dapat tidak akan ikut menyum­bang lahirnya “Generasi Rapuh Budaya”.[5] &lt;/p&gt;&lt;p&gt;       Generasi berbudaya memiliki prinsip teguh, elastis dan toleran bergaul, lemah lembut bertutur kata, tegas dan keras melawan kejahatan, kokoh menghadapi setiap percabaran budaya, tegar menghadapi percaturan kehidupan, sanggup menghindari ekses buruk, membuat lingkungan sehat, bijak menata pergaulan baik, penuh kenyamanan, tahu diri, hemat, dan tidak malas, akan terbentuk dengan keteladanan. Konsepsi Rasulullah SAW;”Jauhilah hidup ber-senang-senang (foya-foya), karena hamba-hamba Allah bukanlah orang yang hidup bermewah-mewah (malas dan lalai)” (HR.Ahmad). Tidak dapat dimungkiri bahwa kaum perempuan harus memaksimalkan perannya menjadi pendidik di tengah bangsa menampilkan citra perempuan mandiri, memastikan terpenuhi hak dan terlaksananya kewajiban, salah satunya melalui cara berbusana. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;        Dari pandangan agama Islam ini, bisa disimpulkan bahwa yang tidak mau mengindahkan hak-hak perempuan, sebenarnya adalah mereka yang tidak beriman atau kurang mengamalkan ajaran agama Islam. Di Minangkabau perempuan berada pada lini materilineal akan hilang marwahnya tersebab menipisnya kepatuhan orang beradat, karena hakikat adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah adalah aplikatif, bukan simbolis.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-5767544382663484308?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/5767544382663484308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=5767544382663484308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/5767544382663484308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/5767544382663484308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/12/busana-perempuan-minang-dalam-kebenaran.html' title='Busana Perempuan Minang Dalam Kebenaran Islam'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-2087982553461914061</id><published>2008-12-07T02:57:00.001-08:00</published><updated>2008-12-07T02:57:34.584-08:00</updated><title type='text'>Hebatnya Wanita Minang</title><content type='html'>Saya katakan hebat, wanita minang sebelum kemerdekaan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sampai dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tahun 1960 an bisa mengurus anak –anak yang jarang sekali didampingi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;suami dan banyak dari mereka yang berhasil anak-anaknya. Kenapa demikian ?.  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Laki-laki minang pada waktu itu apabila punya posisi &lt;&gt; atau sebagai pengusaha yang berhasil mereka rata-rata punya istri lebih dari 1 &lt;satu&gt; , kalau hanya punya satu maka mamak-mamaknya akan mencarikan lagi istri dengan alasan “ &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sudah', CAPTION, 'alah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;alah&lt;/a&gt; tinggi pangkek kok ciek se bini indak laku ang”.maka kawinlah sibapak tadi sampai dua &lt;2&gt; atau tiga &lt;3&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bahkan seterusnya, sehingga lalai ikut membesarkan anak-anak yang dilahirkan.&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Siapakah yang mengurus anak-anak tadi tentu saja si ibu dengan segala cara.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hal ini banyak terjadi pada waktu itu. Si Wanita minang ini walaupun sering ditinggal suami dengan menggilir istri-istri yang lain, tetap menyambut hangat suaminya apabila datang, begitu cara mereka menghormati / menghargai bapak dari anak-anak mereka .&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ibu-ibu ini bisa menekan batin mereka untuk tidak ditampakkan keluar, terutama didepan anak-anak.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Wanita-wanita minang umumnya yang saya tau sangat trampil dalam bidang memasak, menjahit, menyulam ataupun menenun, dan dengan cara ini mereka mencoba mencukupi nafkah yang kurang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Wanita-wanita minang zaman sekarang banyak yang berkarir, tetapi tetap tidak melupakan tanggungjawab rumahtangganya, serta membimbing anak-anaknya, bedanya zaman sekarang ada kerja sama dengan suami. Suami zaman sekarang punya istri cukup satu, indak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('bisa, mampu', CAPTION, 'talok',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;talok&lt;/a&gt; labiah dari ciek, untuk bisa menghidupi keluarga dengan satu istri saja sudah bersyukur ALHAMDULILLAH. Berbeda dengan zaman sebelum kemerdekaan, dimana pada waktu itu mamak-mamak masih dominan membantu keluarga. Sedangkan masa sekarang peran mamak tidak seperti dulu, bapak lebih berperan dalam&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menghidupi masing-masing keluarga. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya tidak menulis kehebatan wanita minang dibidang karir yang memang sudah nyata banyak sekali yang hebat-hebat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya ingin mengatakan hebatnya wanita minang menguasai diri pada waktu itu dalam mengurus anak-anaknya tanpa tuntutan yang berlebihan kepada fihak suami.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Demikian hebatnya wanita minang sebagai BUNDO KANDUNG, sebagai IBU yang selalu dibanggakan oleh anak-anaknya. &lt;/p&gt;  &lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!-- JOM COMMENT START --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-2087982553461914061?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/2087982553461914061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=2087982553461914061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/2087982553461914061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/2087982553461914061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/12/hebatnya-wanita-minang.html' title='Hebatnya Wanita Minang'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-6245947648775312055</id><published>2008-11-28T23:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T23:50:22.108-08:00</updated><title type='text'>Posisi Dan Peranan Bapak Sebagai Kepala Keluarga Dalam Masyarakat Hukum Adat Minangkabau</title><content type='html'>Landasan pokok adat budaya Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, bermakna ada landasan budaya yang kuat, bersendi kepada agama (syara’). Maka, dalam diri orang Minang menyatu kedua nilai hakiki, adat dan syarak. Setiap orang Minang dituntut memahami dan mengamalkan nilai-nilai budaya Minangkabau tersebut dengan mentaati ajaran-ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;Pengamalan secara utuh dari adat, agama dan undang-undang, berpengaruh terhadap tatanan sosial. Tanpa ketiganya, kekacauan, keserakahan, kekerasan dan kejahatan dengan mudah akan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Seorang Minangkabau mesti beradat, berbudi dan beragama Islam. Ketika konsep adat budaya Minangkabau yang religius ini diamalkan dengan sesungguhnya, maka “ranah Minang” adalah nagari aman, damai, sejahtera lahir dan batin.   &lt;p&gt;Minangkabau masa dahulu bisa dikatakan sangat teratur. Masuknya agama Islam ke ranah Minangkabau, tatanan adat istiadat disempurnakan dengan ajaran agama melalui penyesuaian-penyesuaian. Hal-hal yang bertentangan dengan Islam, dihapus dan tidak berlaku lagi. Dari sini lahir " &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('adat, kebiasaan', CAPTION, 'adaik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;adaik&lt;/a&gt; manurun agamo mandaki " dan "syarak mangato, adaik mamakaikan".&lt;br /&gt;Secara fisik, ungkapan itu adalah adat berasal dari daerah daratan, kemudian menyebar ke kawasan pesisir. Sementara agama berasal dari pesisir dan dikembangkan kedaratan dan pedalaman Minangkabau.&lt;br /&gt;Secara esensial, bahwa masyarakat Minangkabau rela menerima peran adat yang selalu menurun dan berkurang, sementara agama kian hari semakin dominan. Karena itu, berlaku kaidah ”adaik dipakai baru, kain dipakai usang”, satu kearifan adanya penjagaan nilai-nilai disetiap pergantian zaman dan musim.&lt;br /&gt;Dalam masyarakat  Indonesia ada struktur kemasyarakatan : &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berdasarkan Matrilinial, yaitu melalui garis keturunan Ibu, seperti di Minangkabau, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdasarkan Patrilinial, yaitu melalui garis keturunan Ayah,  seperti di Tapanuli, Sumatera Utara, atau Batak,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdasarkan Parental, yaitu melalui garis keturunan IBU dan AYAH (kedua-duanya), seperti di Jawa. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Masyarakat Hukum Adat Minangkabau&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Masyarakat hukum adat dapat difahami melalui faktor teritorial dan faktor geneologis. Faktor teritorial terikat dengan suatu daerah tertentu. Faktor genealogis berdasar pertalian darah keturunan.&lt;br /&gt;Orang Minangkabau, merasa terikat oleh satu keturunan yang ditarik menurut garis Ibu atau Perempuan. &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kesatuan dasar keturunan itu disebut SUKU jang ditarik menurut garis keturunan perempuan atau Matrilinial.&lt;br /&gt;Hubungan kekerabatan matrilinial bersifat alamiah dan lebih awal munculnya dalam masyarakat dibanding tali kekerabatan lainnya. &lt;br /&gt;Sejak awal, anak-anak lebih mengenal Ibunya. Ibu melahirkan, mengurus, mengasuh dan ibu membesarkan anaknya. Ibu menjadi pendidik keluarga. lbu menentukan perkembangan keturunan. Melalui garis Ibu (perempuan) terjalin ikatan keluarga matrilinial.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peran ibu di Minangkabau ada dua ; pertama melanjutkan keberadaan suku dalam garis matrilineal, dan kedua menjadi ibu rumah tangga dari keluarga, suami dan anak-anaknya. Syara’ berlandaskan Kitabullah menempatkan perempuan pada posisi azwajan (mitra setara dan sederjat) dengan jenis laki‑laki sebagai pasangan hidup. Karena itu ibu menduduki peran sentral.&lt;br /&gt;Saat ini, tanggungjawab terhadap anak, dipastikan sepenuhnya telah berpindah ke tangan orang tua. Dominasi mamak beralih ke ayah khususnya, dan orang tua pada umumnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumah tangga bagian terendah tata ruang masyarakat. Organisasi kekerabatan matrilinial Minangkabau dimulai dari Rumah Tangga yang dipimpin orang SUMANDO, artinya kekuasaan ada pada BAPAK.&lt;br /&gt;Anak Minangkabau punya nasab ayah, suku ibu, dan gelar mamak.&lt;br /&gt;”Gala” adalah ”sako” dalam kaum atau suku. &lt;br /&gt;Orang Sumando mempunyai tugas berat,&lt;br /&gt;" mancari kato mufakaik, ma-nukuak mano &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; kurang, mam-bilai mano nan senteng, ma-uleh sado nan singkek, Man-jinaki mano nan lia, ma-rapekkan mano nan ranggang, ma-nyalasai mano nan kusuik, ma-nyisik mano nan kurang, ma-lantai mano nan lapuak, mam-baharui mano nan usang".&lt;br /&gt;Idealnya &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt; sumando Minangkabau adalah urang sumando ninik mamak atau sumando mamak rumah&lt;img src="http://www.cimbuak.net/images/stories/content/langgo.bmp" style="float: left;" alt="Image" title="Image" width="360" border="0" height="286" hspace="6" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tali kekerabatan masyarakat Minangkabau yang kompleks  selalu dijaga dengan baik. Seseorang dianggap ada, bila ia berhasil menjadi sosok yang diperlukan di kaumnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kelompoknya, bakorong bakampuang dan banagari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keturunan matriliniel meluas jadi keluarga SAMANDE ditarik dari garis ibu. Anggota keluarga Samande menyadari bahwa mereka berasal dari satu rumah gadang dan dari saudara sama Ibu.&lt;br /&gt;Pimpinan dari keluarga Samande adalah MAMAK  RUMAH. Tali kekerabatan dalam rumah gadang dari Samande dijaga oleh mamak. Peranan mamak masa dahulu amat dominan, ”Kamanakan barajo ka Mamak, Mamak barajo ka Pangulu, Pangulu barajo ka mupakaik, Mupakaik barajo ka nan bana, Nan bana ba-diri sandirinyo”. Begitu terlihat jelas dalam rumah tangga di rumah gadang. Tanggung jawab mamak yang besar itu, sampai membuatkan rumah untuk kemenakan, jadi tanggungjawab mamak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekeluargaan matrilinial membentuk hubungan Saparuik dan Sajurai, yang dijaga oleh &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('pria yang dituakan dalam keluarga ibu', CAPTION, 'tungganai',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;tungganai&lt;/a&gt; dan Tuo Kampuang. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Beberapa PARUIK membentuk KAUM dari garis keturunan ibu, dipimpin oleh PENGHULU KAUM, atau MAMAK KEPALA WARIS. Kumpulan beberapa KAUM membentuk kesatuan kerabat yang lebih besar, dinamakan SUKU, dipimpin oleh PENGHULU KAUM atau Penghulu Suku.&lt;br /&gt;Kepemimpinan mamak menduduki jabatan penghulu di tengah kaumnya.&lt;br /&gt;Penghulu, adalah pemuka masyarakat yang dipilih dan diangkat kaum. Mamak adalah pemegang tongkat penghulu yang dihormati kaumnya. Penghulu itu harus menjaga kehormatan.&lt;br /&gt;Dia tidak boleh berbuat tidak baik. Malah, memanjat pohon untuk memetik buah-buahan tidak boleh dilakukan seorang penghulu. Dia akan menyuruh anak kemenakannya.&lt;br /&gt;Dalam memimpin, penghulu mesti mampu berlaku adil dan bijaksana. ”tibo di paruik indak dikampihkan, tibo di mato indak dipiciangkan.”&lt;br /&gt;Syarat utama pengangkatan seorang penghulu sangat berat.&lt;br /&gt;Penghulu menjunjung gelar serta marwah anak kemenakan, korong kampung, kaum dan nagari.&lt;br /&gt;Menjunjung gelar haruslah bertabur urai.&lt;br /&gt;Maknanya berbuat untuk anak kemenakannya, karena hendak nama tinggalkan jasa.&lt;br /&gt;Gelar penghulu tidak dapat dibagi-bagikan dengan mudah kepada sembarang pihak. Artinya, ”tantang rueh nan ba tuneh, tantang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dingin', CAPTION, 'barih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;barih&lt;/a&gt; nan ba &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('penggaris', CAPTION, 'balabeh',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;balabeh&lt;/a&gt;”.&lt;br /&gt;Seorang yang menjabat  ''penghulu” akan melaksanakan tugas diikat dengan sumpah ”ka ateh indak ba pucuak, ka bawah indak ba urek, di tangah di lariek kumbang”.&lt;br /&gt;Mustahil, bila penghulu mendapatkan gelar lewat penganugerahan semata.&lt;br /&gt;Ketika zaman berubah, "sakali aie gadang, sakali tapian &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('berpindah', CAPTION, 'baranjak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;baranjak&lt;/a&gt;" atau  "sakali musim baganti, sakali zaman bakisa", peran dominasi mamak terhadap kemenakan mulai berkurang.&lt;br /&gt;Pendidikan adat Minangkabau semestinya menyangkut kepada nilai-nilai adat itu. Sehingga upaya membentengi  kemerosotan moral melalui nilai-nilai adat, mudah dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Adat Minang mempunyai struktur yang jelas, &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sistematika filosofi budaya Minangkabau, sahino samalu, sa iyo sa kato. Sistematika hukum adat Minangkabau, bajanjang naiek batanggo turun. Jenjangnya adalah tangga musyawarah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam hal fungsi, ada hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan dalam adat Minang.&lt;br /&gt;Secara filosofis, laki-laki dan perempuan punya  fungsi sendiri pula&lt;br /&gt;Konsep Islam menempatkan manusia khalifah di muka bumi. Laki-laki dan perempuan adalah sama-sama pemimpin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fungsi laki-laki (bapak dan mamak) serta perempuan (bundo kanduang pelanjut suku dan ibu pemimpin rumah tangga), sama pemimpin dalam fungsi, sah menurut syarak. Ideologi Minang sudah berjalan dan sudah ada, sahino samalu dan saling menghormati.&lt;br /&gt;Nan tuo dimulie kan, nan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kecil', CAPTION, 'ketek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ketek&lt;/a&gt; di sayangi, samo gadang lawan ba iyo,  sesuai kaedah syarak, menjadi adat yang diajarkan dalam menghormati orang tua (ibu,bapak).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ideologis Minangkabau adalah gabungan dari beberapa ideologi yang ideal bagi orang Minang sendiri. Adat Minangkabau mengakui persamaan gender sejak dulu. Masalah feminim sudah dikedepankan sejak lama, sebelum muncul dalam  tataran global.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di masa lalu kekerabatan dapat dijaga oleh ninik mamak dibalut oleh sistem mata pencaharian yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hubungan silaturahmi dalam kekerabatan adat memberi fungsi dan tugas dalam menata masyarakat banagari dan bakorong bakampuang, seperti Sumando, Mamak Rumah, Tungganai, Pangulu Suku, Andiko, Tuo Kampuang dan lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hubungan kekerabatan di Minangkabau berlangsung secara harmonis dan dijaga dengan baik. Hal tersebut terjadi karena perasaan kekeluargaan dan perasaan semalu terjaga dalam hubungan keluarga dengan baik. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seseorang akan dihargai oleh suku atau keluarganya apabila ia berhasil menyatu dengan kaumnya dan tidak membuat malu kaummya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menyigi matrilineal ini, maka tampaklah bahwa ;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang bukan Minang tidak mempunyai suku dalam adat Minangkabau. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mendapatkan suku seseorang harus mempunyai prinsip hinggok mancangkam, lompek basitumpu, adat di isi limbago dituang pada sebuah suku oleh suatu nagari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maka seorang perempuan yang menjadi menantu orang Minang biasanya diterima sebagai hinggok mancangkam, tabang basitumpu  itu dalam suku lain, kecuali suku suaminya. Solusi ini telah berlaku sejak lama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah diangkat sebagai anggota satu suku atau kemenakan dalam satu kaum, maka ia berhak mendapat gelar sako dari kaum itu. Keadaan seperti ini yang terjadi di daerah Sitiung atau Pasaman. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bergesernya pola keluarga kepada keluarga batih (keluarga kecil), maka fungsi sumando ninik mamak menjadi sangat luas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gelar pusako, berkaitan dengan fungsi-fungsi yang ada dalam kaum, maka setiap kaum menentukan apakah gelar yang ada pada kaumnya dan terbatas itu, dapat ditambah asal tidak bertentangan dengan kaum lain, suku lain atau nagari lainnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kawin sesuku, boleh atau tidak, sebenarnya dapat diatur dalam adat salingka nagari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MEMPOSISIKAN PERANAN BAPAK, KEPALA KELUARGA DALAM  MASYARAKAT ADAT  MlNANGKABAU&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Bapak atau ayah dalam masyarakat hukum adat Minangkabau, adalah ayah dari  anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang diikat dengan satu perkawinan dalam ikatan ”rumah tangga”, artinya ayah biologis. Anak akan bernasab kepada ayah.&lt;br /&gt;Anak-anak yang lahir dari perkawinan dalam ikatan rumah tangga itu menurut hukum adat Minangkabau mengikuti garis keturunan Ibu mereka (matrilinial), karena masyarakat Minangkabau mengikuti sistem matrilinial, maka ANAK-ANAK bersuku (clan) kepada ibu.&lt;br /&gt;Dalam tatanan global, suasana kebudayaan lebih didominasi oleh sistem patriaki&lt;br /&gt;Setiap keluarga Minangkabau (ayah, ibu dan anak-anak mereka) kini, hidup dalam Rumah sendiri masing­-masing. Keluarga atau rumah tangga Minangkabau sekarang, sama saja dengan keluarga di Batak ataupun di Jawa, hidup dalam rumah masing-masing secara mandiri.&lt;br /&gt;Keluarga Minangkabau dengan garis keturunan matrilinial dan di Batak dengan garis keturunan patrilinial, atau Jawa dengan parental, kini, ke1uarga (ayah, ibu dan anak-anak mereka) itu, hidup otonom.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dalam adat Minangkabau ayah tidak hanya berperan sebagai ayah biologis, tapi juga sebagai ayah sosial. Kaum lelaki menjadi mamak dari kemenakannya, yakni anak-anak dari saudara perempuannya, disamping jadi ayah dari anak-anaknya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai mamak ia berkewajiban memperhatikan dan menjaga kemenakan  dan sebagai ayah dari anak-anaknya. Dia wajib melindungi keduanya, sesuai fatwa adat anak di pangku kamanakan di bimbiang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peran kaum lelaki menjadi berat. Tidak jarang, timbul pertentangan (paradoks) didalam menetapkan prioritas&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada masa dahulu, sewaktu anak-anak dan ibu mereka masih hidup dan bertempat tinggal dalam Rumah Gadang, maka anak-anak mereka dibina oleh Mamak(dari garis keturunan ibu mereka). Ayah tidak banyak tinggal di rumah gadang itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada masa kini, setiap keluarga Minangkabau (ayah, ibu dan anak-anak mereka) hidup secara tersendiri di rumah masing-masing. Tidak lagi dalam Rumah Gadang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ayah adalah Kepala Keluarga. Bertanggung jawab penuh terhadap istri dan anak-anak mereka. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;Laki-laki Minangkabau harus berperan sebagai ayah terhadap anak sejak berusia dini, dan teguh memperhatikan kemenakannya. Peranan laki-laki Minangkabau sebagai Bapak (ayah) dari anak-anak mereka adalah sebagai Kepala Keluarga.&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Fakta menunjukkan, bahwa pelaksanaan ajaran agama sudah menjadi lebih dominan daripada ketentuan adat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila ditilik menurut agama Islam, tanggung jawab mendidik anak itu berada di tangan orang tua. Hal ini sangat sesuai dengan ajaran syarak atau agama Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harta pencaharian, baik harta pencaharian dari ayah ataupun dari ibu, kesemuanya dinikmati secara bersama-sama. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peranan AYAH, sebagai kepala keluarga, baik di Minangkabau, di Batak ataupun di Jawa, ketiga-tiganya saat sekarang sama saja, sebagai Kepala Keluarga, yang mengayomi istri dan anak-anaknya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;Laki-laki Minangkabau berperan sebagai Mamak. Dalam hal tertentu, seperti masalah perkawinan kemenakan mereka, tetap memerlukan  izin dari mamak mereka. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mamak dari anak-anak mereka hidup terpisah. Mamak hidup dalam rumah tangganya  tersendiri, bersama istri dan anak-anaknya. sendiri. Anak-anak mengikuti perintah MAMAK menurut garis keturunan Ibu mereka; &lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dalam tata cara adat Minangkabau jika anak-anak tersebut kelak akan melaksanakan perkawinan, lebih dahulu harus mendapat persetujuan dari MAMAK mereka dari garis keturunan ibu mereka dalam adat istiadat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang disebut mamak dari anak-anak adalah saudara laki-laki dari ibu mereka, bukan saudara laki-laki dari garis keturunan AYAH mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak (yang menjadi kemenakan dari mamaknya) menurunkan gelar dari mamak sebagai sako dari suku mereka.Disini terlihat keistimewaan turunan Minangkabau sekarang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menempatkan sistim matrilineal dalam tatanan global tidak mungkin merubah substansinya, karena sudah merupakan identitas Minangkabau.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;Mamak mereka tetap mengawasi harta Pusako Tinggi, sesuai dengan sistem matrilineal.&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketika anak-anaknya telah berusia cukup, dia wajib memperhatikan kemenakannya dalam memberikan arahan atau bahkan mencarikan jodoh bagi kemenakannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Anak dipangku kemenakan dibimbing”, memperlihatkan dua peran dari laki-laki Minang yaitu sebagai ayah dan sebagai mamak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah dalam pemeranan peran ganda laki-laki Minang, adalah faktor keterbatasan ekonomi. Satu solusinya adalah marantau untuk mengatasi keterbatasan ekonomi tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;Bila dilihat Sistem Matrilineal dalam Adat dan Budaya Minangkabau itu memberikan beberapa pengaturan sesuai langgo langgi yang ada,&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengaturan Harato Pusako, Sako, Pusako di Minangkabau dan harta waris dikenal ada harta waris pusako tinggi, dan harta waris pusako randah. &lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Harta waris pusako tinggi diatur menurut garis keturunan ibu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harta waris  pusako randah adalah harta waris perolehan selama perkawinan ayah dan ibu (suami dan istri), dibagi menurut faraid. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demikian pula di Batak, harta waris mengikuti garis keturunan ayah, dan dikenal pula harta waris pusako randah, yaitu yang diperoleh selama hidup bersama (selama masa perkawinan antara ayah dan ibu).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sedangkan di Jawa, semua harta waris, tetap diterima oleh keturunannya, baik yang laki-laki, maupun yang perempuan (sesuai sistem parental). Jadi harta warisan yang diterima dari Ibu ataupun dari Ayah, tetap akan diwariskan kepada anak-anaknya, baik yang laki-laki, maupun perempuan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;Peran Laki-Laki, di didalam Kaum sebagai Kemenakan, sebagai Mamak dan sebagai Penghulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;C. Peran Laki-Laki di luar Kaum atau Persukuan, adalah sebagai  Sumando dan kaum dari Persukuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peran dan Kedudukan Perempuan diatur didalam keluarga kaumnya dan didalam keluarga batih dengan suami dan anak turunannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Peran perempuan menurut agama dan adat.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Agama Islam dan adat Minangkabau tidak melarang perempuan berperan diluar lingkungan domestik. Perannya itu tidak boleh meninggalkan peran-peran esensi melahirkan dan mendidik anak sebagai ibu rumah tangga. Allah SWT telah menciptakan dan menyediakan semua keperluan kita. Allah SWT memberi pula alat dan daya untuk mendukung usaha hidup kita dengan hak dan kewajiban. Kaum lelaki bukan diktator. Maka, tanggung jawab lelaki sebagai suami (semenda dan mamak) menurut Al Quran sangat berat, الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ = Lelaki adalah pemimpin bagi kaum perempuan … (QS. an-Nisa’:34).&lt;br /&gt;Perannya tidak boleh merendahkan harkat dan martabat wanita Minang yang hidup dalam ajaran agama Islam.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sistem matrilineal dapat menjadi sebuah tataran konseptual bagi kebudayaan di luar Minangkabau, khususnya kebudayaan kontemporer yang menyatakan persoalan gender. Gender didominasi oleh ideologi liberalis dan kapitalis. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mekanisme kontrol, check and balance, dalam matrilineal di Minangkabau terdapat dalam bentuk sistem, bukan lembaga seperti yang ada dalam negara atau pemerintahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di era modernisasi dan perkembangan zaman/globalisasi yang secara konsep adat Minangkabau pada prinsipnya dapat tetap dipertahankan keberadaannya. Walaupun akan terjadi perubahan, bukannya terhadap hal-hal yang terkait esensi. Artinya kita tidak boleh menutup mata terhadap perubahan tersebut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan telah terjadinya pergeseran sistem nilai pada pola matrilineal Minangkabau, pada satu sisi menimbulkan kegelisahan di kalangan penentu adat, ninik mamak, cadiak pandai, dan kaum perempuan, anak kemenakan seperti: tidak berperannya mamak dalam keluarga kaumnya. Akibat terjadinya perubahan fungsi dan kedudukan perempuan dan laki-laki dalam sistem matrilineal, akan berpengaruh pula terhadap perubahan struktur keluarga. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mekanisme dan penerapan sistem matrilineal pada hakekatnya hanyalah merupakan persoalan perkauman, hubungan ninik mamak dengan kemenakan, hubungan sumando-manyumando.&lt;br /&gt;Perempuan Minangkabau mulia, memiliki kebesaran dan bertuah. Katanya didengar anak cucu. Dari turunannya diangkat para penghulu dan ninik mamak. Jika masih hidup tempat berniat. Ketika sudah  mati tempat bernazar, jadi payung panji ke sorga,  sesuai ajaran syarak,"sorga terletak dibawah telapak kaki ibu" (al Hadist).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Hal ini memperlihatkan dengan jelas kokohnya kedudukan perempuan Minangkabau pada posisi sentral. Perempuan Minang, menjadi pemilik seluruh kekayaan, rumah, anak, suku dan kaum.&lt;br /&gt;Didalam mengembangkan karier dan profesinya perempuan Minangkabau dianjurkan berjuang mempengaruhi lingkungan profesi baru itu dengan nilai-nilai keminangkabauan dan keislaman.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Seorang ibu Minangkabau seyogyanya menguasai terminologi hubungan kekerabatan Minangkabau, walaupun ia hidup dalam keluarga batih, sehingga nilai-nilai yang biasa berlaku dalam masyarakat Minangkabau secara umum dapat diteruskan kepada anak-anaknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu dipikirkan kembali pemberian sebutan rangkayo bagi perempuan Minang yang sudah bersuami. Dalam sebutan perempuan Minangkabau dihindarkan membawa gelar adat suami sebab jelas itu milik suku lain. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan mandeh dan bundo yang dilekatkan kepada perempuan Minangkabau, menempatkan laki­-laki (suami) pada peran pelindung, pemelihara dan penjaga harta dari perempuan dan anak turunan. Dalam siklus ini generasi Minangkabau lahir bernasab kepada ayah (laki-laki), bersuku kepada ibu, bergelar  dari mamaknya (garis matrilineal).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Beberapa permasalahan saat sekarang ini.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Permasalahan yang dihadapi oleh keluarga Minang, terutama dalam hal perubahan dimana si anak tidak mengenal siapa mamaknya dan dimana kampungnya,  sehingga mamak tidak mengenal kemenakan dan sebaliknya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Permasalahan juga terjadi ketika perempuan Minang menikah dengan non Minang, seringkali anak turunannya beranggapan bukan bergaris matrilineal lagi. Padahal dalam hukum adat Minangkabau anak turunan tersebut masih bersuku kepada ibunya. Solusi bagi masalah ini, adalah meningkatkan kembali sistem pendidikan di keluarga. Keluarga harus menjadi suatu sistem pendidikan dini bagi anak yang akan menjelang dewasa, disamping wadah untuk menjelaskan hubungan kekerabatan sesuai adat yang berlaku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Permasalahan yang banyak terjadi, mamak tidak kenal kemenakan dan begitu pula sebaliknya. Mengatasi ini; &lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perlu sosialisasi adat dan hubungan kekerabatan ini lewat pendidikan formal ataupun nonformal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu kembali pengajaran adat melalui suku. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dimulai dari dalam keluarga mengajarkan adat istiadat dan hubungan kekerabatan dan juga penggunaan bahasa ibu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam sosialisasi pendidikan adat istiadat, diberikan dalam berbagai bentuk ; kesenian, diskusi keluarga, sehingga nilai-nilai budaya Minang tersebut  dapat tersampaikan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terjadi perubahan struktur keluarga dalam sistem matrilineal bila ditinjau dari sudut agama, perkembangan zaman dan adat dipakai baru, kain dipakai usang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;9. Tanah Pusako Tinggi adalah tanah yang dimiliki oleh Kaum, yang merupakan milik bersama dari seluruh anggota kaum dan diperoleh secara turun temurun, yang pengawasannya berada di tangan MAMAK KEPALA KAUM.&lt;br /&gt;Tanah Pusako Randah, adalah harta yang diperoleh seseorang atau suatu/sebuah paruik berdasarkan pemberian atau hibah, maupun yang dipunyai oleh suatu keluarga berdasarkan pencahariannya, pembelian, ”taruko” dan sebagainya. Pada waktu ini tanah ulayat nagari, maupun tanah ulayat suku, di beberapa nagari sudah hampir tidak ditemukan lagi, karena "pudar" dilanda perkembangan penduduk dan perkembangan sosial ekonomi. &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Problema Masyarakat Adat Budaya Minangkabau&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Permasalahan besar orang Minang kini, adalah kaburnya jati diri. Seringkali orang Minang, tidak lagi bangga menjadi orang Minang.&lt;br /&gt;Walau sejarah telah mencatat, bahwa Minangkabau adalah suatu suku bangsa yang terkenal menonjol dalam mobilitas yang tinggi serta sering   menjadi pelopor. Keberhasilan orang Minang dalam berbagai bidang membuktikan hal ini pada masa lalu.&lt;br /&gt;Kepeloporan, mesti diraih masa ini dan dipertahankan masa datang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang Minangkabau banyak yang merantau.&lt;br /&gt;Di rantau kehidupannya sama dengan kehidupan orang lain. Ada satu kebanggaan dalam dirinya.&lt;br /&gt;Kampung halamannya tetap menghimbaunya pulang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertanyaan orang Minang tentang adat Minangkabau.&lt;br /&gt;Banyak orang rantau Minangkabau bertanya mengapa orang Minang tidak menurunkan pusako kepada anaknya, sesuai dengan hukum Islam? Mengapa diturunkan kepada kemenakan atau anak saudara-saudara perempuannya?&lt;br /&gt;„« Perlu ada sosialisai pemahaman tentang budaya Minangkabau yang menggugah masyarakat Minang agar peduli dengan adat dan budaya Minangkabau,&lt;br /&gt;„« Menggali dan memahami nilai-nilai luhur adat budaya Minangkabau, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada dua faktor perlu dicermati di tengah perkembangan sekarang :&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Faktor internal ;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang Minangkabau kurang memahami adat dan budaya Minang. Tidak ada tokoh nasional yang berkelanjutan, yang ada sekarang kurang visioner. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kualitas SDM pemangku adat lemah. Kurang peduli sesama. Ajaran syarak tidak dilaksanakan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumber mata pencarian para pemuka adat (kebutuhan hidup) terbatas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Faktor eksternal&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengaruh budaya asing. Karena tidak kuatnya syarak dalam perlakuan adat, maka jalan di alieh urang lalu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengaruh teknologi yang salah terapan. Informasi dan komunikasi tak ada saringan. Pengaruh materialisme,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengaruh pergaulan antar masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Mengantisipasi kedua faktor ini perlu mengingatkan kembali masyarakat Minang kepada landasan filosofi budaya Minang, yaitu adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah.&lt;br /&gt;Menghidupkan Adat dan Syarak di Minangkabau. &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Introspeksi diri dari semua warga dan semua tingkat dan kedudukan tentang perlunya memelihara nilai-nilai budaya kekerabatan yang ada, dan merumuskan nilai-nilai tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga dapat dihayati dan diamalkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagaimanapun, dalam merumuskan nilai-nilai tersebut kita harus realistis menghadapi kenyataan-kenyataan yang ada, sehingga disana sini perlu ada penyesuaian, misalnya dalam menghadapi perkawinan antar suku bangsa, sepanjang tidak merusak sendi-sendi budaya tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membiasakan dalam lingkungan keluarga menjalankan nilai-nilai dan aturan-aturan kekerabatan itu. Bertingkah laku sesuai dengan status dalam kekerabatan, mamak sebagai mamak, kemenakan sebagai kemenakan, ibu sebagai ibu, ayah sebagai ayah, dan seterusnya. Membiasakan bahasa Minang dalam keluarga. Strategi pewarisan atau sosialisasi pengetahuan dan nilai budaya Minangkabau melalui ” Batunjuak baajari ” oleh orang tua kepada anak atau dari mamak kepada kemanakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada beberapa pegangan yang harus dijaga dengan baik untuk  melaksanakan syarak dan adat dalam budaya Minangbkabau itu, antara lain ; &lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Harato pusako tinggi yang diamanahkan dari ninik turun kemamak, dari mamak turun kekemenakan, tidak boleh diperjualbelikan atau keluar dari suku. Dalam keadaan khusus, seperti ditemukan potensi kekayaan alam yang tinggi, maka hasil pengolahannya dikembalikan kepada kaum, artinya jika digunakan untuk kepentingan komersial, maka harus ada manfaatnya bagi kaum. Harato pusako tinggi ini digunakan sesuai Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur akan hal ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pusako boleh digadai dengan 4 syarat, jika terjadi &lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;rumah gadang katirisan, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;maik tabujua ditangah rumah, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;gadih gadang indak balaki, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malu nan tacoreang di &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dahi', CAPTION, 'kaniang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kaniang&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li&gt;Harato pusako randah diwariskan sesuai dengan aturan pewarisan hukum Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurangnya pemahaman adat dan syarak dari datuk penghulu. Banyaknya sikap apatis orang Minang terhadap adatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen kepenghuluan mamak dalam kaum, kurangnya wibawa ninik Mamak dalam kaum.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bapak sebagai Kepala Keluarga dalam masyarakat hukum adat Minangkabau, berperan sebagai Kepala Keluarga yakni Kepala Rumah Tangga, sebagai pembina dan pengayom isteri dan anak-anak mereka. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laki-laki Minangkabau berperan ganda. Sebagai Bapak dan Mamak. Dalam posisi sebagai Mamak, berperan da1am hukum adat Minangkabau sebagaimana telah berlaku selama ini, khususnya dalam memelihara, mengatur Harta Pusako Tinggi, yang masih tetap berlaku di dalam Masyarakat hukum adat Minangkabau. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem Matrilineal di Minangkabau di era modern sesuai perkembangan zaman secara konsep dan prinsip dapat dipertahankan keberadaannya. Walaupun terjadi perubahan, bukan terhadap hal-hal yang terkait esensi. Perubahan tetap ada. Pengamatan menyatakan, telah terjadi pergeseran sistem nilai pada pola matrilineal Minangkabau, dalam fakta mengarah kepada patriarki. Keadaan ini, satu sisi menimbulkan kegelisahan di kalangan penentu adat, ninik mamak, cadiak pandai, dan kaum perempuan, anak kemenakan seperti: tidak berperannya lagi mamak dalam keluarga kaumnya.&lt;br /&gt;Terjadinya perubahan fungsi ini dan pergeseran kedudukan perempuan dan laki-laki dalam sistem matrilineal, tentu sangat berpengaruh pula terhadap perubahan struktur keluarga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena itu, peran orang tua sangat menentukan di dalam memberikan uswah dan laku perangai yang mencerminkan  watak, sifat fisik, kognitif, emosi, sosial dan rohani dengan kesalehan sosial dalam masyarakat adat di Minangkabau.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu dilakukan berapa tindakan, antara lain ;&lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penguatan Ikatan Keluarga Minangkabau sebagai sistem&lt;br /&gt;(&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('apa', CAPTION, 'a',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;a&lt;/a&gt;) Keluarga harus dilihat sebagai suatu sistem yang tidak terpisah satu sama lain, dan harus dapat memahami keberadaan anggota keluarga lainnya.&lt;br /&gt;(b) Adanya kecintaan di antara sesama anggota keluarga sehingga lahir sikap dalam membela kepentingan keluarga yang lainnya, sahino samalu, seiya sakata.&lt;br /&gt;(c) Adanya kebersamaan dalam memenuhi kebutuhan dan masalah yang muncul dalam keluarga, sehingga terwujud kebahagiaan keluarga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penguatan struktur dan fungsi keluarga&lt;br /&gt;a)   Fungsi Pengasuhan&lt;br /&gt;1) Ayah sebagai kepala keluarga, bila tidak ada ayah, ibu yang berperan sebagai kepala keluarga.&lt;br /&gt;2) Kesepakatan pengasuhan anak, sebagai kekuatan adat Minangkabau “anak di pangku kamanakan di bimbiang” terlaksana dalam hubungan pengasuhan modern.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sikap dan tindakan orang tua dalam pembentukan pola perilaku generasi ( melindungi, memberikan kebebasan, mengembangkan cita dan keinginan anak turunan, menyayangi anak dan kemauan mendengar keluhan generasi), akan melahirkan kebersamaan mengatasi masalah antar generasi Minangkabau.&lt;br /&gt;b)   Fungsi Sosialisasi&lt;br /&gt;1) Membangun komunikasi yang efektif seharusnya  terjadi dalam keluarga, sehingga terjadi pemberian peran dan tanggung jawab pengayoman dari  mamak kepada kemenakan secara turun temurun.&lt;br /&gt;2) Penghargaan terhadap sesuatu yang bernilai kepada anak dan kemenakan dalam membangun kerja sama dan keakraban sesama anak dan kemenakan.&lt;br /&gt;3) Pemeliharaan rasa saling mengasihi/menghormati dalam keluarga oleh setiap orang tua Minangkabau menunjukkan sikap keteladanan dalam keluarga.&lt;br /&gt;d)   Fungsi Kasih Sayang&lt;br /&gt;1) Kewajiban ayah dan ibu memberikan kasih sayang kepada anaknya.&lt;br /&gt;2) Kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga dan kebutuhan anak&lt;br /&gt;3) Perhatian terhadap anggota keluarga pada saat-saat khusus dan saat mengalami kesedihan, tibo di baiek baimbauan, tibo di buruak ba ambauan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fungsi Ekonomi&lt;br /&gt;(1) Ada tanggung jawab mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.&lt;br /&gt;(2) Ada keharusan berperan bersama dalam keluarga sehingga kebutuhan sehari-hari terpenuhi.&lt;br /&gt;(3) Ayah bunda berperan menjadi tulang punggung penghidupan atau penghasilan bagi keluarga.&lt;br /&gt;3)   Pengembangan Komunikasi antara Keluarga&lt;br /&gt;(a) Menjaga hubungan atau interaksi antara keluarga,  barek  sapikua ringan sejinjing.&lt;br /&gt;(b) Menjaga kebersamaan keluarga dalam melaksanakan ibadah keluarga serta dalam mengatasi masalah.&lt;br /&gt;(c) Menjaga kesediaan mendengarkan keluhan dan mendorong kemauan anggota keluarga ke arah yang positif sebagai mengawali komunikasi antar keluarga.&lt;br /&gt;Persaudaraan tidak mungkin dapat tumbuh dengan penolakan hak-hak individu rakyat banyak. Ketamakan serta penindasan akan mempertajam permusuhan antar kelompok masyarakat.   Maka, generasi Minangkabau yang juga adalah seorang muslim yang baik sudah semestinya mengamalkan akhlak karimah yang standar secara profesional dengan kemauan dari dalam diri. Kemudian dihayati menjadi etika sesuai yang diajarkan oleh adat Minangkabau, sebagai pengamalan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-6245947648775312055?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/6245947648775312055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=6245947648775312055' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/6245947648775312055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/6245947648775312055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/11/posisi-dan-peranan-bapak-sebagai-kepala.html' title='Posisi Dan Peranan Bapak Sebagai Kepala Keluarga Dalam Masyarakat Hukum Adat Minangkabau'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-6973704678309387913</id><published>2008-11-24T09:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T09:53:37.588-08:00</updated><title type='text'>Pemesraan Antara Bahasa Dan Kepercayaan Orang Minangkabau</title><content type='html'>Masyarakat Minangkabau adalah salah satu suku bangsa di antara puluhan suku bangsa yang membentuk bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Masyarakat Minangkabau hidup di sekitar wilayah Sumatera Bagian Tengah, atau yang dalam &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('Tambo adalah kejadian  yang terjadi pada zaman dahulu (sejarah) yang dituangkan dalam sastra Minangkabau', CAPTION, 'Tambo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;Tambo&lt;/a&gt; Minangkabau disebutkan perbatasan wilayah Minangkabau itu dikisahkan,  “… dari Sikilang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('air, (aia tajarang) = air sedang dimasak', CAPTION, 'aia',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;aia&lt;/a&gt; Bangih sampai ka Taratak Aia Itam. Dari Sipisok-pisok pisau anyuik sampai ka Sialang Balantak basi. Dari Riak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; Badabua sampai ke Durian ditakiak Rajo”, (artinya, dari Sikilang Air Bangis sampai ke Taratak Air Hitam, dari Sipisok-pisok Pisau Hanyut sampai ke Sialang Belantak Besi, dari Riak yang berdebur sampai ke Durian Ditekuk Raja).&lt;br /&gt;.   &lt;p&gt;Orang Minangkabau menamakan tumpah darahnya dengan Alam Minangkabau, yang secara geografis berarti juga wilayahnya itu berpusat di selingkar Gunung Merapi, di Sumatera Barat. Wilayah itu meluas menjadi Luhak dan Rantau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wilayah Luhak terletak di nagari-nagari yang berada di sekitar Gunung Merapi, sedangkan wilayah Rantau berada di luarnya, yaitu di sekitar wilayah pantai bagian Barat dan Timur Minangkabau.&lt;br /&gt;Dalam Tambo dikisahkan pula bahwa Alam Minangkabau mempunyai tiga buah Luhak yang lazim disebut dengan Luhak Nan Tigo (Luhak yang Tiga). Terbagi kepada Luhak Tanah Datar, Luhak Agam dan Luhak Lima Puluh Kota. Dari Luhak tersebut, kemudian berkembang menjadi Luhak Kubang Tigobaleh, yang terletak di sekitar Gunung Talang, Kabupaten Solok sekarang.&lt;br /&gt;Wilayah Rantau terletak di luar Luhak-luhak tadi. Semula rantau adalah tempat mencarikan hidup para penduduk, terutama dalam bidang perdagangan.&lt;br /&gt;Wilayah rantau, berubah menjadi tempat menetap turun temurun. Terjadilah pembauran dan pemesraan (asimilasi) antara nan datang mencengkam hinggap bersitumpu. Berkembang menjadi bagian dari pusat pemerintahan di Minangkabau dulu, yakni Kerajaan Pagaruyuang, yang mempunyai Basa Ampek Balai, berninik bermamak,  berdatuk dan berpenghulu. Berlakukah pula di wilayah rantau itu, adat istiadat Minangkabau.&lt;br /&gt;MINANGKABAU DAN NILAI KEKERABATAN&lt;br /&gt;Dari sisi istilah Minangkabau malah lebih dikenal sebagai bentuk kebudayaan dengan masyarakatnya yang berstatus matrilineal – atau keturunan menurut garis keibuan Hubungan kekerabatan ini, adalah perpaduan dan pemesraan  antara istiadat (urf) dan syariat agama Islam.&lt;br /&gt;Garis matrilineal yang dianut adalah, bahwa anak yang dilahirkan bernasab kepada ayahnya, bersuku kepada ibunya, dan bersako terhadap mamaknya). Hubungan kekerabatan seperti ini, mungkin tidak ada duanya di Indonesia. Nilainya mengutamakan kebersamaan.&lt;br /&gt;Sistem matrilineal yang paling nyata, telah menarik para pakar ilmu sosial, di dalam negeri dan dari luar negeri. Sistim kekerabatan Minangkabau satu hal yang nyata, dan masih berlaku, walau perubahan terjadi di masa global ini.&lt;br /&gt;Kekuatan yang mengikat sistim kekerabatan Minangkabau, terlihat dari berbagai arah dan sudut pandang. Berpengaruh pada semua sisi kehidupan masyarakat Minangkabau.&lt;br /&gt;Kekuatan kekerabatan itu misalnya, berpengaruh kuat di aspek jiwa dagang masyarakatnya, mobilitas penduduknya, dengan kesukaan merantau ke negeri lain untuk mencari ilmu, mencari rezeki. Sistim kekerabatan sedemikian itu pula, yang telah mendorong lajunya mobilitas horizontal dalam bentuk imigrasi, dan mobilitas vertical yang menuju kepada peningkatan kualitas.&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan kekerabatan dalam budaya-adat Minangkabau, mereka yang menyimpang dari kebersamaan yang telah dipolakan, akan terkena risiko dalam berbagai tingkatan.&lt;br /&gt;Dapat saja berupa dikucilkan dari pergaulan sebelum membayar denda penyesalan pada nagari, sampai yang dikenai hukum buang sapanjang adat (buang sapah, buang habis). Bila terkena hukuman adat yang terakhir ini, maka segala hak-haknya yang tumbuh karena hubungan adat akan dicabut.&lt;br /&gt;Masuknya budaya luar, baik melalui sistem pemerintahan dan usaha-usaha kehidupan, tentang perdagangan,  tentang sumber mata pencaharian, yang memungkinkan anak kemenakan bekerja sebagai pegawai, negeri atau swasta, atau usaha-usaha yang non agrarisch lainnya, telah sekaligus dapat mengubah, setidaknya mempengaruhi struktur tradisional kekeluargaan orang Minangkabau.&lt;br /&gt;Semula, semua turunan berdiam di rumah orang tua, akan berpindah ke rumah yang didirikan sendiri, juga bukan lagi di atas bagian tanah pusaka kaum, tetapi di atas tanah yang dibeli dengan hasil pendapatan sendiri.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kekuasaan Mamak Kepala Waris terhadap anggota kaumnya, di dalam kaitan adat budaya Minangkabau, tidak sama lagi dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;Peranan dan tanggung jawab seorang suami kepada anak-isterinya, juga mengalami pergeseran tajam. Semua suami, yang juga adalah mamak dalam kaumnya, hamper bahkan sudah sepenuhnya mengurusi kepentingan keluarga batihnya saja. Kekerabatan di masa lalu, seperti sibuk mengurus sawah ladang kaum dari orang tuanya, sudah tidak diperlukan lagi.&lt;br /&gt;Harta pusaka (collectief bezit), hampir semuanya sudah habis terindividualisasikan kepada anggota kaum. Malah sudah dibuku-tanahkan (sertifikat) atas nama mereka masing-masing. Perubahan-perubahan demikian, sekaligus merombak beberapa sisi beban tanggung jawab, yang selama ini berada pada kewenangan mamak, terutama dalam urusan kekerabatan, berpindah ke pikulan ayah bunda.&lt;br /&gt;Sedikit atau banyak perubahan yang tumbuh tersebab pola kehidupan ini. Peran suami dari para kemenakan, atau yang disebut &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt; sumando di Minangkabau, menjadi lebih dominan. Sepanjang urang sumando atau suami dari para kemenakan, masih perlu dihormati di kaumnya, jaringan kekerabatan semula tidak akan mengalami gangguan. Dia masih harus bertenggang rasa dengan mamak-mamak dalam kaum isterinya.&lt;br /&gt;Tatanan kekerabatan masa lalu akan berombak total, apabila turunan mereka tidak lagi dididik perlunya dalam kebersamaan. Kebersamaan dalam kekerabatan akan kuat di kala tertanam rasa malu, berbasa-basi, berbahasa yang indah, bertenggang rasa seperti yang sudah-sudah.&lt;br /&gt;Perilaku nafsi-nafsi atau individualistis dan berperangai nan ka lamak di awak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('seorang', CAPTION, 'surang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;surang&lt;/a&gt; secara materialisasi, sudah tampak mengedepan. Makin kuat bila ditunjang oleh mapannya kehidupan keluarga inti atau keluarga batih. Ketika itu, sudah dirasa berat memberikan bantuan pada kaum. Maka kebersamaan mulai meredup.&lt;br /&gt;Sistim kekerabatan bersuku ke ibu, termasuk juga menjadi pagar bagi tidak terjadinya kawin sesuku. Sudah berkali-kali kasus perkawinan dari yang bersanak ibu yakni yang ibu mereka bersaudara handling, dari salah satu nagari di Luhak, meskipun kejadiannya di rantau.&lt;br /&gt;Agama Islam memang tidak melarang perkawinan demikian, akan tetapi tidak pula menyuruh untuk saling kawin mengawini di antara mereka yang sekaum sepusaka.&lt;br /&gt;Agama Islam juga tidak membolehkan sesuatu, yang dampaknya akan berakibat pecah atau kacaunya kesatuan sebuah kaum.&lt;br /&gt;Selain itu, ada beberapa istilah yang perlu diperbaiki pemahamannya dalam perilaku. Seumpama sebutan: kok indak ameh di pinggang – dunsanak jadi urang lain. Ini adalah sepenggal contoh pepatah bernuansa sarkatis.&lt;br /&gt;Betapa akibatnya, bila lelaki Minang dalam keadaan tidak punya emas (tidak berpunya), seolah saudara-saudaranya akan menghindar darinya, dan akan membiarkan diri melarat sendiri. Sikap yang dimuat pepatah tersebut, perlu ditempatkan pada posisi yang benar.&lt;br /&gt;Secara prinsip, agama Islam menganut juga sikap demikian. Pelajari dengan tenang salah satu Rukun Islam adalah kemampuan membayar zakat. Kewajiban zakat menjadi rukun sahnya seseorang menjadi muslim. Tanpa embel-embel penjelasan seperti menunaikan haji ke Mekah dengan catatan tambahan, sekali seumur hidup jika ada kemampuan internal, ada kesempatan dan ada kemungkinan secara internal dan ekstemal.&lt;br /&gt;Bila perilaku syarak dipahamkan secara sepotong-sepotong, maka mereka yang membayar zakat saja yang boleh disebut Muslim. Perlu disimak lebih dalam. Adanya ketentuan rukhsah (dispensasi). Bagi yang belum mampu secara objektif, berhak menerima zakat sebagai dhuafak, fakir atau miskin.&lt;br /&gt;Dipahamkan dari sini, bahwa rukun zakat adalah pendorong membentuk sikap individu giat berusaha, mampu membayar zakat, dan mencegah Muslim jadi pengemis.&lt;br /&gt;Adat dan budaya Minangkabau menghendaki setiap lelaki Minangkabau, haruslah punya kemampuan, selain ilmu juga secara materi. Diperlukan untuk membantu dan menambah harta pusaka kaumnya, selain memenuhi kebutuhan keluarga dan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Adat Minangkabau mendorong mereka untuk merantau, dan silakan kembali- setelah dirasa berguna untuk kaum dan korong kampung.&lt;br /&gt;Namun, bagi yang belum terbuka kesempatan menjadi lelaki mampu, secara hukum adat tetap terbuka peluang untuk menggarap harta pusaka kaumnya Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ketentuan adat tidak pernah membatasi.&lt;br /&gt;Harta kaum yang digarap untuk anak bini seperti itu, disebut arato bao atau harta bawaan, yang tunduk pada ketentuan bao kumbali-dapatan tingga. Pengolahan dan pemanfaatan tanah ulayat kaum, sesuai hukum dalam Islam.&lt;br /&gt;JALINAN BAHASA DAN KEPERCAYAAN DI MINANGKABAU&lt;br /&gt;Dari sudut kebudayaan, dan berbagai sisi hubungan dan perilaku, terbentuk  kaitan jalin berkelindan hubungan Bahasa dan Kepercayaan orang Minangkabau.&lt;br /&gt;Pembauran dengan makna asimilasi   adalah pemesraan antara dua unsur atau lebih dalam suatu wadah tertentu. Unsur yang satu menjadi bagian dari unsur yang lain, demikian pula sebaliknya. Salah satu yang membentuk pemesraan itu adalah bahasa  dan kepercayaan dalam wadah kesusastraan di Minangkabau.&lt;br /&gt;Penjiwaan dari kehidupan keseharian masyarakat Minangkabau, terasa ada asimilasi, atau pemesraan antara Bahasa dan Kepercayaan rakyat di Minangkabau. Perasaan itu terbawa kemana saja. Ada di ranah, dan terpakai di rantau. Di mana bumi &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('di injak', CAPTION, 'dipijak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;dipijak&lt;/a&gt; di sana adat dipakai. Kaidah hidup ini, sesungguhnya satu keniscayaan yang lahir dari keyakinan. Sebagai generasi berbudaya Minangkabau, di mana saja.&lt;br /&gt;Kata kepercayaan berasal dari "percaya" (Sanskerta) yang berarti pendapat, itikad, kepastian dan keyakinan. Istilah lain yang hampir sama dengan kepercayaan adalah "keyakinan" yang secara etimologi berasal dari kata "yaqin" (Arab).&lt;br /&gt;Sungguhpun antara istilah kepercayaan dan keyakinan mempunyai perbedaan. Kepercayaan diartikan sebagai kebenaran yang diperoleh pikiran. Keyakinan adalah suatu kebenaran yang diperoleh jiwa, dikuatkan oleh  pikiran. Kebenaran agama adalah keyakinan. Selanjutnya, kebenaran ilmu pengetahuan, filsafat dan intelektual adalah kepercayaan.&lt;br /&gt;Kepercayaan bermula dalam tingkat penerimaan dari ilmu pengetahuan. Keyakinan berada pada taraf intensitas dari kepercayaan. Keyakinan telah meminta keharusan untuk melakukan aktivitas. Sedangkan kepercayaan belum mempunyai keharusan untuk itu.&lt;br /&gt;Kepercayaan seseorang kepada hal-hal yang berada di luar dirinya, di luar penghayatan lahiriahnya, diyakini menjadi suatu materi atau keadaan yang mempengaruhi kehidupannya. Inilah yang dimaksud dengan kepercayaan yang akan berasimilasi dengan bahasa dalam kesusastraan Minangkabau.&lt;br /&gt;Pemesraan antara bahasa dan kepercayaan, telah memperkaya Kesusastraan Minangkabau, terutama kesusastraan lama atau khazanah kesusastraan lisannya.&lt;br /&gt;Kata kesusastraan berasal dari anggapan kata dasar "susastra" yang sebenarnya telah mengalami peristiwa affiksasi dalam bahasa aslinya (Sanskerta), yaitu kata "sastra" mendapat prefik "su". Jadi kata bentukan "susastra" telah mendapat  imbuhan "ke + su", dalam bahasa kita.&lt;br /&gt;Kata "sastra" menurut aslinya berarti ilmu pengetahuan atau buku  pelajaran.  Namun, dapat pula diartikan orang sebagai "tulisan" atau "bahasa".  Kita sudah memahami, bahwa kata "su" adalah prefik sifat yang berarti indah atau bagus.&lt;br /&gt;Kesusastraan adalah hasil bahasa yang indah. Dengan demikian, kesusastraan Minangkabau sesungguhnya mempunyai pengertian yang dalam, yaitu "hasil bahasa Minangkabau yang indah". Dalam perilaku Minangkabau disebutkan, “nan kuriek kundi, nan sirah sago, nan baiek budi, nan indah baso”. &lt;br /&gt;Sungguhpun titik berat kesusastraan Minangkabau bersifat lisan, seperti yang terungkap dalam puisi dan prosa berirama, namun tidak sedikit pula yang telah ditulis dalam tulisan-tulisan lama, dengan memakai huruf arab melayu. Sehingga pemakaian huruf hijaiyah tersebut dalam mengungkapkan kosa kata melayu, adalah bagian dari pemesraan antara bahasa dan kepercayaan masyarakat Minangkabau, terhadap kekuasaan di luar lahiriahnya, dalam hasil sastranya yang bersifat tulisan.&lt;br /&gt;Kesusastraan tidak hanya sekadar hasil seni bahasa belaka. Kesusateraan adalah juga hasil pemikiran, hasil pengalaman, hasil merasa, bahkan hasil dari kehidupan seseorang atau masyarakat dan lingkungannya. Melalui hasil sastra dapat disimak kehidupan masyarakat pada suatu waktu, dan kebudayaan satu suku bangsa atau suatu bangsa.&lt;br /&gt;Salah satu aspek yang amat memberi bentuk dalam kehidupan masyarakat itu adalah hubungannya dengan sesama, dan hubungannya dengan Penciptanya. Pencipta yang Maha Khalik adalah yang berkuasa di luar lahiriah kehidupan masyarakat itu. Hubungan-hubungan itu terlihat juga dalam kesusastraan.&lt;br /&gt;Kesusasteraan Minangkabau juga memberi jawaban pengaruh hubungan itu. Seperti tersua dalam ungkapan,&lt;br /&gt;“ Kanan jalan ka Kurai, sasimpang jalan ka Ampek Angkek.&lt;br /&gt;Kok iyo pangulu ganti lantai, kok bapijak jan manjongkek.&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('adat, kebiasaan', CAPTION, 'adaik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;adaik&lt;/a&gt; taluak timbunan kapa, Adaik lurah timbunan aie.&lt;br /&gt;Kok bukik timbunan angin, biaso gunuang timbunan kabuik.&lt;br /&gt;Adaik pamimpin tahan upek.”  &lt;br /&gt;Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, selalu diperhatikan antara dua kekuatan, yang satu secara lahiriah sikap dalam diri insan bernyawa, dan yang kedua adalah kekuatan keyakinan theis (agama) yang mengatur nyawa itu.&lt;br /&gt;Kesusastraan lahir dan dibentuk oleh kedua unsur itu, yaitu unsur nyawa yang memiliki rasa dan periksa, dan unsur agama yang membimbing rasa dan periksa itu. Budaya kehidupan yang dibimbing oleh keyakinan agama, melahirkan sikap malu. Budaya malu, membentuk masyarakatnya hidup dengan kehati-hatian, serta ingat dan hemat dalam bertindak. Selanjutnya sikap-sikap budaya sedemikianlah yang menumbuhkan dinamika dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Kesusastraan yang kehilangan hakekatnya sebagai kerja makhluk yang mempunyai akal dan rasa, seharusnya menjadi alat penghubung  yang mesra dengan keredhaan Khaliknya. Keindahan akan tercipta, ketika hasrat timbul untuk mengembalikan keindahan yang abadi dengan ajaran agama dan keagungan nama Ilahi, ke dalam bentuk-bentuk  karya sastra.&lt;br /&gt;Asimilasi antara bahasa dan kepercayaan dalam kesusastraan Minangkabau terasa kental sekali. Mempersoalkan hubungan yang mesra antara bahasa sastra dan kepercayaan kepada yang Gaib, yakni kekuasaan Allah Subhanu wa Ta’ala, menjadikan karya sastra itu indah abadi.&lt;br /&gt;Perlu rasanya kembali menggali mutiara milik bangsa, yang memiliki kekayaan pemesraan. Kebudayaan bangsa Indonesia yang bersifat kebhinekaan suku-suku bangsa, amat memerlukan pemesraan antara agama dan adat istiadat etnik, yang akan memperkuat ke tunggal-ikaan kebudayaan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Di antara mutiara terpendam yang dapat diselami adalah bahwa kesusastraan yang hakiki membentuk kepribadian satu bangsa, amat terkait dengan keyakinan  pencipta sastra dan pendukungnya Keduanya adalah makhluk bernyawa yang mengabdi kepada Ilahi.&lt;br /&gt;Kesusastraan Minangkabau terdapat pengasimilasian antara bahasa dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan satu ungkapan, adaik basandi syarak, yang telah menyumbangkan kemajuan di masa lalu, dan menjadi kekuatan besar untuk meraih keberhasilan masa depan.&lt;br /&gt;Dalam kesusastraan Minangkabau pengasimilasian itu sudah berhasil diciptakan. Kendatipun bentuknya sangat sederhana, dengan kepercayaan kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa. Walau di masa lalu, sebelum agama Islam masuk, di dalam kehidupan masyarakat Minangkabau  masih banyak didapati kesesatan, yang tidak sesuai dengan syari’at agama Islam itu.&lt;br /&gt;Kepercayaan itu adalah fungsi jiwa manusia. Majunya ilmu pengetahuan, telah pula menyebabkan perubahan-perubahan terhadap jiwa manusia yang kompleks, ikt pula mengubah konsepsi manusia terhadap Tuhannya. Namun, adalah satu keniscayaan bahwa, konsepsi kehidupan manusia tergantung pada alat-alat yang ada pada manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;Pada masyarakat Minangkabau, fungsi jiwa dibangun oleh kepercayaan kepada Tuhan, Allah Yang Maha Kuasa, Yang Esa lagi Gaib, tampak jelas dalam setiap aspek kehidupan  kebudayannya dan riak kehidupan sastranya.&lt;br /&gt;Sifat umum masyarakat tradisional Minangkabau di masa ini masih terasa, dan sukar untuk melepaskan kepercayaan dalam kehidupan tradisi mereka. Terdapat keinginan untuk menyimpan dan memeliharanya yang dalam hal ini tidak terkecuali hasil-hasil sastra Minangkabau sendiri. Hal ini juga dirasa kebenarannya dalam pendapat Moh.Hatta, Wakil Presiden RI pertama menyatakan, "… Pada dasarnya manusia itu bersifat konservatif. Sukar melepaskan perhiasan hidup lama, ingin menyimpan pusaka lama. Di antara pusaka lama itu, banyak di antara kita yang ingin memeliharanya dalam keasliannya".&lt;br /&gt;Pengukuhan adat bersendi syariat menjadi sangat penting. Jika hal ini dapat tetap ujud dan terpelihara baik, maka akan banyak manfdaatnya, dan telah turut menyalurkan nilai-nilai yang berharga dari satu budaya daerah, hasil masa lampau ke dalam kebudayaan Indonesia modern, sebagai telah dianjurkan oleh Sutan Takdir Alisjahbana. &lt;br /&gt;Menggali khazanah kebudayaan lama Minangkabau, yang banyak tersimpan di dalam bahasa lisan, serta dan menaikkannya ke atas permukaan kehidupan, menjadi bahasa tulisan, niscaya akan memberi sumbangan besar di dalam memupuk kebudayaan nasional, sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Untuk melakukan kompilasi dari nilai-nilai pusaka Minangkabau yang menjadi mutiara kehidupan berbudaya dengan adat bersendi syari’at, perlu dilakukan observasi mengenai pidato-pidato adat dan petuah orang tua-tua, yang diucapkan dalam upacara-upacara kekeluargaan masyarakat di Minangkabau.&lt;br /&gt;Selain dari observasi yang dipertajam untuk menapak Minangkabau yang kuat di masa depan, keharusan pula adanya penelitian historis, terutama diarahkan kepada penyelidikan bentuk-bentuk sastra lisan yang banyak terdapat dalam kehidupan masyrakat Minangkabau, seperti pidato-pidato adat yang masih dihayati dalam kehidupan nyata. Cara inilah yang tersukar dalam pelaksanaannya. Namun, upaya ini akan terasa mudah dengan adanya modal pertautan rasa antara kehidupan beradat dalam bimbingan agama Islam.&lt;br /&gt;Memang amat sukar untuk menentukan berapa jumlah pendukung kesusastraan lisan Minangkabau itu. Berapa banyak yang masih tersisa di dalam khazanah golongan terkemuka dalam adat atau penghlu (ninik mamak), dan berapa banyak pula yang sudah diidentifikasi kembali oleh golongan cerdik pandai, suluah bendang di nagari,   atau mereka yang dapat dianggap mengetahui bentuk-bentuk kesusastraan lisan itu.&lt;br /&gt;Berlakunya adaik istiadat nan salingka nagari, telah memberi warna perlakuan peribadi dan masyarakatnya, di dalam berinteraksi sesama. Adat istiadat yang menjadi kebiasaan pada setiap nagari dan luhak, menjadi kekayaan amat berharga.&lt;br /&gt;Praktek perilaku yang disebutkan di dalam  pidato dan petatah-petitih adat di tengah kehidupan masyarakat di Minangkabau, terutama di desa-desa, saat ini masih menjaga nilai-nilai utama yang luhur.&lt;br /&gt;Perilaku berbudaya dan berakhlak masih dihayati dalam keseharian mereka, disebabkan tetap berlakunya ketentuan syariat agama Islam dengan kuat. Dan terjaganya dengan baik fungsi-fungsi urang ampek jinih dalam lingkungan kekerabatan di nagari-nagari.&lt;br /&gt;Faktor penghayatan lahiriah dalam melaksanakan adat bersendi syariat, akan lebih banyak berbicara daripada konsep-konsep yang bersifat teoritis. Kearah ini kompilasi harus mengarah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-6973704678309387913?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/6973704678309387913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=6973704678309387913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/6973704678309387913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/6973704678309387913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/11/pemesraan-antara-bahasa-dan-kepercayaan.html' title='Pemesraan Antara Bahasa Dan Kepercayaan Orang Minangkabau'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-4972603198776541921</id><published>2008-11-24T09:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T09:52:20.539-08:00</updated><title type='text'>Reposisi Peran Dan Fungsi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Bagi Masyarakat Nagari Dewa</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PATUT SEKALI KITA BERSYUKUR&lt;/strong&gt;, bahwa nikmat Allah yang kita peroleh sebagai bagian dari hasil perjuangan dan pengisian kemerdekaan bangsa kita, dapat kita rasakan, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Semuanya kita peroleh tidak dengan cuma‑cuma, tetapi melalui pengorbanan dan ketekunan sambung bersambung. Keterpaduan hati, tekad dan langkah, sangat banyak memberi­kan kontribusi dari apa yang kita peroleh hari ini. Kita memiliki lebih banyak kesem­patan untuk bergerak lebih leluasa dan bertanggung jawab. Di daerah kita Sumatera Barat kita merasakan keterbu­kaan dalam bentuk lain.  &lt;p&gt;Di Abad ini, telah terjadi lonjakan perubahan dengan cara cepat, transparan, dan bumi terasa sempit seakan tak ada sekat (batas). Hubungan komunikasi, informasi, dan transportasi telah menjadikan satu sama lain menjadi dekat. Kita, masyarakat Sumatera Barat, amatlah bersyukur kepada Allah, atas rahmat yang besar dengan nilai-nilai tamadun budaya Minangkabau yang terikat kuat dengan penghayatan Islam, dan terbukti pada masa yang panjang dizaman silam menjadi salah satu puncak kebudayaan dunia. Namun, tersebab kelengahan dan terpesona kepada budaya lain diluar kita, dan derasnya penetrasi budaya luar (asing), kita pun mengalami situasi seakan membakar obat nyamuk. Lapis luar pertama berangsur punah terbakar dan api beringsut secara pasti menuju tengah lingkaran dan dalam. Bila dibiarkan berlalu, rela ataupun tidak, akhirnya yang tinggal abu semata.&lt;br /&gt;Desa‑desa yang tadi hanya dilalui oleh kuda‑kuda berkaki empat, sekarang sudah mulai dimasuki kendaraan beroda empat. Daerah sulit dijangkau berjalan kaki, sekarang sudah dapat didatangi suzuki.  Pedati pun sudah pula diganti dengan gerobak Jepang. Bagaimana kehidupan masyarakat di desa‑desa ‑‑ yang tadinya terisolir, atau tertinggal, dan nyatanya sekarang seluruh atau sebagian isolasi itu setelah di buka dan menjadi sentra dari perkebunan‑perkebunan besar (seperti Pasaman, Sitiung dan Solok Selatan) ???&lt;br /&gt;Hubungan pemuda‑pemudi kita tidak hanya tersungkup oleh kehidupan kampung, tapi sudah bisa meniru kekiri kanan. Mereka mulai berbuka-bukaan meniru segala perubahan hampir‑hampir tidak punya batas. Hubungan kekerabatan dalam keluarga mulai menipis.  Peran ninik mamak masih terlihat hanya dalam batas‑batas seremonial. Peran da'i dan khatib dinagari mulai terbatasi sekedar pengisi ceramah, khutbah Jum'at, atau mengaji di Masjid dan menjadi sangat perlu dan dicari kalau-kalau ada yang lahir dan mati.  Kedu­dukan orang tua, hanya menyediakan serba kebutuhan fisik dan materi. &lt;br /&gt;Guru‑guru disekolah punya tugas mengajar, peran pendidikan menjadi kabur dan melemah. Kondisi beginilah sebenarnya yang sangat rawan dalam meniti abad ke duapuluh satu ini. Karena itu kita sangat di tuntut untuk membentuk pribadi‑ pribadi yang utuh dan unggul dengan iman dan taqwa, berlimu pengetahuan dan menguasai teknologi, berjiwa wiraswasta, ber‑moral akhlak, ber‑adat dan ber‑agama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERPADUAN ADAT DAN SYARAK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah menyatakan, “ Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berkabilah-kabilah (bangsa-bangsa)dan berpuak-puak (suku-suku) supaya kamu saling kenal mengenal …”, (QS.49, al Hujurat : 13).&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW memesankan bahwa “Perbedaan ditengah-tengah umatku adalah rahmat” (Al Hadist). Dan sebuah lagi, “innaz-zaman qad istadara”, bahwa sesungguhnya zaman berubah masa berganti (Al Hadist).&lt;br /&gt; Untaian kata hikmah di Minangkabau mengungkapkan  “Pawang biduak nak rang Tiku, Pandai mandayuang manalungkuik, Basilang kayu dalam tungku, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('disana', CAPTION, 'disinan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;disinan&lt;/a&gt; api &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('begini', CAPTION, 'mangko',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;mangko&lt;/a&gt; hiduik”. Akan tetapi selama 21 tahun, telah terjadi banyak perubahan, dan kita tidak boleh berbeda terutama terhadap sistim pemerintahan local yang khas -- Nagari di Minangkabau – menjadi segaram, dengan diberlakukannya UU No.5 tahun 1979.&lt;br /&gt; Sebagai masyarakat beradat dengan pegangan adat bersendi syariat dan syariat yang bersendikan Kitabullah, maka kaedah-kaedah adat itu memberikan pula pelajaran-pelajaran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.  “Mengutamakan prinsip hidup keseimbangan.” Ni’mat Allah, sangat banyak. “Dan jika kamu menghitung-hitung ni’mat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi maha Penyayang” (QS.16, An Nahl : 18). Hukum Islam menghendaki keseimbangan antara  perkembangan hidup rohani dan perkembangan jasmani ; "Sesungguhnya jiwamu (rohani-mu) berhak atas kamu (supaya kamu pelihara) dan badanmu (jasmanimu) pun berhak atasmu supaya kamu pelihara" (Hadist). Keseimbangan jelas tampak dalam mementaskan kemakmuran di ranah ini,   “Rumah gadang gajah maharam, Lumbuang baririk di halaman, Rangkiang tujuah sajaja, Sabuah si bayau-bayau, Panenggang anak dagang lalu, Sabuah si Tinjau lauik, Birawati lumbuang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; banyak, Makanan anak kamanakan. Manjilih ditapi aie, Mardeso di paruik kanyang. "Berbuatlah untuk hidup akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok dan berbuatlah untuk hidup duniamu, seolah-olah akan hidup selama-lamanya"  (Hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. “Kesadaran kepada bagaimana luasnya bumi Allah.”. Allah telah menjadikan bumi mudah untuk digunakan. “Maka berpencarlah kamu diatas bumi, dan carilah karunia Allah dan (di samping itu) banyaklah ingat akan Allah, supaya kamu mencapai kejayaan".  (QS.62, Al Jumu’ah : 10).  Supaya jangan tetap tinggal terkurung dalam lingkungan yang kecil, dan sempit (QS.4, An Nisak : 97). Karatau madang dihulu babuah babungo balun. Marantau buyuang dahulu dirumah paguno balun. *1&lt;br /&gt; Dalam membina umat di nagari yang dicari adalah  “opsir lapangan” yang bersedia dan pandai berkecimpung di tengah‑tengah umat. Selain ilmuan, sarjana berpengalaman, sangat diperlukan mata yang “mahir membaca masyarakat”. Kemahiran membaca “kitab masyarakat” acap kali tidak dapat diperoleh dalam ruang kuliah dan perpustakaan semata. Maka perlu meng-introdusir tenaga sarjana agama kita kembali ketengah masyarakatnya di nagari-nagari, dengan usaha sedemikian itu, akan dapat dirasakan denyut nadi kehidupan umat, dan lambat laun akan berurat pada hati umat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TATA RUANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nagari tumbuh dengan konsep tata ruang yang jelas. Ba-balerong (balai adat) tempat musyawarah, ba-surau (musajik) tempat beribadah, ba-gelanggang lapangan tempat rang mudo bermain, ba-tapian tempat mandi, ba-pandam pekuburan, ba-sawah bapamatang, ba-ladang babintalak, ba-korong bakampung, sesuai dengan istilah-istilah yang lazim dan mungkin berbeda penyebutannya pada setiap nagari.&lt;br /&gt;Konsep tata-ruang ini adalah salah satu asset yang sangat berharga dalam nagari dan menjadi idealisme nilai budaya di Minangkabau.  Nan lorong tanami tabu,  Nan tunggang tanami bambu, Nan gurun buek kaparak, Nan bancah jadikan sawah, Nan munggu pandam pakuburan,  Nan gauang katabek ikan, Nan padang kubangan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kerbau', CAPTION, 'kabau',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kabau&lt;/a&gt;, Nan rawang ranangan itiak.&lt;br /&gt;Tata ruang dalam masyarakat yang jelas itu memberikan posisi kepada peran pengatur, pemelihara dan pendukung sistim banagari.&lt;br /&gt;Pemeran itu telah disepakati terdiri dari orang ampek jinih (ninik mamak *2, alim ulama*3, cerdik pandai*4, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt; mudo*5, bundo kanduang*6).Dengan demikian, terlihat bahwa nagari di Minangkabau tidak hanya sebatas pengertian ulayat hukum adat namun yang lebih mengedepan dan paling utama adalah wilayah kesepakatan antar berbagai komponen masyarakat didalam nagari itu yang mempunyai keseimbangan antara kemajuan dibidang rohani dan jasmani. “Jiko mangaji dari alif, Jiko babilang dari &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('esa, satu (\'aso hilang duo tabilang\', esa hilang dua terbilang)', CAPTION, 'aso',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;aso&lt;/a&gt;, Jiko naiak dari janjang, Jiko turun dari tango”.&lt;br /&gt;Sikap hidup (attitude towards life) yang demikian, tak dapat tidak merupakan sumber dorongan bagi kegiatan penganutnya, juga di bidang ekonomi, yang bertujuan terutama untuk keperluan-keperluan jasmani (material needs semata, tetapi mau bekerja dengan sikap tawakkal dengan  bekerja dan tidak boros*7. . Hasilnya tergantung kepada dalam atau dangkalnya sikap hidup tersebut berurat dalam jiwa masyarakat nagari dan kepada tingkat kecerdasan yang telah dicapai. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KEMBALI KENAGARI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Nagari semestinya lebih dititik beratkan kepada kembali banagari.&lt;br /&gt;Perubahan cepat yang sedang terjadi, apakah karena sebab derasnya gelombang arus globalisasi, atau penetrasi budaya luar (asing) telah membawa akibat bahwa perilaku masyarakat, praktek pemerintahan, pengelolaan wilayah dan asset, serta perkembangan norma dan adat istiadat di banyak nagari di Sumatera Barat mulai tertinggalkan.&lt;br /&gt;Perubahan perilaku tersebut tampak dari lebih mengedepannya perebutan prestise yang berbalut materialistis dan individualis. Akibatnya, perilaku yang kerap tersua adalah kepentingan bersama dan masyarakat sering di abaikan. Menyikapi perubahan-perubahan  sedemikian itu, acapkali idealisme kebudayaan Minangkabau menjadi sasaran cercaan. Indikasinya terlihat sangat pada setiap upaya pencapaian hasil kebersamaan (kolektif dan bermasyarakat) menjadi kurang diacuhkan dibanding pencapaian hasil perorangan (individual).&lt;br /&gt;Sebenarnya, nagari dalam daerah Minangkabau (Sumatera Barat) seakan sebuah republik kecil. Mini Republik ini memiliki sistim demokrasi murni, pemerintahan sendiri, asset sendiri, wilayah sendiri, perangkat masyarakat sendiri, sumber penghasilan sendiri, bahkan hukum dan norma-norma adat sendiri.&lt;br /&gt;Semestinya dipahami bahwa kembali kenagari tentu bukanlah kembali kepada pemerintahan nagari dizaman penjajahan, yang dalam banyak hal mungkin tidak sesuai dengan alam kemerdekaan dan reformasi.*8 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kembali kenagari haruslah bermula dengan kesediaan untuk rujuk kepada hukum adat (norma yang berlaku di nagari) dan kesetiaan melaksanakan hukum positf (undang-undang negara). &lt;br /&gt;Muara pertama terdapat pada supra struktur pemerintahan nagari, dimana kepala pemerintahan negari (kepala negari) akan berperan sebagai kepala pemerintahan di nagari dan juga pimpinan adat. Sebagai kepala pemerintahan terendah dinagari memiliki hirarki yang jelas dengan pemerintahan diatasnya (kecamatan atau kabupaten). Sebagai kepala adat harus berurat kebawah yakni berada ditengah komunitas dan pemahaman serta perilaku adat istiadat yang dijunjung tinggi anak nagari (adat salingka nagari). Minangkabau tetap bersatu, tetapi tidak bisa disatukan.&lt;br /&gt;Muara kedua, dukungan masyarakat adat (kesepakatan tungku tigo sajarangan yang terdiri dari ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan kalangan rang mudo), dan mendapat dukungan dalam satu tatanan sistim pemerintahan (perundang-undangan). Anak nagari sangat berkepentingan dalam merumuskan nagarinya. Konsepnya tumbuh dari akar nagari itu sendiri, bukanlah suatu pemberian dari luar. Lah masak padi 'rang singkarak, masaknyo batangkai-tangkai, satangkai jarang nan mudo, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ikat', CAPTION, 'kabek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kabek&lt;/a&gt; sabalik buhus sintak, Jaranglah urang nan ma-&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('buka; biasanya untuk sesuatu di luar badan atau pakaian', CAPTION, 'ungkai',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ungkai&lt;/a&gt;, Tibo nan punyo rarak sajo. Artinya diperlukan orang-orang yang ahli dibidangnya untuk menatap setiap perubahan peradaban yang tengah berlaku. Hal ini perlu dipahami supaya jangan tersua seperti kata orang “ibarat mengajar kuda memakan dedak”. &lt;br /&gt;Masyarakat nagari sesungguhnya tidak terdiri dari satu keturunan (suku) saja tetapi terdiri dari beberapa suku yang pada asal muasalnya berdatangan dari berbagai daerah asal di sekeliling ranah bundo. *9&lt;br /&gt;Yang datang  dihargai dan masyarakat yang menanti sangat pula di hormati. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dimana', CAPTION, 'dima',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;dima&lt;/a&gt; bumi di pijak, di  sinan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('langit', CAPTION, 'langik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;langik&lt;/a&gt; di junjuang, di situ &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('adat, kebiasaan', CAPTION, 'adaik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;adaik&lt;/a&gt; bapakai.  Disini tampak satu bentuk perilaku duduk samo randah tagak samo tinggi, sebagai prinsip egaliter di Minangkabau.&lt;br /&gt;Kalau bisa dipertajam, inilah prinsip demokrasi yang murni dan otoritas masyarakat yang sangat independen. Langkah Penting adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menguasai informasi substansial&lt;br /&gt;2. Mendukung pemerintahan yang menerapkan low-enforcment&lt;br /&gt;3. Memperkuat kesatuan dan Persatuan di nagari-nagari&lt;br /&gt;4. Muaranya adalah ketahanan masyarakat dan ketahanan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tugas kembali kenagari, sesungguhnya adalah, menggali kembali potensi dan asset nagari. Bila tidak digali, akan mendatangkan kesengsaraan baru bagi masyarakat nagari itu. Dimulai dengan memanggil potensi yang ada dalam unsur manusia, masyarakat nagari. Kesadaran akan benih-benih kekuatan yang ada dalam diri masing-masing, untuk kemudian observasinya dipertajam, daya pikirnya ditingkatkan, daya geraknya didinamiskan , daya ciptanya  diperhalus, daya kemauannya dibangkitkan, dengan menumbuhkan atau mengembalikan kepercayaan kepada diri sendiri. *10&lt;br /&gt; Diperlukan kerja keras, untuk Meningkatkan Mutu SDM anak nagari melalui kerja keras dalam rangkaian,&lt;br /&gt;Penguatan (pemerkasaan) potensi yang sudah ada melalui program utama, menumbuhkan SDM Negari yang sehat dengan gizi cukup, meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (terutama terapan), mengokohkan pemahaman agama, sehingga anak negari menjadi sehat rohani, menjaga terlaksananya dengan baik norma-norma adat, sehingga anak nagari menjadi masyarakat beradat yang beragama (Islam). Menggali potensi SDA yang ada di nagari, yang diselaraskan dengan perkembangan global yang tengah berlaku, Memperkuat ketahanan ekonomi rakyat. Membangun kesejahteraan bertitik tolak pada pembinaan unsur manusianya. Dari self help (menolong diri sendiri) kepada mutual help, tolong-menolong, sebagai puncak budaya adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Dalam rangka pembagian pekerjaan, ber-ta'awun sesuai dengan anjuran Islam, "Bantu membantu, ta'awun, mutual help dalam rangka pembagian pekerjaan (division of labour) menurut keahlian masing-masing ini, akan mempercepat proses produksi, dan mempertinggi mutu, yang dihasilkan. Itulah taraf ihsan yang hendak di capai. Memperindah nagari dengan menumbuhkan percontohan-percontohan di nagari, yang tidak hanya bercirikan ekonomi tetapi indikator lebih utama kepada moral adat “nan kuriak kundi, nan sirah sago, nan baik budi nan indah baso”. Mengefisienkan organisasi pemerintahan nagari dengan reposisi (dudukkan kembali komponen masyarakat pada posisinya sebagai subyek di nagari) dan refungsionisasi (pemeranan fungsi-fungsi elemen masyarakat). *11&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ULAMA MINANGKABAU MENUJU PEMERINTAHAN NAGARI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Yang mesti dikembangkan di nagari-nagari adalah "hidup modern dan maju dengan keimanan yang kokoh". Disinilah peran alim ulama ninik mamak dan pemimpin formal dan informal membentuk kader‑ kader terarah yang selektif dengan misi dakwah membangun negeri.&lt;br /&gt;Di abad‑abad mendatang, Sumatera Barat harus menjadi tempat berkembangnya industri menengah, kalau kita mau membaca gambaran berkembang­nya usaha‑usaha perkebunan besar di ulayat Ranah Bundo ini. Dengan sendirinya, diperlukan tenaga kerja yang terampil, dan ahli dalam "mangakok" kerja‑kerja itu.  Untuk itu diperlu­kan sumber daya manusia yang mampu mempertemukan otak dan otot. Konsekwensi dari keadaan ini, penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi pekerjaan rumah. Tentu mendesak pula akan adanya program pelatihan keterampilan, yang khusus‑khusus yang diperlukan oleh bidang‑bidang yang membutuhkan, sebelum kesempatan itu di isi oleh tenaga‑tenaga lainnya, dari luar. Disinilah kita memerlukan segera melaksanakan social reform. Bila tidak, kondisi ini juga akan mengundang kerawanan sosial, apalagi bila penduduk desa-desa yang menjadi sentra perkebunan besar di Sumatera Barat ini tidak berkemampuan dalam mengantisipasi dampak besar yang akan timbul, dan tidak pula memiliki kesiapan menerima abad Duapuluh Satu.&lt;br /&gt;Perubahan zaman dalam kemajuan teknologi maklumat (globalisasi informasi dan komunikasi), telah membawa berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat. Tuntutan zaman terus bergulir, sebagai bagian dari “Sunnatullah”. *12&lt;br /&gt;Memang sangat memilukan sekali bahwa rakyat kecil itu pula dimasa derasnya arus globalisasi ini senantiasa dijadikan sasaran empuk. Karena ketiadaan juga rupanya mereka menjadi kafir.  Tantangan di bidang sosial, budaya, ekonomi, politik dan lemahnya penghayatan agama paling terasa di berapa medan dakwah  dan daerah terpencil, berbentuk gerakan salibiyah dan bahaya pemurtadan. Ditengah perkotaan berkembang upaya pendangkalan agama dan keyakinan seiring dengan menipisnya pengamalan agama serta pula bertumbuhnya penyakit masyarakat (tuak, arak, judi, dadah, pergaulan bebas dikalangan kaula muda, narkoba, dan beberapa tindakan kriminal dan anarkis) dan semuanya tidak dapat dibantah telah mengarah kepada dekadensi moral.&lt;br /&gt;Pengendali kemajuan sebenar adalah agama dan budaya umat (umatisasi). *13&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Barat tercerabutnya agama dari diri masyarakat tidak banyak pengaruh pada kehidupan pribadi dan masyarakatnya. Akan lainlah halnya bila tercerabutnya agama dari diri masyarakat Sumatera Barat (Minangkabau), tercerabutnya agama dari budaya mereka akan berakibat besar kepada perubahan prilaku dan tatanan masyarakatnya.&lt;br /&gt;Penyebabnya hanya sebuah, yaitu masyarakat beradat dengan “adatnya bersendi syarak, syaraknya bersendi kitabullah” dan “syarak (=agama) mangato (=memerintahkan) maka adat mamakai (=melaksanakan)”.&lt;br /&gt;Sungguh suatu kecemasan ada didepan kita, bahwa sebahagian generasi yang bangkit kurang menyadari tempat berpijak. Dalam hubungan ini diperlukan penyatuan gerak langkah.&lt;br /&gt;Kelemahan mendasar ditemui pada melemahnya jati diri karena kurangnya komitmen kepada nilai-nilai luhur agama yang menjadi anutan bangsa. Dipertajam lagi oleh tindakan isolasi diri dan  kurang menguasai politik, ekonomi, sosial budaya, lemahnya minat menuntut ilmu, yang menutup peluang untuk berperan serta dalam kesejagatan. *14&lt;br /&gt;Semakin parah karena adanya pihak-pihak agama lain yang memulai sarana dakwahnya dengan uluran tangan pemberian. Sementara juru dakwah jangankan memberi untuk hidup pun kadang-kadang susah.&lt;br /&gt;Pemantapan tamaddun, agama dan adat budaya didalam tatanan kehidupan menjadi landasan dasar pengkaderan re-generasi, dengan menanamkan kearifan dan keyakinan bahwa apa yang ada sekarang akan menjadi milik generasi mendatang. Konsekwensinya, kita memikul beban kewajiban memelihara dan menjaga warisan kepada generasi pengganti, secara lebih baik dan lebih sempurna agar supaya dapat berlangsung proses timbang terima kepemimpinan secara estafetta alamiah, antara pemimpin yang akan pergi dan yang akan menyambung, dalam suatu proses patah tumbuh hilang berganti. Kesudahannya yang dapat mencetuskan api adalah batu pemantik api juga. *15&lt;br /&gt;Dinagari kita di Minangkabau semestinya ditanamkan komitmen fungsional bermutu tinggi. Memiliki kemampuan penyatuan konsep-konsep, alokasi sumber dana, perencanaan kerja secara komprehensif, mendorong terbinanya center of excelences. Pada ujungnya, tentulah tidak dapat ditolak suatu realita objektif bahwa, “Siapa yang paling banyak bisa menyelesaikan persoalan masyarakat, pastilah akan berpeluang banyak untuk mengatur masyarakat itu.”&lt;br /&gt;Rusaknya dakwah dalam pengalaman selama ini  karena melaksanakan pesan sponsor diluar ketentuan wahyu agama.&lt;br /&gt;Kemunduran dakwah selalu dibarengi oleh kelemahan klasik kekurangan dana, tenaga, dan hilangnya kebebasan gerak. Akibatnya masyarakat mati jiwa.&lt;br /&gt;Masyarakat yang mati jiwa akan sulit diajak berpartisipasi dan akan kehilangan semangat kolektifitas.&lt;br /&gt;Bahaya akan menimpa tatkala jiwa umat mati di tangan pemimpin. Tugas ulama menghidupkan umat. Jangan dibiarkan umat digenggam oleh pemimpin otoriter dengan meninggalkan prinsip musyawarah. Hal tersebut akan sama dengan menyerahkan mayat ketangan orang yang memandikannya. Karena itu, hidupkan lembaga dakwah sebagai institusi penting dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Problematika pembinaan Agama di nagari&lt;br /&gt;Secara umum perkembangan masyarakat nagari diabad ini mengalami pergeseran pula, “masyarakat di datangi dakwah dan tidak lagi mendatangi dakwah.”. Pada beberapa daerah tampak dengan kurangnya minat orang tua menyerahkan anak-anaknya ke Pendidikan-pendidikan Islam (Surau, majelis ta’lim, TPA, MDA, bahkan pengajian-pengajian Al-Qur’an). Kebiasaan meminum minuman keras (Miras) dikalangan muda/remaja, berkembangnya pergaulan bebas (diluar batas-batas adat dan agama) mulai tumbuh merajalela.&lt;br /&gt;Peranan ulama Minangkabau sejak dulu adalah membawa umat, melalui informasi dan aktifiti, kepada keadaan yang lebih baik, Kokoh dengan prinsip, qanaah dan istiqamah. Berkualitas, dengan iman dan hikmah. Ber-‘ilmu dan matang dengan visi dan misi. Amar makruf nahyun ‘anil munkar dengan teguh dan professional. Research-oriented dengan berteraskan iman dan bertelekankan tongkat ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Peran dan perjuangan para ulama dalam membina nagari hari ini seringkali tidak terikuti oleh pembinaan yang intensif,  disebabkan :&lt;br /&gt;Kurangnya tenaga da’I, tuangku, ulama yang berpengalaman, berkurangnya jumlah mereka di daerah-daerah (karena perpindahan ke kota dan kurangnya minat menjadi da’i .&lt;br /&gt;Terabaikannya kesejahteraan da’i secara materil yang tidak seimbang dengan tuntutan yang diharapkan oleh masyarakat dari seorang da’i .&lt;br /&gt;Jauhnya daerah-daerah yang harus didatangi oleh juru dakwah sementara tidak tersedianya alat transportasi.&lt;br /&gt;Sering ditemui transport umum sewaktu-waktu ke daerah-daerah binaan dakwah jarang pula tersedia.&lt;br /&gt;Umumnya juru dakwah bukanlah pegawai negeri yang memiliki penghasilan bulanan yang tetap, akan tetapi senantiasa dituntut oleh tugasnya untuk selalu berada ditengah umat yang dibinanya.&lt;br /&gt;Mengembalikan Minangkabau keakarnya ya’ni Islam tidak boleh dibiar terlalai. Karena akibatnya akan terlahir bencana. Acap kali kita di abaikan oleh dorongan hendak menghidupkan toleransi padahal tasamuh itu memiliki batas-batas tertentu pula.  Amatlah penting untuk mempersiapkan generasi umat yang mempunyai bekalan mengenali keadaan masyarakat binaan, aspek geografi, demografi,, sejarah, latar belakang masyarakat, kondisi sosial, ekonomi,  tamadun, budaya,dan adat-istiadat berbudi bahasa yang baik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KHULASAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memerankan kembali organisasi informal, refungsionisasi peran alim ulama cerdik pandai “suluah bendang dalam nagari” yang andal sebagai alat perjuangan dengan sistem komunikasi dan koor­dinasi antar organisasi di nagari pada pola pembinaan dan kaderisasi pimpinan organisasi non‑formal secara jelas.&lt;br /&gt;Dalam gerak “membangun nagari” maka setiap fungsionaris di nagari akan menjadi pengikat umat untuk membentuk jamaah (masyarakat) yang lebih kuat, se­hingga merupakan kekuatan sosial yang efektif.&lt;br /&gt;Nagari semestinya berperan pula menjadi media pengembangan dan pemasyarakatan budaya Islami sesuai dengan adagium “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah melalui efektifitas media pendidikan dalam pembinaan umat untuk mencapai derajat pribadi taqwa, serta merencanakan dan melaksanakan kegiatan dakwah Islamiyah.&lt;br /&gt;Di nagari mestilah di lahirkan media pengembangan minat mengenai aspek kehidupan tertentu, ekonomi, sosial, budaya, dan politik dalam rangka mengembangkan tujuan kemasyarakatan yang adil dan sejahtera.&lt;br /&gt;Terakhir tentulah merupakan keharusan untuk dikembangkan dakwah yang sejuk, dakwah Rasulullah SAW dengan bil ihsan.&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('apa', CAPTION, 'a',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;a&lt;/a&gt;. Prinsipnya jelas, tidak campur aduk (laa talbisul haq bil bathil).&lt;br /&gt;b. Integrated , menyatu antara pemahaman dunia untuk akhirat, keduanya tidak boleh dipisah-pisah.&lt;br /&gt;c. Belajar kepada sejarah, dan amatlah perlunya gerak  dakwah yang terjalin dengan net work (ta’awunik) yang rapi (bin-nidzam), untuk penyadaran kembali (re-awakening) generasi Islam tentang peran Islam membentuk tatanan dunia yang baik. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Spiritnya adalah; &lt;br /&gt;1. Kebersamaan (sa-ciok bak ayam sa-danciang bak basi), ditemukan dalam pepatah “Anggang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dan/dengan', CAPTION, 'jo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;jo&lt;/a&gt; kekek cari makan, Tabang ka pantai kaduo nyo, Panjang jo singkek pa uleh kan, mako nyo sampai nan di cito.”&lt;br /&gt;2. Keterpaduan (barek sa-pikua ringan sa-jinjiang) atau “Adat hiduik tolong manolong, Adat mati janguak man janguak, Adat isi bari mam-bari, Adat tidak salang ma-nyalang”. Basalang tenggang, artinya saling meringankan dengan kesediaan memberikan pinjaman atau dukungan terhadap kehidupan dan “Karajo baiak ba-imbau-an, Karajo buruak bahambau-an”.&lt;br /&gt;3. Musyawarah (bulek aie dek pambuluah, bulek kato dek mupakat), dalam kerangka “Senteng ba-bilai, Singkek ba-uleh, Ba-tuka ba-&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover=""&gt;anjak berarti berpindah tempat misalnnya anjak an buku tu berarti pindahkan buku itu.Anjak juga bisa disebut asak....(sinonim)', CAPTION, 'anjak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;anjak&lt;/a&gt;, Barubah ba-sapo”.&lt;br /&gt;4. Keimanan yang kuat kepada Allah SWT sebagai pengikat spirit tersebut dengan menjiwai sunnatullah dalam setiap gerak.&lt;br /&gt;5. Mengenal alam keliling “Panggiriak pisau sirauik, Patungkek batang lintabuang, Satitiak jadikan lauik, Sakapa jadikan gunuang, Alam takambang jadikan guru ”.*16&lt;br /&gt;6. Kecintaan kenagari menjadi perekat yang sudah dibentuk oleh perjalanan waktu dan pengalaman sejarah . *17&lt;br /&gt;7. Menjaga batas-batas patut dan pantas, jangan terbawa hanyut materi dan hawa nafsu yang merusak.&lt;br /&gt; Begitulah semestinya peranan alim ulama dan lembaga-lembaga dakwah dinagari-nagari yang ditata secara rapi dalam menapak alaf baru. Insya Allah. v&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Footnotes:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Ditanamkan pentingnya kehati-hatian “Ingek sa-balun kanai, Kulimek sa-balun &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('habis, ludes', CAPTION, 'abih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;abih&lt;/a&gt;, Ingek-ingek nan ka-&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('pergi', CAPTION, 'pai',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;pai&lt;/a&gt;, Agak-agak nan ka-tingga”.  Memiliki jati diri, self help dengan tulang delapan kerat walau dengan memakai cara yang amat sederhana sekalipun adalah "lebih terhormat", daripada meminta-minta dan menjadi beban orang lain, "Kamu ambil seutas tali, dan  dengan itu kamu pergi kehutan belukar mencari kayu bakar untuk dijual pencukupan nafkah bagi keluargamu, itu adalah lebih baik bagimu dari pada berkeliling meminta-minta".  (Hadist). Diperingatkan bahwa membiarkan diri hidup dalam kemiskinan dengan tidak berusaha adalah salah , "Kefakiran (kemiskinan)  membawa orang kepada kekufuran (ke-engkaran)"  (Hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penghulu pada setiap suku, yang sering juga disebut ninik mamak nan gadang basa batuah, atau nan di amba gadang, nan di junjung tinggi, sebagai suatu legitimasi masyarakat nan di lewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bisa juga disebut dengan panggilan urang siak, tuanku, bilal, katib nagari atau imam suku, dll dalam peran dan fungsinya sebagai urang surau pemimpin agama Islam. Gelaran ini lebih menekankan kepada pemeranan fungsi ditengah denyut nadi kehidupan masyarakat (anak nagari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bisa saja terdiri dari anak nagari yang menjabat jabatan pemerintahan, para ilmuan, perguruan tinggi, hartawan, dermawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Para remaja, angkatan muda, yang dijuluki dengan nan capek kaki ringan tangan, nan ka disuruah di sarayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kalangan ibu-ibu, yang sesungguhnya ditangan mereka terletak garis keturunan dalam sistim matrilinineal dan masih berlaku hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tawakkal, bukan "hanya menyerahkan nasib" dengan tidak berbuat apa-apa, "Bertawakkal lah kamu, seperti burung itu bertawakkal" (Atsar dari Shahabat). Tak ada kebun tempat bertanam, tak ada pasar tempat berdagang. Tak kurang, setiap pagi terbang meninggalkan sarangnya dalam keadaan lapar, dan setiap sore kembali dalam keadaan "kenyang". Yang perlu dijaga ialah supaya dalam segala sesuatu harus pandai mengendalikan diri, agar jangan melewati batas, dan berlebihan. “Ka lauik riak mahampeh, Ka karang rancam ma-aruih, Ka pantai ombak mamacah. Jiko mangauik kameh-kameh, Jiko mencancang, putuih – putuih, Lah salasai mangko-nyo sudah”. Artinya bekerja sepenuh hati, dengan mengerahkan semua potensi yang ada. Bila mengerjakan sesuatu tidak menyisakan kelalaian ataupun ke-engganan. Tidak berhenti sebelum sampai, dan tidak berakhir sebelum benar-benar sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kepala Pemerintahan Nagari (angku palo) dimasa penjajahan tidak jarang telah menjadi ujung tombak kekuasaan penjajah untuk menekan anak nagari. Bahkan sering pula terjadi bahwa kapala negari yang bersandar dengan besluit gubernemen disalah gunakan untuk kepentingan kekuasaan semata, maka akan terjadi sistim memerintah otoriter tanpa mengindahkan peran lembaga kerapatan negari (tungku tigo sajarangan). Lebih parah lagi kalau Kapalo Nagari adalah jabatan turun temurun yang diterima dan mesti berjalan, walaupun masyarakat nagari tidak berkenan menerimanya. Hal tersebut akan berdampak dikebirinya prinsip musyawarah (demokrasi), yang pada dasarnya prinsip musyawarah adalah pondasi mendasar dan utama dari adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sungguhpun berbeda, namun mereka dapat bersatu dalam satu kaedah hinggok mancangkam tabang basitumpu atau hinggok mencari suku dan tabang mencari ibu. Hiyu bali balanak bali, ikan panjang bali dahulu. Ibu cari dunsanak cari, induak samang cari dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Handak kayo badikik-dikik, Handak tuah batabua urai, Handak mulia tapek-i janji, Handak luruih rantangkan tali, Handak buliah kuat mancari, Handak namo tinggakan jaso, Handak pandai rajin balaja. Dek sakato mangkonyo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ada', CAPTION, 'ado',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ado&lt;/a&gt;, Dek sakutu mangkonyo maju, Dek ameh mangkonyo kameh, Dek padi mangkonyo manjadi. Tujuannya sampai kepada taraf yang memungkinkan untuk mampu berdiri sendiri dan membantu nagari tetangga secara selfless help, dengan memberikan bantuan dari rezeki yang telah kita dapatkan tanpa mengharapkan balas jasa. "Pada hal tidak ada padanya budi seseorang yang patut dibalas, tetapi karena hendak mencapai keredhaan Tuhan-Nya Yang Maha Tinggi". (Q.S. Al Lail, 19 - 20). Walaupun didepan terpampang kendala-kendala, namun optimisme banagari  mesti selalu dipelihara. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sudah', CAPTION, 'alah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;alah&lt;/a&gt; bakarih samporono, Bingkisan rajo Majopahik, Tuah basabab bakarano, Pandai batenggang di nan rumik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Memperkuat SDM bertujuan membentuk masyarakat beradat dan beragama sebagai suatu identitas yang tidak dapat ditolak dalam kembali kenagari dalam satu konsepsi tata cara hidup, sistem sosial dalam iklim adat basandi syara' syara' basandi Kitabullah, "Berbuat baiklah kamu (kepada sesama makhluk) sebagaimana Allah berbuat baik terhadapmu sendiri (yakni berbuat baik tanpa harapkan balasan). (QS.28, Al Qashash : 77). Kekuatan moral yang dimiliki, ialah menanamkan "nawaitu" dalam diri masing-masing. Untuk membina umat dalam masyarakat desa harus di ketahui pula kekuatan. Latiak-latiak tabang ka Pinang, Hinggok di Pinang duo-duo, Satitiak aie dalam piriang, Sinan bamain ikan rayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Karena ketiadaan pula mereka menjadi umpan dari satu perubahan berbalut westernisasi. Karena ketiadaan ilmu, dan bekalan iman jua agaknya mereka menjadi rapuh, dan terhempas di lamun ombak pemurtadan. Acap kali mereka, umat kita tersasar, sesat jalan, hanya karena kurangnya pemahaman terhadap agama. Karena ketiadaan. Itulah penyebabnya. Arus globalisasi yang bergerak deras itu telah menggeser pula pola hidup masyarakat dibidang ekonomi, perniagaan atau pertanian, perkebunan dan lain sebagainya. Kehidupan sosial berteras kebersamaan bergeser menjadi individualis dan konsumeritis. Masing-masing berjuang memelihara kepentingan sendiri-sendiri, bernafsi-nafsi dan condong kepada melupakan nasib orang lain. Persaingan bebas tanpa kawalan akan bergerak kepada “yang kuat akan bisa bertahan dan yang lemah akan mati sendiri”, dan yang kuat akan menelan yang lemah di antara mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. ‘alaikum anfusakum, laa yadhurrukum man dhalla idzah-tadaitum (QS.5:105), wa man yusyrik billahi fa qad dhalla dhalaalan ba’idan (QS.4:116), fa dzalikumullahu rabbukumul-haqqu, fa madza ba’dal-haqqi illadh-dhalaal ? fa anna tushrafuun (QS.10, Yunus:32).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;14. Lihat QS.9:122, supaya mendalami ilmu pengetahuan dan menyampaikan peringatan kepada umat supaya bisa menjaga diri (antisipatif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Q.S 47;7, artinya, '' Jika Kamu Menolong ( Agama )  Allah, Niscaya Dia Akan Meno­long Kamu. Kemudian, "Kamu Hanya Akan Dapat Pertolongan Dari Allah Dengan (Menolong) Kaum Yang Lemah Diantara Kamu". (Al-Hadist).Suatu aturan menuruti Sunnah Rasul adalah, “Dan, Tiap‑Tiap Kamu Adalah Pemimpin, Dan Tiap‑Tiap Pemimpin Akan Di Minta Pertanggungan Jawab Atas Pimpinannya" (Al-Hadist). Jadinya, kewajiban kepemimpinan menjadi tanggung jawab setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Alam ditengah-tengah mana manusia berada ini, tidak diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sia-sia. Di dalamnya terkandung faedah-faedah kekuatan, dan khasiat-khasiat yang diperlukan untuk memperkembang dan mempertinggi mutu hidup jasmani manusia. Manusia diharuskan berusaha membanting tulang dan memeras otak untuk mengambil sebanyak-banyak faedah dari alam sekelilingnya itu, menikmatinya, sambil mensyukurinya, dan beribadah kepada Ilahi.&lt;/p&gt;17. Bukti kecintaan kenagari ini banyak terbaca dalam ungkapan-ungkapan pepatah hujan ameh dirantau urang hujang batu dinagari awak, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('tertelungkup/tengkurap', CAPTION, 'tatungkuik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;tatungkuik&lt;/a&gt; samo makan tanah tatilantang samo mahiruik ambun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-4972603198776541921?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/4972603198776541921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=4972603198776541921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/4972603198776541921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/4972603198776541921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/11/reposisi-peran-dan-fungsi-adat-basandi.html' title='Reposisi Peran Dan Fungsi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Bagi Masyarakat Nagari Dewa'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-2699593901684986180</id><published>2008-11-20T02:23:00.001-08:00</published><updated>2008-11-20T02:23:27.742-08:00</updated><title type='text'>Meminang Minangkabau yang Mulai Membatu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Melihat dan memahami Minangkabau dari Indonesia. &lt;/strong&gt;Topik semacam itu dapat terjadi dan berlaku di mana saja, di setiap daerah di Indonesia. Muara dari persoalan itu adalah sebuah persoalan identitas: mempertanyakan sekaligus menafikan. &lt;p&gt;Mempertanyakan, karena tiba-tiba kita, juga siapapun, seperti kehilangan pijakan, kehilangan asal-usul atau identitas aslinya, sementara itu identitas yang baru masih belum (sulit) didapatkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menafikan, karena seiring dengan irama zaman yang terus bergulir, maka perubahan menjadi keniscayaan. Karena itu identitas baru menjadi godaan, dan terus menghadang untuk segera diraih. Dalam kondisi sepeti itu bukan tak mungkin yang terjadi adalah kebimbangan, limbung bahkan mungkin kehilangan orientasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Darvies Rasjidin, pelukis kelahiran Solok, Sumatera Barat, 15 Oktober 1948, yang sejak akhir tahun 1998 lalu memutuskan untuk tinggal dan menetap di Yogyakarta, tampaknya, dalam proses kreatifnya berada dalam ketegangan eksistensial semacam itu mempertanyakan Minangkabau, yang secara historis menjadi basis di wilayah kurturalnya, namun sekaligus menafikannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memepertanyakan, karena ternyata banyak sisi yang tak ia pahami, dan hilang dari kebiasaan dan keseharian di lingkungannya. Juga karena semakin rancunya eksistensi budaya Minang; tak ada garis demarkasi yang memisahkan mana mitos, mana legenda, dan mana sejarah. Akibatnya terjadi silang sengkarut. Maka Darvies menafikannya, karena memang is tak dapat lagi membelanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa boleh buat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/images/stories/content/luk_darvies.jpg" style="float: left;" alt="Image" title="Image" width="250" border="0" height="253" hspace="6" /&gt;Lantas apakah yang menjadi pilihan Darvies?Barangkali Minangkabau dalam dunia gagasannya menjadi semacam artefak. Ia mengabadikannya menjadi semacam artefak yang retak-retak. Lalu dari sana muncul ketegangan: antara eksotisme dan kerapuhan. Itulah nasib budaya tradisi di manapun. Tampak gemerlap dan memikat, sekaligus di bawah ancaman kerapuhan. Darvies seperti ingin meminang Minangkabau menjadi pengantinnya dalam dunia impiannya. Agar ia dapat terus berdekatan, bermesraan, mencintainya, sekaligus mengkritiknya dan mencubitnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;inta Darvies pada Minangkabau bukanlah cinta buta. Sebaliknya adalah cinta yang kritis, atau setidaknya meragukan eksistensinya. Ia masih memeluknya, meski, seperti saya sebut sebelumnya, tak lagi dapat membelanya. Karena itulah sesungguhnya Darvies tak dapat menyembunyikan perasaannya yang pesimistik (atas budaya leluhurnya itu). Dan itulah sebenarnya kekuatan karya-karya lukisannya. Ia berbicara tentang Minang yang "terbakar" (terancam hangus), retak dan terkoyak ("Minangku", 1987). Ide-ide yang masih segaris, berkaitan dengan kehidupan tradisi yang mulai memudar, membatu, juga renta dan aus, tentang penari yang mulai tergusur di ambang kesepian ("Selawat Dulang", 1990, "Menanti Giliran", 1997), atau tentang legenda Gumarang dan Binuang yang tinggal kenangan dan menjadi aksesoris belaka ("Mimpi Gumarang dan Binuang",1998). Minangkabau -- juga kehidupan budaya dan tradisi di daerah manapun -- yang mulai renta, rapuh dan terdesak oleh sesuatu yang dianggap "baru". Darvies merekam semua itu. Meski rekaman (karya-karya) dengan warna-warna cemerlang, namun sesungguhnya menyimpan pesan yang muram.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;arvies memutuskan untuk menetap di Yogyakarta (Sejak Nopember 1998) bkan tanpa pemicu. Semula, ia sesekali hanya berkunjung ke Yogya, kota dimana kawan-kawannya tingal dan meniti karir. Ia terus dibujuk-bujuk (sejak tahun 1980) oleh Risman Marah kawan "selapik seketidurannya" sejak bersekolah di SSRI Padang, untuk pindah saja ke Yogya ("di Yogya kau lebih mungkin mengembangkan karir kesenimananmu", bujuk Risman seperti dikenang Darvies). Ia tetap bilang "tidak", karena ingin bertahan di Padang, menhidupkan seni rupa di ranah Minang bersama kawan-kawannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai akhirnya ia sedang berada di Yogya, bulan September 1999, ia menerima berita disusul undangan untuk menerima hadiah Anugerah Seni sebagai Perupa Terpilih dari Pemerintah Daerah Sumatera Barat. Salinan keputusan tentang hal itu dari Dewan Juri juga sudah ia terima. Atas dorongan dan dukungan Risman Marah, Darvies dapat hadir pada resepsi penerimaan hadiah tersebut. Namun, di luar dugaannya, dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, ia tak mendapat panggilan ke pentas untuk menerima penghargaan itu. Ternyata, baru diketahui sesudahnya, bahwa Panitia Penyelenggara Anugerah Seni membatalkan keputusan Dewan Juri tanpa alasan yang jelas. "Bukan main malu saya, dan sungguh saya sangat jengkel, dan sangat kecewa", kata Darvies mengenang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak itu tawaran Risman Marah untuk tinggal di Yogya yang semula ditolak, langsung disambutnya. Ia bertekad bulat tinggal di Yogyakarta. Ia ingin melihat Padang, dan budaya Minangkabau dari Yogya, juga dari seluruh sisi Indonesia. Pameran tunggalnya kali ini, 20-28 Januari 2000 di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, disamping mewujudkan impian lama, juga bukti dari tekadnya itu. Adakah yang berubah dari karya-karya Darvies sejak itu? "Mari kita lihat bersama beberapa karya terbaru". &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu hal yang tidak berubah dari karyanya, yaitu kesetiaannya menggunakan idiom Minang sebagai ikon. Namun dari segi muatan dan gagasannya, Darvies berusaha menangkap dan mengungkap berbagai persoalan manusia dan kemanusiaan dalam bingkai lebih luas. Maka disamping rumah-rumah gadang (yang renta dan retak) di seberang buih-buih lautan, gadis-gadis Minang dengan hiasan kepala yang menjulang, ia mengungkap persoalan-persoalan manusia yang aktual. Misalnya tentang hak-hak dan eksistensi perempuan yang ditekan ("Pengebirian", 1999), tentang drama dan tragedi kemanusiaan yang merenggut tanah rencong Aceh ("DOM", 1999, "Senndung Negeriku", 1999, "Setangkai Mawar dari Aceh"). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karya-karya Darvies lebih kaya dalam memainkan ikon; ingatan tentang Ranah Minang yang renta dan kesepian, beradu dengan persoalan-persoalan manusia keseharian. Manusia-manusia di kanvas Darvies adalah manusia-manusia yang mempertanyakan eksistensinya, sekaligus kesepian tanpa nyali. Teronggok bagai batu, dan memposisikan diri sebagai saksi atas segala perubahan yang terjadi. Posisi demikian itu seringkali justru terasa getir.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Berhasilkah Darvies meminang Minangkabau? melihat ketekunan dan kesuntukannya mengolah elemen-elemen Minang, tampaknya usaha meminang budaya tradisinya cukup kuat. Sisi lain yang menarik dari karya-karya Darvies adalah, bahwa tampak tak ada tendensi untuk merevitalisasi (seni) tradisi untuk kepentingan eksotisme dan artistik semata. Persoalannya adalah, bagaimana idiom-idiom lokal itu mampu dilemparkan ke permukaan seni rupa kita dan dapat memancing wacana. Yang dibutuhkan adalah kecerdasan mengolah lokalitas untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang lebih luas, tentang hidup dan kehidupan, atau tentang manusia dan kemanusiaan. Itulah, saya kira, tema universal-mondial, yang abadi dan tetap menjadi muatan dan kekuatan yang menarik dalam karya seni, bahkan sepanjang masa.&lt;br /&gt;Selamat berpameran, selamat tahun baru 2000, selamat memasuki abad baru, abad XXI, era millenium III, dengan penuh kreativitas, daya hidup, dan penuh kedamaian. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-2699593901684986180?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/2699593901684986180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=2699593901684986180' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/2699593901684986180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/2699593901684986180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/11/meminang-minangkabau-yang-mulai-membatu.html' title='Meminang Minangkabau yang Mulai Membatu'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-7211852153155552015</id><published>2008-11-20T02:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T02:22:55.888-08:00</updated><title type='text'>KAMPUANG NAN JAUAH DIMATO</title><content type='html'>Tangah hari badangkang, katiko si Parudin turun dari oplet ‘Angkutan Pedesaan’ &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; mambaonyo dari Bukiktinggi. Parudin baru kini pulang kakampuangnyo salamo duo puluah taun &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dia (laki-laki atau perempuan)', CAPTION, 'inyo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;inyo&lt;/a&gt; marantau. Tadi dari Padang dicubonyo pulo naiak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('mobil.  oto prah = truk', CAPTION, 'oto',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;oto&lt;/a&gt; travel, angkutan nan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('1. berita  2. cerita/legenda', CAPTION, 'kaba',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kaba&lt;/a&gt; nyo paliang laku kini disiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sambie manenteang tas kopor, si Parudin balari-lari anjiang, manuruni labuah kampuang tu. Daulu sangkek &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kecil', CAPTION, 'ketek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ketek&lt;/a&gt;, &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('disana', CAPTION, 'disinan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;disinan&lt;/a&gt; awanyo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sering', CAPTION, 'acok',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;acok&lt;/a&gt; balari-lari nan bak nantun. Makonyo kini sambie mangana-ngana maso &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kecil', CAPTION, 'Kaciak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;Kaciak&lt;/a&gt; saisuak tu, inyo balari-lari pulo baliak. Tapi kini nampak labuah tu labiah samak dek rumpuik nan banyak bitumbuah. Indak sarancak &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dan/dengan', CAPTION, 'jo',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;jo&lt;/a&gt; sabarasiah bantuak daulu lai.      &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sebenar benarnya', CAPTION, 'sabana',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;sabana&lt;/a&gt; sanang nampak hati si Parudin, malapeh taragak…..Sakali-sakali dakek kelok, dipiciangkannyo matonyo…..&lt;br /&gt;-    Disubaliak kelokko, disabalah kida jalan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ada', CAPTION, 'ado',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;ado&lt;/a&gt; batang langsano………&lt;br /&gt;Kecek Parudin dalam hati. Katiko dibukaknyo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('biji buah..', CAPTION, 'incek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;incek&lt;/a&gt; matonyo baliak…. Iyo masih ado batang langsano, parsis cando duo puluah taun nan lapeh. Tunyo kini batang kayu tu batambah gaek, lah banyak urek gadang-gadang menyumbue ditanah dipangka nyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dikelok nan ciek lai, dipiciangkannyo pulo matonyo baliak……&lt;br /&gt;-    ……disabalah suok, ditapi labuah ko….. ado batu gadang……..&lt;br /&gt;Katiko matonyo dibukaknyo pulo….. iyo batu gadang tu masih cando saisuak juo baru, tasanda kaparik ditapi labuah tu…… Aratinyo bana dalam duo puluah taun ko iyo indak barubah kampuangnyo tu doh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dikelok sasudah itu, dipiciangkannyo pulo matonyo sakali lai……&lt;br /&gt;-    Dibawah labuahko, agak turun &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sedikit', CAPTION, 'sangenek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;sangenek&lt;/a&gt;,…. ado kantue kapalo desa………&lt;br /&gt;Iyo………masih ado kantue tu, hanyo mereknyo nan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sudah', CAPTION, 'alah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;alah&lt;/a&gt; batuka: kalau daulu mereknyo “KANTOR KAPALA DESA”, nan kini bamerek “KANTOR KEPALA NAGARI”. Dicaliaknyo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('orang', CAPTION, 'urang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;urang&lt;/a&gt; sadang rami di halaman kantue tu. Ado &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kaum ibu/bundo kanduang', CAPTION, 'induak-induak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;induak-induak&lt;/a&gt; nan manyalingkik-nyalingkik mancigok dari jandela,…. Ado nan tagak-tagak sajo sambie &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('maota is talking to another person like conversation or chatting.for instance inyo maota sajo karajonyo.meaning somebody is talking no acting. Maota berarti bercerita kepada orang lain seperti tanya jawab atau tukar pikiran.misalnya inyo maota sajo karajonyo berarti dia hanya bercerita saja tidak ada usaha yang dilakukannya.', CAPTION, 'maota',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;maota&lt;/a&gt;……Ado aaaa garan ko kini? Tanyo si Parudin dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Didakek i nyo lah &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('seorang', CAPTION, 'surang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;surang&lt;/a&gt; laki-laki nan bakupiah sebo, manyandang kain saruang, nan sadang asik maheruik &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('perokok,rokok', CAPTION, 'paisok',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;paisok&lt;/a&gt; daun anau, sampai kempuih &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('uleg. mamipih lado = nguleg cabe', CAPTION, 'pipih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;pipih&lt;/a&gt; nyo. Katiko si Parudin mandakek, urang tu mambulalang ka inyo. Tabik lo kuncun si Parudin dek takajuik…….. Sambie mambulalang, ditunjuaknyo dakek ka hiduang si Parudin bana… dek urang tu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    …. Waang…. Parudin yo?&lt;br /&gt;Urang tu batanyo sambie tatap mambulalang. Nan si Parudin maangguak-angguak balam,  tagagik-gagik.&lt;br /&gt;-    &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('Gelaran bagi orang yang berhasil', CAPTION, 'Coga',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;Coga&lt;/a&gt; waang kini mah….? Bilo tibo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('teringat', CAPTION, 'takana',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;takana&lt;/a&gt; dek si Parudin mancaliak ado kalimumuik dakek suduik bibie urang tu. Kalimumuik tu kini agak tasaok dek sisunguik nan tumbuah marantiang……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Hoih…..Si Nawin ko mah……?&lt;br /&gt;-    Iyo awaden…… lupo ang yo….. ha, ha, ha…..&lt;br /&gt;Dipaguiknyo si Nawin tu dek si Parudin. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('bagaimana', CAPTION, 'baa',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;baa&lt;/a&gt; ka indak: Si Nawin ko kawan areknyo samo mangaji di Surau Tinggi daulunyo. Tapi kini bantuaknyo alah banyak barubah. Sisunguiknyo tumbuah jarang, tapi marantiang. Bakupiah sebo pulo…. Sambie manyandang kain saruang….. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('merokok', CAPTION, 'maisok',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;maisok&lt;/a&gt; daun anau…. babaju kauih putiah cap lado, tapi alah manguniang dek tuo…… kok &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('celana', CAPTION, 'sarawa',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;sarawa&lt;/a&gt; dari kain &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('pepaya/sampelo', CAPTION, 'batiak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;batiak&lt;/a&gt; alah agak puda, ……..bakulenseangkan pulo hinggo lutuik…….heee awanyo baru pulang dari ladang tantu iyo, baa indak kalupo si Parudin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Diiriknyo lah tangan si Parudin kabawah batang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('jambu klutuk', CAPTION, 'piraweh',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;piraweh&lt;/a&gt; disuduik laman kantue tu. Kaduonyo mancangkuang disinen sambie bagalak-&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ketawa', CAPTION, 'galak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;galak&lt;/a&gt; malapeh taragak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Co lah paisok rantau tu stang……&lt;br /&gt;Kecek si Nawin pulo. Dek si Parudin bakaluakan lah rokok Sansu sabungkuih dari sakuihnyo…..Nan sabananyo si Parudin ko indak maisok bagai doh, tapi inyo tau bana baraso dikampuangnyo tu, rokok adolah alaik komunikasi nan nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Rokok ang samo sen jo rokok &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('sini', CAPTION, 'siko',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;siko&lt;/a&gt; ko nyoh Din….. di &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('warung; tapi biasanya dihiasi dengan ngobrol, main domino,minum kopi/teh manis, makan ketan dengan goreng pisang', CAPTION, 'lapau',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;lapau&lt;/a&gt; si Katik banyak ko di jua urang  ….&lt;br /&gt;-    Iyo isok senlah taro…… kan perai tu…..&lt;br /&gt;Nyon si Parudin lo mampagarahkan &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kawan, konco', CAPTION, 'kanti',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kanti&lt;/a&gt; nyo nan langsuang mamasuakkan labiah rokok tu kadalam sakuih, sambie galak sengeang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Sabananyo, manga urang bi rami dikantue ‘nyiak wali ko?&lt;br /&gt;-    Biaso…Ado &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dia, orang ketiga tidak diketahui', CAPTION, 'paja',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;paja&lt;/a&gt; nan mancilok ayam,…tatangkok..itu nan diopareso dek nyiak wali.&lt;br /&gt;-    Ka baukun paja tu?&lt;br /&gt;-    Tantu iyo…. Maliang mah….. tantu iyo di ukun….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('menelan air liur', CAPTION, 'mandaguik',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;mandaguik&lt;/a&gt; si Parudin sakutiko, karano takana dek inyo, kini banyak urang nan korupsi gadang, indak batangkok jo bapareso bagai doh…..jan lai ka baukun…… Bapadiakan samiang lapeh nyoh. Tapi di kampuang ko, ayam sen nan dicilok urang,…. langsuang batangkok jo ba ukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Kalau hanyo maliang ayam….. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kenapa;anto mantun = kenapa begitu', CAPTION, 'anto',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;anto&lt;/a&gt; nyiak wali bana ‘lo nan mamareso?&lt;br /&gt;-    Iyo lah…. Ka bacando urang disurek kaba tu toh di ang? Nan maliang &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('uang,duit', CAPTION, 'pitih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;pitih&lt;/a&gt; nagara tu?...... bapadia kan samiang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak takajuik si Parudin. Tarnyato si Nawin ko lai maikuti pulo masalah korupsi sagalo macam tu bagai……. Tapi indak heran…… dek &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('dimana', CAPTION, 'dima',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;dima&lt;/a&gt;-dima dikampuang tu kini alah banyak nan ba tipi. Malah di babarapo rumah nampak pulo antene parabola, bak cando kuali gadang ta tingadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Baa ‘lo tu di ang Win? Nan paja ko maliang ayam…. Batangkok dek nyiak wali….. nan maliang pitih nagara indak……&lt;br /&gt;Si Parudin jadi ingin tau, baa pulo pandangan jo reaksi urang kampuang kapado kasus korupsi nan sadang jadi barito &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('panas', CAPTION, 'Angek',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;Angek&lt;/a&gt; kini tu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Haa, danga di ang:…. Paja ko mancilok ayam &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kakek / manusia harimau (mitos)', CAPTION, 'inyiak',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;inyiak&lt;/a&gt; Langkamin duo ikue….. nan ayam inyiak Langkamin ko hanyo ampek ikue…. Jadi sapaduo nan diciloknyo….Patuik kanai ukun….. Tapi nan pitih nagara tu……. Baratuih triliun mah…. Dimaliang agak saratuih miliar…. Kan kenek tu nyoh….. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('begini', CAPTION, 'mangko',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;mangko&lt;/a&gt; nyo indak kanai ukun doh……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takakah galak si Parudin mandanga…..Iyo pulo tu… logika si Nawin iyo tapek, kalau diukue jo prosentase aaa nan dimaliangnyo. Maliang ayam….50%. Korupsi…… 0,01%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Haaaa…. Iyo tekan den di ang…. Patuiknyo waang ko nan jadi mantari ko Nawin…… Sakurang-kurangnyo jadi pangacara lah…waang nan tapek….&lt;br /&gt;-    Cimpurin di ang……&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('saya (agak kasar, ditujukan kepada mereka yang lebih kecil dari  kita)', CAPTION, 'aden',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;aden&lt;/a&gt; ko kini alah jadi pambajak, …. Ka jadi mantari lo taroh….. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('saya, bentuk kontrasi dari \&amp;quot;awak denai\&amp;quot; - \&amp;quot;wak den\&amp;quot; - \&amp;quot;waden\&amp;quot; - \&amp;quot;aden\&amp;quot; - \&amp;quot;den\&amp;quot;', CAPTION, 'waden',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;waden&lt;/a&gt; bangga jadi pambajak ko diang…..….  , dek karano pambajak ko lah padi manguniang ………..jaguang maupiah…….&lt;br /&gt;-    Iyo lo mah…… pambajak sawah, pambajak ladang……. Lai indak jadi pambajak kapa tabang………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bagarah, tapi dek si Parudin taraso “dalam” arati &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('canda', CAPTION, 'garah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;garah&lt;/a&gt; jo kanti lamo nyo tu…. Sabagai anak mudo nan badomisili dikampuang nan jauah tapancie tu, tanyato si Nawin indak katinggalan barito…… Itu lah kalabiahan kamajuan tehnologi informasi kini,….. pikie si Parudin. Bantuak pandangannyo tantang urang maliang ayam duo ikue nan harus di ukun, dibandiangkan jo nan maliang miliaran…….. balapehkan….. itu adolah “logika pembenaran” …..….. “pembenaran” nan didapek dari urang nan tingga di kampuang tapancie…… hebaik si Nawin, pikie Parudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Aaa biasonyo ukunan dari nyiak wali tu Win…..?&lt;br /&gt;-    Biasonyo….. kalau indak mambarasiahkan labuah kampuang salamo sabulan, kok indak mambarasiahkan laman surau sabulan panuah pulo……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Parudin maangguak angguak cando lai mangarati. Nan jaleh sajak hari tu inyo dikampuang, alah bateong-teong sapanjang hari jo si Nawin kawannyo tu. &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('pergi', CAPTION, 'pai',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;pai&lt;/a&gt; ka bukik mancari ambacang, cando saisuak….. Ka batang aie &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('menangkap', CAPTION, 'mancakau',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;mancakau&lt;/a&gt; puyu ‘gai…… Atau manembak balam jo katapel kadalam parak….. haaa, sabana banostalgia lah…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Di hari nan katigo, katiko panek bakuliliang kampuang, si Parudin jo si Nawin singgah ka Surau Tinggi tampaik awanyo mangaji saisuak. Lai tagok juo surau tu nampak, tapi lamannyo iyo agak kumuah….. alah banyak samak kuliliang surau tu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Disuduik laman surau, nampaklah saurang anak bujang ketek sadang mamangkue-mangkue rumpuik. Si Parudin baranti cacah…..&lt;br /&gt;-    Namo ang si Fredy yo…?&lt;br /&gt;Tanyo si Parudin ka paja tu. Nan paja tu, maangguak takuik-takuik…..(Paja-paja ketek dikampuang tu kini, tarnyato namo nyo Fredy, Jony, Martin…… Namo-namo ‘rang kini…. Kok padusi ado Madona, Hesty, Linda…. sagalo macam bagai……. Kamajuan tehnologi lo agak nyoh…..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Parudin langsuang bisa manakok baraso paja ko lah nan maliang ayam, sahinggo kanai ukun dek nyiak wali untuak mambarasiahkan laman Surau Tinggi tu. Kecek si Nawin &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('kemarin', CAPTION, 'kapatang',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kapatang&lt;/a&gt;, namo urang maliang tu Fredy……. Mako langsuang ditakoknyo…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Nan paja tu baranti bakarajo, mancaliak takuik-takuik ka si Parudin.&lt;br /&gt;-    Baa mangko waang surang sajo bakarajo ?&lt;br /&gt;Tanyo si parudin icak-icak indak tau. Paja tu manakue &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('habis, ludes', CAPTION, 'abih',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;abih&lt;/a&gt;……… cando &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('malu', CAPTION, 'kamiluan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;kamiluan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;-    Awak…… awak kanai….ukun pak……&lt;br /&gt;-    Baa &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('begitu', CAPTION, 'mantun',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;mantun&lt;/a&gt;? Baa mangko kanai ukun?&lt;br /&gt;-    Iyo…… iyo….. awak……tacemo…..&lt;br /&gt;-    …….Iyo alahtu……alah tau den tu mah……&lt;br /&gt;Tabik ibo lo si Parudin mancaliak paja tu katakuik an..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sadang tangengak-ngengak tu, tangannyo diirikkan dek si Nawin maajak baganjue.&lt;br /&gt;-    Kan jaleh diang tu kini Parudin…..&lt;br /&gt;-    Aaa nan jaleh….?&lt;br /&gt;-    Baraso urang maliang tu, paralu juo ado dikampuang ko.&lt;br /&gt;-    Baa lo tu nan mungkasuik ang?&lt;br /&gt;-    Iyo…. Kok indak ado maliang nan kanai ukun doh….. ibaraik alah kabarimbo Surau Tinggi ko mah….. Antah kok indak tu di ang?&lt;br /&gt;-    Jadi kok indak ado urang nan kanai ukun….. indak bakamehi doh laman surau &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('ini, atau bisa juga buah nangka', CAPTION, 'nangko',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nangko&lt;/a&gt;?&lt;br /&gt;Si Nawin manggeleang-geleang sapek.&lt;br /&gt;-    Daulu iyo lai nan namonyo kontoroyong,….tapi kini……. kok indak babaie, indak ado nan binamuah doh bakarajo…… Kacuali urang nan kanai ukun bantuak tu ha…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takana dek si Parudin…. Patuiklah labuah kampuang tampaik inyo balari-lari kapatang, alah samakin samak nampak,…… alah tinggi-tinggi rumpuik saruik disinan…….&lt;br /&gt;-    Syukurlah…..&lt;br /&gt;Kecek si Parudin pulo……&lt;br /&gt;-    Baa mangko ba sukur ang?&lt;br /&gt;Tanyo si Nawin lo.&lt;br /&gt;-    Aratinyo, kok barasiah labuah kampuang jo laman surau tu, …….tantu tando banyak urang maliang dikampuang ko mah…….. Kini dek surau jo labuah kampuang lai kumuah, aratinyo indak banyak urang maliang dikampuang ko…….&lt;br /&gt;Dibaenyo galak gadang dek si Nawin……..Iyo pulo tu….Jadi jan sampai barasiah andaknyo kampuang…….yo ‘ndak? Ha,ha, hahe, he,……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Kini co lah abang waang di mihrab tu lai ha…. Lah luhue hari ko mah…..Lai pandai juo ang abang? Taragak lo den madanga suaro ang…….&lt;br /&gt;-    Bato ka indak puloh……&lt;br /&gt;Si Parudin jo si Nawin maambiak uluak di pincuran batuang dibulakang surau tu. Disinan pulo awanyo baduo saisuak mulo-mulo &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('belajar', CAPTION, 'baraja',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;baraja&lt;/a&gt; jo Angku Labai, …..baa caro maambiak uluak…. Sudah tu dibaenyo abang lai….. Iyo sabana mandayu-dayu, suaro si Parudin, malapeh taragak….. abang di Surau Tinggi….. bantuak saisuak…………….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-7211852153155552015?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/7211852153155552015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=7211852153155552015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/7211852153155552015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/7211852153155552015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/11/kampuang-nan-jauah-dimato.html' title='KAMPUANG NAN JAUAH DIMATO'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-731179377978725191.post-438586613146669363</id><published>2008-11-04T03:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T03:31:35.143-08:00</updated><title type='text'>Pilkada dan garis merah jalur pantai Pasie Jambak</title><content type='html'>Pilkada kota Padang sudah dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2008 kemaren, kita tinggal menunggu pengumuman KPU Kota Padang siapakah yang berhasil keluar sebagai pemenang dalam Pilkada badunsanak ini.Sebuah ajang demokrasi telah kita lalui dengan sukses  damai dan adem. &lt;p&gt;Pada tanggal 23 Oktober 2008 yang lalu , warga kota Padang telah melakukan pemilihan kepala Daerah ( pilkada ) untuk memeilih wali kota yang akan menentukan nasib kota Padang untuk 5 tahun kedepan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapa yang berhak memimpin pembangunan dan pemeliharaan kota Padang selanjutnya akan ditentukan dari hasil Pilkada tersebut oleh seluruh warga kota Padang yang mempunyai hak suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah tetap pilihan pada pejabat yang lama atau pendatang baru, bahkan wajah baru stock lama juga muncul kembali. Marilah kita serahkan pemilihan kepada seluruh warga kota.dengan harapan "pilkada badunsanak" akan terealisasi dan berjalan dengan lancar dan aman memanag alhamdulilah pilkada berjalan dengan aman dan adem, yang menang tidak besar kepala dengan kemenangannya dan yang kalah tidak kecewa dan berkecil hati serta sakit hati melihat kemenangan orang lain, sama-sama membangun kota Padang Kota tercinta ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapapun yang terpilih diharapkan akan dapat membawa perubahan yang positif untuk kota Padang ini.Kami yang tinggal di tepi laut, pantai pasie Jambak mengharapkan kepada wali kota terpilih nantinya akan lebih memperhatikan kami-kami yang tinggal pada garis merah pesisir pantai khususnya kelurahan Pasie &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('yang', CAPTION, 'nan',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;nan&lt;/a&gt; Tigo, dimana jika terjadi bencana gempa dan potensi Tsunami sangat mengkhawtirkan warga pesisir ini, dimana semejak wilayah pesisir pantai di kategorikan sebagai garis &lt;strong&gt;MERAH&lt;/strong&gt; bahaya Tsunami, daerah pantai Pasie nan tigo belum ada jalan alternativ untuk evakuasi warga. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasanya tidak terlampau muluk dan mengada-ada keinginan warga pasie nan tigo untuk mempunyai jalan evakuasi yang cepat dan lebih banyak, dimana saat ini hanya ada satu ( satu satunya ) jalan keluar masuk dari dan ke arah Pasie nan tigo, yakni melalui simpang Maro Panyalinan . &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang saat ini sedang dibangun pengendalian banjir disekitar batang air lubuak Buayo, masih dalam tahap pendaman,sementara jalan jalur evakuasi belum terlihat tanda-tandanya. Seandainya dibuat jalur alternatif dari perumahan Lubuk Gadiang IV,tembus ke perumahan BSD -2, kelihatannya akan lebih mudah dan biaya akan lebih sedikit, karena batas antara kedua perumahan tersebut hanya dibatasi oleh rawa-rawa, lebih kurang sekitar 600 meter saja lebarnya, kemudian antara perumahan Pasia Putiah dengan jalan setapak di pasie jambak hanya tinggal membuat jembatan kecil sehingga kendaraan roda 4 dapat lalu sudah cukup membantu untuk jalur evakuasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kembali ke pilkada, dari 5 pasangan yang muncul mudaha-mudahan apa yang mereka janjikan pada kampanye-kampanye mereka sebelum pilkada ini siapapun yang akan terpilih hendaknya menepati janji-janji selama kampanye, karena janji itu adalah hutang yang harus mereka bayar dan akan diminta pertanggung jawaban dihadapan Hakim yang paling adil nanti kelah di akhirat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wallahu alam .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat untuk yang menang dan tarimo kasih buat yang kalah atas partisipasinya dan mari kita mendukung siapapun yang terpilih menjadi kepala daerah kota Padang ini.dan mari kita masyarakat &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('berderai/bercerai berai', CAPTION, 'badarai',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.cimbuak.net/mambots/content/glossarbot/info.gif" align="top" border="0" /&gt;badarai&lt;/a&gt; menjaga dan membelela kota Padang tercinta, serta melakukan kritik yang membangun, mengingatkan kepada janji-janji masa kampanye untuk dapat di realisasi dan di aplikasikan&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/731179377978725191-438586613146669363?l=aricorsica.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aricorsica.blogspot.com/feeds/438586613146669363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=731179377978725191&amp;postID=438586613146669363' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/438586613146669363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/731179377978725191/posts/default/438586613146669363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aricorsica.blogspot.com/2008/11/pilkada-dan-garis-merah-jalur-pantai.html' title='Pilkada dan garis merah jalur pantai Pasie Jambak'/><author><name>Ari Yuan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07325764102001077928</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_NvE6jZH_mus/SQ55bet0-II/AAAAAAAAAAM/MHYOP81R-yY/S220/DSC00005.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
